inspirasi dan seni

Tarot versi Gilded

maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.

Rider-Waite Tarot

The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards

BIOGOLD

Bagi pria ketika hubungan seksual, enak itu baru terasa saat mendekati ejakulasi, hingga akhirnya orgasme. Tapi bila Anda minum BIOGOLD, dari pertama kali penetrasi langsung sudah terasa enaknya. Bila Anda mengkonsumsi BIOGOLD sore, rasanya biasa aja. Tapi malamnya dirangsang dikit aja, pasti langsung ereksi. Itu begitu penis masuk vagina, udah langsung enak banget. Tidak perlu menunggu ejakulasi dan tidak cepat keluar. Satu jam bisa 3-4x ejakulasi...!!!

Seni Meracik minuman keras

Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail

Di Lorong Ku Menatap

Yang ini jelas foto profil saya to

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah
cara mudah orgasme

Selasa, 20 Agustus 2019

Benarkah Lemak Dibuang Bersama Kotoran Bab?


TIDAK ADA OBAT MANAPUN YANG MENGGANTIKAN PROSES PEMBUANGAN LEMAK INI,



Pernahkah  kamu menngkonsumsi produk pelangsing dan kamu senang sekali karena setelah minum produk pelangsing itu, kamu buang buang air besar bahkan sampai seperti diare, kamu yakin bahwa lemak keluar dari tubuh mu melalui BAB dan buang buang air besar itu adalah proses detox, kemudian kamu timbang berat badan mu turun…dan yeeey…produk ini berhasil membakar lemak dalam tubuh mu! Kamu berfikir bahwa produk tersebut telah mengikat lemak yang kamu makan dan dikeluarkan bersama kotoran, misalnya kamu makan makanan berlemak seperti makanan gorengan, lemak dari daging, butter , dll, dan produk itu membantu mengikat lemak dan membawa nya dari mulut, usus, sampai ke anus.

Sayangnya, anggapan pembakaran lemak keluar dari anus bersama kotoran itu tidak benar, lemak diubah menjadi karbondioksida ( Co2 ) dan air. CO2 di buang melalui pernafasan, dan airnya bercampur dalam  sirkulasi tubuh dan sampai ia keluar dalam bentuk urine atau keringat.

Misalkan kamu kehilangan 10 kg lemak, maka persis 8,4 kg akan keluar melalui paru-parumu dan 1,6 kg sisanya berubah menjadi air. Dengan kata lain, hampir semua berat yang kita hilangkan dibuang keluar.

Mungkin banyak yang terkejut, tetapi memang nyaris semua yang kita makan bakal keluar lagi lewat paru-paru. Setiap karbohidrat yang kamu cerna dan hampir semua lemak diubah menjadi karbon dioksida dan air. Hal yang sama berlaku bagi alkohol.

Protein juga bernasib yang sama, kecuali sebagian kecil protein yang berubah menjadi urea dan zat padat lainnya, yang kamu keluarkan sebagai kencing.
Satu-satunya benda yang sampai ke usus besar tanpa dicerna dan utuh adalah serat makanan (seperti jagung). Selain itu, bakal terserap ke dalam aliran darah dan organ tubuh itu. Kemudian, mereka tetap di situ sampai kita menguapkannya melalui napas.

Kilogram yang masuk versus kilogram yang keluar
Kita semua belajar teori “energi yang masuk setara dengan energi yang keluar” di sekolah. Tetapi energi adalah konsep yang sangat membingungkan, bahkan di kalangan profesional kesehatan dan ilmuwan yang mengkaji obesitas.

Alasan kita mendapatkan atau kehilangan berat badan sebetulnya tidak terlalu misterius jika kita juga menghitung semua kilogram, bukan hanya kilojoule atau kalori. Menurut angka terakhir, orang Australia mengonsumsi 3,5 kg makanan dan minuman setiap hari. Dari jumlah itu, 415 gram adalah makronutrien padat, 23 gram adalah serat dan 3 kg selebihnya adalah air. Yang tidak dilaporkan dalam angka-angka itu adalah kita juga menghirup lebih dari 600 gram oksigen, dan angka ini tak kalah pentingnya untuk ukuran lingkar pinggang kita. Jika kamu memasukkan 3,5 kg makanan dan air ke dalam tubuh mu, plus 600 gram oksigen, maka 4,1 kg yang masuk itu harus dikeluarkan lagi kalau kamu tidak mau berat badan bertambah.

Jika kamu ingin berat badan berkurang, maka lebih dari 4,1 kg yang harus hilang. Bagaimana caranya?
415 gram karbohidrat, lemak, protein, dan alkohol yang setiap hari dikonsumsi sebagian besar orang Australia akan menghasilkan persis 740 gram karbondioksida plus 280 gram air (sekitar satu cangkir), kurang lebih 35 gram urea dan zat-zat padat lain yang dibuang sebagai urine.
Laju metabolisme istirahat (laju tubuh menggunakan energi ketika tidak sedang bergerak) seseorang dengan bobot sekitar 75 kg menghasilkan kurang lebih 590 karbon dioksida setiap harinya. Tak ada pil atau jamu yang bisa kamu beli untuk menambah angka ini, betapapun meyakinkannya klaim yang mungkin kamu dengar.

Tapi tenang, kita ini mengembuskan 200 gram karbon dioksida saat tidur lelap setiap malam, sehingga kita sebenarnya sudah mengeluarkan seperempat target harian bahkan sebelum bangun dari tempat tidur.

