inspirasi dan seni

Tarot versi Gilded

maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.

Rider-Waite Tarot

The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards

BIOGOLD

Bagi pria ketika hubungan seksual, enak itu baru terasa saat mendekati ejakulasi, hingga akhirnya orgasme. Tapi bila Anda minum BIOGOLD, dari pertama kali penetrasi langsung sudah terasa enaknya. Bila Anda mengkonsumsi BIOGOLD sore, rasanya biasa aja. Tapi malamnya dirangsang dikit aja, pasti langsung ereksi. Itu begitu penis masuk vagina, udah langsung enak banget. Tidak perlu menunggu ejakulasi dan tidak cepat keluar. Satu jam bisa 3-4x ejakulasi...!!!

Seni Meracik minuman keras

Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail

Di Lorong Ku Menatap

Yang ini jelas foto profil saya to

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah
cara mudah orgasme

Sabtu, 18 April 2020

Inilah Cara Menghentikan Wabah Corona Covid-19

Day 32
WORK FROM HOME #33

Bagaimana caranya pandemi Covid-19 bisa berlalu?
Hanya ada 2 cara yang paling manusiawi :

- karantina mandiri/dipaksa serempak
- ditemukan obat/vaksinnya.

Bila 2 hal tersebut tidak terlaksana, minimal salah satunya, jangan mimpi pandemi ini bisa berakhir.
JANGAN MIMPI..!!!

Kecuali diterapkan cara tidak manusiawi,
eksekusi mati yg positif dan yang terduga positif.

****
*Ini semua bakal ketularan*...
👇

😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷

Cuma gara-gara Si Bebal satu yang ini
😃 👈🏻
Share:

Day 32 WORK FROM HOME #32


Sudah 32 hari saya melakukan isolasi mandiri.
Berdiam di rumah, dengan segala lebih dan kurangnya.
Ya tentu saja masih lebih banyak kekurangannya.
Awalnya menyenangkan bisa bermalas-malasan di rumah dengan alibi LOKDON, begitu saya biasa memparodikannya.
Dengan alasan tersebut seakan-akan kemalasan dan hobi tidur saya teramini.
 
Tapi setelah 5 hari kemudian, ini tidak asyik lagi. Mulailah sindrom asosial, bosan dan bokek menyerang.
Yah...meskipun demikian ini harus tetap saya jalankan demi kebaikan.
Maka dengan 32 hari karantina mandiri, saya bisa memastikan 99 % tubuh saya bebas Covid-19. Ini sudah melewati 14 hari masa inkubasi.
Jadi bila saya tertular atau mengidap virus Corona, mestinya saya sudah sakit, mati, atau malah bebas sekarang.
 Selamat untuk saya..!!
Saya orang sehat.
Saya negatif Covid-19
 
Lalu mengapa pandemi ini belum berakhir?
Lalu mengapa masih saja ada orang terjangkit dan bertambah banyak?
Karena mereka tidak menerapkan karantina mandiri yang sama seperti yang saya lakukan.
Maka siklusnya berulang lagi, berputar lagi, selalu ada yang tertular lagi, begitu seterusnya. 
Mungkin sampai banyak orang mati.
Atau mungkin sampai nanti ditemukan obatnya yang entah kapan.
 
Bila Anda ingin pandemi ini segera berakhir,
bila Anda ingin keadaan kembali seperti semula,
segera lakukan karantina mandiri mulai dari SEKARANG.
Jangan ditunda lagi.
Mari kita lakukan bersama-sama.
Karena percuma saja Anda dan saya melakukan karantina mandiri tapi masih saja ada orang-orang bebal di luaran yang menganggap enteng virus ini dan tetap beraktivitas seperti biasa.
 
Kemudian ada yang berteriak, kalau saya di rumah terus anak istri saya makan apa?
Tidak usah cengeng. 
Semua orang mengalami kesusahan saat ini. 
Semua orang menderita. 
Semua orang bokek.
Maka jangan merasa menjadi orang paling susah dan paling miskin sedunia kemudian menjadi egois dengan mengorbankan keselamatan orang lain.
 
Anda mungkin susah, tapi jangan sok susah. Saya dan banyak orang lain juga susah.
Anda mungkin miskin, tapi jangan sok miskin, jangan mentang-,mentang miskin. Saya dan banyak orang lain juga miskin.
 
Sekali lagi,
bila Anda ingin keadaan kita semua membaik dan Tante Corona segera berlalu,
lakukan karantina mandiri mulai dari SEKARANG.
Tidak perlu banyak alasan dan manja.
.
.
Salam anget
 
 
Share:

BAGAIMANA RASANYA HIDUP MISKIN?

