inspirasi dan seni

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah
cara mudah orgasme

Jumat, 12 Juli 2019

Benarkah Lemak Dibuang Bersama Kotoran Bab?

TIDAK ADA OBAT MANAPUN YANG MENGGANTIKAN PROSES PEMBUANGAN LEMAK INI,

Pernahkah  kamu menngkonsumsi produk pelangsing dan kamu senang sekali karena setelah minum produk pelangsing itu, kamu buang buang air besar bahkan sampai seperti diare, kamu yakin bahwa lemak keluar dari tubuh mu melalui BAB dan buang buang air besar itu adalah proses detox, kemudian kamu timbang berat badan mu turun…dan yeeey…produk ini berhasil membakar lemak dalam tubuh mu! Kamu berfikir bahwa produk tersebut telah mengikat lemak yang kamu makan dan dikeluarkan bersama kotoran, misalnya kamu makan makanan berlemak seperti makanan gorengan, lemak dari daging, butter , dll, dan product itu membantu mengikat lemak dan membawa nya dari mulut , usus , sampai ke anus.

Sayangnya, anggapan pembakaran lemak keluar dari Anus bersama kotoran itu tidak benar , lemak diubah menjadi Karbon Dioksida ( Co2 ) dan Air . CO2 di buang melalui pernafasan, dan Air nya bercampur dalam  sirkulasi tubuh dan sampai ia keluar dalam bentuk urine atau keringat.

Misalkan kamu kehilangan 10 kg lemak, maka persis 8,4 kg akan keluar melalui paru-paru mu dan 1,6 kg sisanya berubah menjadi air. Dengan kata lain, hampir semua berat yang kita hilangkan dibuang keluar.

Mungkin banyak yang terkejut, tetapi memang nyaris semua yang kita makan bakal keluar lagi lewat paru-paru. Setiap karbohidrat yang kamu cerna dan hampir semua lemak diubah menjadi karbon dioksida dan air. Hal yang sama berlaku bagi alkohol.

Protein juga bernasib yang sama, kecuali sebagian kecil protein yang berubah menjadi urea dan zat padat lainnya, yang kamu keluarkan sebagai kencing.
Satu-satunya benda yang sampai ke usus besar tanpa dicerna dan utuh adalah serat makanan (seperti jagung). Selain itu, bakal terserap ke dalam aliran darah dan organ tubuh itu. Kemudian, mereka tetap di situ sampai kita menguapkannya melalui napas.
Kilogram yang masuk versus kilogram yang keluar
Kita semua belajar teori “energi yang masuk setara dengan energi yang keluar” di sekolah menengah. Tetapi energi adalah konsep yang sangat membingungkan, bahkan di kalangan profesional kesehatan dan ilmuwan yang mengkaji obesitas.

Alasan kita mendapatkan atau kehilangan berat badan sebetulnya tidak terlalu misterius jika kita juga menghitung semua kilogram, bukan hanya kilojoule atau kalori.
Menurut angka terakhir, orang Australia mengonsumsi 3,5 kg makanan dan minuman setiap hari. Dari jumlah itu, 415 gram adalah makronutrien padat, 23 gram adalah serat dan 3 kg selebihnya adalah air.
Yang tidak dilaporkan dalam angka-angka itu adalah kita juga menghirup lebih dari 600 gram oksigen, dan angka ini tak kalah pentingnya untuk ukuran lingkar pinggang kita.
Jika kamu memasukkan 3,5 kg makanan dan air ke dalam tubuh mu, plus 600 gram oksigen, maka 4,1 kg yang masuk itu harus dikeluarkan lagi kalau kamu tidak mau berat badan bertambah.

Jika kamu ingin berat badan berkurang, maka lebih dari 4,1 kg yang harus hilang. Bagaimana caranya?
415 gram karbohidrat, lemak, protein, dan alkohol yang setiap hari dikonsumsi sebagian besar orang Australia akan menghasilkan persis 740 gram karbon dioksida plus 280 gram air (sekitar satu cangkir), kurang lebih 35 gram urea dan zat-zat padat lain yang dibuang sebagai urine.
Laju metabolisme istirahat (laju tubuh menggunakan energi ketika tidak sedang bergerak) seseorang dengan bobot sekitar 75 kg menghasilkan kurang lebih 590 karbon dioksida setiap harinya. Tak ada pil atau jamu yang bisa kamu beli untuk menambah angka ini, betapapun meyakinkannya klaim yang mungkin kamu dengar.

Tapi tenang, kita ini mengembuskan 200 gram karbon dioksida saat tidur lelap setiap malam, sehingga kita sebenarnya sudah mengeluarkan seperempat target harian bahkan sebelum bangun dari tempat tidur.
Sedikit makan, lebih banyak mengeluarkan
Kalau memang lemak berubah menjadi karbon dioksida, apakah berarti kita cukup bernapas lebih sering untuk menurukan berat badan? Sayangnya tidak.
Menghirup dan mengembuskan napas lebih dari yang diperlukan (hiperventilasi) hanya akan membuat kamu pusing, atau malah pingsan. Satu-satunya cara meningkatkan jumlah karbon dioksida yang diproduksi tubuh mu adalah menggerakkan otor-otot mu.

Tapi kabar baik. Laju metabolisme kita meningkat lebih dari dua kali saat kita berdiri dan berganti-ganti pakaian meningkatkan lebih dari dua kali lipat laju metabolisme. Dengan kata lain, hanya dengan mencobai pakaian selama 24 jam kamu sudah melepas lebih dari 1.200 gram karbon dioksida.
Yang ini lebih realistis: berjalan-jalan meningkatkan tiga kali lipat laju metabolisme mu, begitu pula memasak, menyedot debu, dan menyapu.
Metabolisme 100 gram lemak mengkonsumsi 290 gram oksigen dan menghasilkan 280 gram karbon dioksida plus 110 gram air. Apa yang kamu makan tidak bisa mengubah angka ini.
Oleh karena itu, untuk menghilangkan 100 gram lemak dari tubuh, kamu harus mengembuskan 280 gram karbon dioksida di samping apa yang kamu produksi dengan menguapkan semua makanan kamu, apa pun itu.
Jika kamu memakan makanan yang menyuplai lebih sedikit “bahan bakar” daripada yang yang kamu bakar, maka secara efektif berat badan akan berkurang. Dan sekarang kamu sudah mengetahui cara kerjanya.



Share:

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah mampir.
Silakan meninggalkan komentar dan SHARE ke media sosial Anda.

Adsense Indonesia

Blog Archive