inspirasi dan seni

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah
cara mudah orgasme

Senin, 10 Mei 2021

Siapa Saja Yang Masuk Dalam Orang Dzalim?

 

Ketika saya menuliskan kata itu, pikiran orang akan langsung menari dan berlari menuju pada rezim atau pemerintah yang sewenang-wenang pada rakyatnya.
Atau langsung teringat pada para orang kaya yang, sebenarnya, Anda iri terhadapnya lalu berghibah bahwa, mereka zalim pada orang miskin.
 
Zalim itu berbuat tidak adil, sewenang-wenang, menguasai yang bukan haknya, mentang-mentang pada orang lain.
Semua makna dari zalim itu selalu dan selalu membuat Anda menunjukan jari pada penguasa atau orang yang lebih kaya/lebih kuat daripada Anda.
Walaupun kadangkala itu bukan kezaliman yang Anda rasakan tapi hanya sekedar rasa iri dan menutupi ketidakmampuan Anda untuk mengalahkan mereka.
Ketahuilah, Anda sudah menjadi pencundang.
 
Pedagang kaki lima berdagang di trotoar atau di tengah jalan secara rutin, di tempat yang bukan haknya tanpa ada ijin yang berwenang. Itu ZALIM. Sesungguhnya itulah kezaliman yang hakiki.
Jangan pernah membeli pada pedagang yang zalim. JANGAN PERNAH.
Biarkan mereka merugi dan sepi dagangannya sampai akhirnya berlaku benar dengan berdagang pada tempatnya.
Karena saat Anda membeli sesuatu pada pedagang zalim, Anda sudah ikut BERBUAT ZALIM.
 
Pedang yang berjualan di tengah jalan, di luar pasar dan membayar retribusi pada preman.
Itu ZALIM. Mereka zalim pada pedagang yang tertib menyewa tempat di dalam pasar dan berdagang sesuai aturan. Akibat keberadaan pedagang zalim ini, orang yang berdagang di dalam pasar secara resmi menjadi berkurang omsetnya.
 
Orang-orang miskin yang mentang-mentang miskin lalu menyerobot tanah orang lain, mendirikan bangunan di atas tanah yang bukan haknya secara hukum, itu ZALIM, apa pun alasannya.
 
Orang-orang yang mengatasnamakan Tuhan dan agamanya lalu mendirikan tempat keagamaan di wilayah yang bukan haknya. Itu ZALIM.
Sedemikian zalimnya mereka sehingga membawa nama Tuhan atas perbuatan zalimnya.
 
Cek pagar rumah Anda. Apakah Anda membuat pagar di atas tanah Anda sendiri atau malah menyerobot fasum. Sesungguhnya trotoar atau selokan di depan rumah BUKAN milik Anda. Ketika Anda memajukan batas rumah ke depan di atas trotoar, sungai, selokan, sesungguhnya Anda sudah berbuat zalim. Anda sudah menyerobot hak orang lain.
 
Orang tua mendapatkan rumah dinas. Lalu anak cucunya menolak pindah ketika rumah dinas tersebut diminta kembali.
Sesungguhnya mereka telah ZALIM.
 
Anda mendekati, meniduri istri/suami orang lain tanpa persetujuan istri/suami pertamanya, Anda sudah berbuat zalim.
 
Anda menikah lagi tanpa izin istri sebelumnya, Anda tetap berbuat ZALIM, tidak ada aturan agama yang mengijinkan ini.
 
Apa hukuman bagi orang zalim?
Bersyukurlah bila kezaliman Anda mendapat ganjaran sesuai hukum yang berlaku. Artinya Anda sudah membayar hutang zalim Anda.
Tapi bagi kezaliman Anda yang tidak tersentuh hukum, ketahuilah ini, selalu ada keadilan di alam semesta ini.
 
Berbagai konsep pembayaran atas kezaliman Anda ada :
hukum tabur tuai, apa yang Anda tanam, hasilnya pasti akan Anda terima.
hukum karma, karma itu datangnya segera dan dibayar tunai.
Hukum rizqi dan azab. Tidak ada satu pun manusia yang bisa melewati datangnya hukum ini.
 
Jangan pernah mendukung orang zalim,
karena Anda sesungguhnya turut berbuat zalim.
Jangan menggunakan kemiskinan atau kekurangan Anda sebagai alasan tindakan Anda yang zalim pada orang lain. Percayalah, orang-orang yang Anda zalimi tidak semuanya menerima kezaliman Anda. Doa orang terzalimi lebih mudah terkabulkan.
 
.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah mampir.
Silakan meninggalkan komentar dan SHARE ke media sosial Anda.

Adsense Indonesia

Blog Archive