Day 27
WORK FROM HOME #29

Rasanya seru banget ya ampun...!
Buat Anda yang belom pernah miskin,
saran saya buang uang kalian semuanya ke selokan dan rasakan nikmatnya jadi miskin.
Sensasional.
Nikmat..!!
 
*
 
Bohong.
Ya tentu saja tidak enak.
Hidup miskin itu enak diceritakan tapi tidak enak untuk dilalui.
Hidup miskin itu sedih.
Mungkin Anda semua pernah mengalaminya atau bahkan sekarang pun sedang dalam kondisi itu.
 
Masa kecil saya susah.
Makan nasi dicampur air garam pernah saya alami.
Ada suatu ketika,
ibu warung tetangga kami kadang berbaik hati memberi saya dan adik krupuk.
Buat jajanan kami main.
Tapi krupuk itu justru kami bawa lari pulang ke rumah dan dijadikan lauk makan bersama nasi dicampur air garam.
Ternyata sebegitu mewahnya krupuk buat kami waktu itu....
(Saya menulis ini dengan mata berkaca-kaca, terharu ingat masa itu)
 
Yang tertanam dalam pikiran saya, anak sekecil itu, bahwa saya tidak boleh hidup miskin.
Keluarga saya tak boleh miskin.
Bagaimana mungkin saya bisa membantu orang lain kalau saya miskin?
Bagaimana mungkin tangan saya di atas, memberi orang lain bila saya miskin?
 
Dan Sang Waktu berjalan.
Hidup saya berubah.
Belum sekaya konglomerat yang memiliki banyak properti.
Tapi setidaknya saya tidak perlu lagi makan nasi garam karena terpaksa.
Saya mampu untuk membeli makanan layak.
Mampu tinggal di tempat layak.
Mampu hidup layak menurut ukuran saya.
 
Lalu datanglah Tante Corona.
Membuat hidup terasa lebih berat dari biasanya.
Untungnya saya cepat berdamai dengan keadaan.
Saya sudah terbiasa hidup susah penuh tekanan.
Sesulitnya kondisi saat ini, saya masih bisa mencari "exit plan".
Apa pun itu asal saya dan keluarga bisa bertahan hidup.
 
Bagaimana rasanya hidup miskin?
Bagi yang belum pernah merasakannya,
mungkin inilah saatnya Anda untuk kreatif,
melakukan apa pun.
Yakinlah bahwa ini akan segera berlalu.
Semoga saya dan Anda adalah orang-orang yang berhasil melewatinya.
.
.
Salam anget
 
 
 
Share:

Minggu, 05 April 2020

Sembilan Belas Hari Setelah Lockdown


Day 19
WORK FROM HOME #20
Sembilan belas hari berlalu saya "mengunci diri" di rumah setelah kepulangan saya dari Batam. Benar-benar di rumah dan menjaga jarak. Benarkah?
Ya tidak secara tekstual itu saya lakukan. Masih ada beberapa keperluan yang mengharuskan untuk ke luar. Seperti misalnya membeli bahan makanan, mengirim barang jualan ke TIKI, atau mengunjungi mama yang berbeda rumah sebentar untuk memastikan keadaannya baik-baik saja. Tetapi saya bisa memastikan bahwa aturan social distancing saya terapkan secara tegas.

Menjaga jarak ketika bertemu orang, selalu membersihkan tangan dengan sabun atau handsanitizer setelah menyentuh barang atau orang, menggunakan masker, sesedikit mungkin berinteraksi pada hal-hal di luar yang tidak perlu, serta selalu membersihkan diri ketika sampai kembali ke rumah.

Saya yang tadinya jarang mandi, karena saya memang memiliki kebiasaan buruk yaitu malas mandi, sekarang bisa 2-3 kali mandi dalam sehari.
Masih ada beberapa kawan yang datang berkunjung ke rumah. Saya tetap menerapkan hal serupa, semua aturan socal distancing saya jaga dengan baik.

Semua saya lakukan bukan karena takut dengan Covid-19. Kalau memang takdir saya harus terkena, ya terkenalah. Kalau saya memang harus mati, ya matilah. Saya tidak takut dengan hal tersebut. Yang saya kuatirkan justru bila saya terkontaminasi virus tanpa saya sadari, lalu menjadi pembawa penyakit buat orang lain, buat orang-orang yang saya cintai.

Bosan di rumah sendirian? Tentu saja. Bosan, sedih, kesepian dan merasa kekurangan. Terima kasih untuk internet yang bisa membantu mengatasi rasa kesepian tersebut. Karena internet disertai berbagai aplikasinya, saya masih bisa berkomunikasi dengan orang lain dan sekaligus mencari uang ala kadarnya untuk menyambung hidup. Beruntung masih ada klien yang menggunakan jasa saya atau teman-teman yang membantu membeli barang yang saya jual. Terima kasih saya ucapkan pada kalian.

Kegiatan apa yang paling banyak saya lakukan selama 19 hari ini? Tidur. Berbeda dengan orang lain yang susah tidur bila dalam tekanan. Cara saya mengatasi stres itu unik, yaitu tidur. Semakin stres saya, semakin lama saya tidur. Obat saya menghadapi kesedihan, sakit hati, kemarahan, kekecewaan ya tidur. Setelah bangun tidur bila perasaan emosi itu masih ada, saya lanjut tidur lagi. Begitu seterusnya sampai ketika saya bangun perasaan merusak itu hilang.

Selain tidur, waktu lain saya habiskan di depan handphone atau komputer untuk berkomunikasi dan jualan, apa pun yang bisa dijual agar dapur ngebul. Plus beberapa PR "ritual" pesanan orang yang juga harus saya selesaikan.

Setelah 19 hari bagaimana kondisi saya? Sampai saat ini masih sehat dan baik-baik saja. Seandainya saya tertular vius saat di Batam dan perjalannya, berarti saya sudah recovery dan kebal, karena telah lewat 14 hari. Tetapi tidak ada jaminan bahwa selama 19 hari ini saya tidak tertular sama sekali. Semua hal bisa terjadi. Dan untuk memastikan bahwa saya benar-benar sehat hanya melalui tes kesehatan. Maka sementara ini saya tetap menerapkan social distancing sampai kondisi kondusif. Entah sampai kapan.

Work from home, tetap berada di rumah, ternyata memang tidak semudah yang dibayangkan. Saat orang terbiasa untuk bersosialisasi lalu kemudian harus melakukan hal sebaliknya, ini sulit. Pada awalnya satu dua hari menyenangkan karena seolah-olah menjadi "waktu liburan". Tetapi ketika memasuki hari-hari berikutnya, ini tidak menyenangkan lagi. Apalagi bila dompet kosong dan tabungan mulai menipis. Pemasukan dan pengeluaran lari balapan berkejar-kejaran. Celakanya, pengeluaran berlari jauh lebih cepat dibanding pemasukan. Ini yang terjadi pada saya, dan mungkin juga Anda.

Bagi Anda yang mengalami kesulitan hidup akibat wabah ini,
bagi Anda mempunyai banyak cicilan dan tagihan sedangkan pemasukan pas-pasan,
bagi Anda yang jenuh harus terus berada di rumah dan menjaga jarak,
bagi Anda yang berbeban berat,
percayalah, Anda tidak sendiri.
Saya dan jutaan warga Indonesia juga mengalami hal yang sama, baik mereka kaya atau miskin.
Tiap orang memiliki versi kesulitannya masing-masing. 

Badai pasti berlalu. Saya selalu yakin bahwa pada setiap badai kehidupan  yang kita alami, akan ada masa tenang. Setiap masalah yang kita alami, selalu ada jalan keluar. Pandemi ini berat untuk kita dan semua orang di dunia. Semoga badai ini cepat berlalu dan semua dapat kembali seperti semula. Mari kita nikmati masa berat ini bersama dengan keyakinan bahwa semua akan indah pada waktunya.
Tetap lakukan social distancing, bukan demi kebaikan Anda, tetapi demi kebaikan orang-orang yang Anda cintai.

Salam anget




Share:

Rabu, 01 April 2020

Game Panahan

Work From Home Game



 

Mainkan game ini aja 😉

Silakan Test Usia / Tingkat Kepikunan /Reflek Anda:

Permainan Panahan:
Kena 5 apel --> 70th, banyak-banyak istirahat ya.
Kena10 apel,65th, banyak-banyak makan bergizi supaya ga letoy
Kena15 apel,60th, maklum lah sudah menua
Kena20 apel,50th, masih bisa on gak?
Kena25 apel,40th, oke banget staminanya masih mantab
Kena26 apel ,35th, kamu hebat
Kena27 apel ,30th, hot banget
Kena28 apel atau lebih SUPER SEKALI anda benar-benar awet muda   

BISA KAWIN LAGI !!!!


Test sekarang(red arrow curving down)

Panah Apel


KLIK DI SINI



Your life is your adventure



Share:
Adsense Indonesia

Blog Archive