Sedikit makan, lebih banyak mengeluarkan
Kalau memang lemak berubah menjadi karbon dioksida, apakah berarti kita cukup bernapas lebih sering untuk menurukan berat badan? Sayangnya tidak.
Menghirup dan mengembuskan napas lebih dari yang diperlukan (hiperventilasi) hanya akan membuat kamu pusing, atau malah pingsan. Satu-satunya cara meningkatkan jumlah karbondioksida yang diproduksi tubuh mu adalah menggerakkan otor-otot mu.

Tapi kabar baik. Laju metabolisme kita meningkat lebih dari dua kali saat kita berdiri dan berganti-ganti pakaian meningkatkan lebih dari dua kali lipat laju metabolisme. Dengan kata lain, hanya dengan mencobai pakaian selama 24 jam kamu sudah melepas lebih dari 1.200 gram karbon dioksida.
Yang ini lebih realistis: berjalan-jalan meningkatkan tiga kali lipat laju metabolisme mu, begitu pula memasak, menyedot debu, dan menyapu.
Metabolisme 100 gram lemak mengkonsumsi 290 gram oksigen dan menghasilkan 280 gram karbon dioksida plus 110 gram air. Apa yang kamu makan tidak bisa mengubah angka ini.
Oleh karena itu, untuk menghilangkan 100 gram lemak dari tubuh, kamu harus mengembuskan 280 gram karbon dioksida di samping apa yang kamu produksi dengan menguapkan semua makanan kamu, apa pun itu.
Jika kamu memakan makanan yang menyuplai lebih sedikit “bahan bakar” daripada yang yang kamu bakar, maka secara efektif berat badan akan berkurang. Dan sekarang kamu sudah mengetahui cara kerjanya.

Adakah cara lain yang lebih mudah untuk mengurangi berat badan?
Ada..!! Tehniknya bisa diklik di link bawah ini, tehnik yang mudah dan sangat efektif. Dapat dilakukan di rumah

Aduh...saya tidak sempat melakukan itu semua. Ada cara lain?
Ada..!! Minum Bio Rawgenic.!
Bio-Rawgenic adalah salah satu produk Weight Management dari Biogreen Science dengan 100% bahan alami, tanpa perisa buatan, bahan pengawet dan pewarna makanan. Kandungan Bio-Rawgenic kaya akan protein, serat, vitamin dan mineral.

Kandungan BIO - Rawgenic yang kaya protein, serat, vitamin dan mineral ini dapat :

1. Mengikat Lemak Hingga 5 kali lebih efektif dari produk sejenisnya.
Formulasi Liposan Ultra yang dipatenkan memungkinkan Chitosan polymer cepat terprotonasi dan cepat larut dalam asam lambung. Dalam larutan, chitosan polymer bermuatan positif mengikatkan diri dengan permukaan negatif lemak diet yang terpisah dari pencernaan makanan. Emulsi yang dihasilkan kemudian dilepaskan saat melewati dari lambung ke usus kecil, membentuk matriks pelindung di sekitar globula lemak.

2. Membantu mengurangi berat badan dalam 12 minggu
Dalam 12 minggu, teruji klinis bahwa sinetrol dapat menurunkan lemak tubuh secara signifikan.

3. Meningkatkan imunitas
Konsumsi buah dan sayuran setiap hari dapat mendukung kesehetan tubuh menjadi lebih baik. Premiks buah dan sayur yang tersedia dalam produk Bio-Rawgenic dapat mendukung indeks fungsional kesehatan karena asupan berbagai fituonutrien.

4. Meningkatkan metabolisme tubuh
Peran utama dari hampir semua vitamin dan mineral adalah mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi energi. Setiap vitamin atau mineral memiliki peran khusus dalam metabolisme dan membantu pelepasan Neurotransmitter.


Untuk informasi tentang Bio Rawgenic, HUBUNGI SAYA


Salam anget 


Share:

Sabtu, 17 Agustus 2019

Indonesia Merampas Kemerdekaan Papua Barat?



Apakah benar Indonesia telah merampas kemerdekaan Papua Barat?
Apakah Indonesia telah menjajah rakyat Papua Barat?

Jawabannya adalah ya dan tidak.

YA
Apa itu kemerdekaan Indonesia? Siapa yang merdeka? Daerah mana saja yang disebut Indonesia? Sesungguhnya proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat terjadi semuanya atas dasar klaim. 

Tanggal 17 Agustus 1945, sekelompok orang bersekutu dan mengklaim kemerdekaan suatu wilayah jajahan Kerajaan Belanda yang tadinya disebut dengan Hindia Belanda, memproklamasikannya, lalu menyiarkan ke seluruh dunia. Dalam sejarah yang diajarkan di sekolah, sekelompok pemuda pejuang menculik dan memaksa Soekarno dan Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Apakah Sukarno Hatta sebagai proklamator saat itu mewakili semua masyarakat yang tinggal di Hindia Belanda? Tidak. Ada banyak daerah yang tidak sepaham dan tidak menerima menjadi bagian dari RI. Maka diawal kemerdekaannya, lawan RI tidak hanya Belanda dan sekutu, tapi juga "bangsanya" sendiri yang "memberontak". Dalam perspektif daerah yang tidak setuju menjadi bagian RI, mereka merasa "dijajah" oleh Indonesia.

Apakah Indonesia merebut kemerdekaan Papua? Dalam situasi ini betul, tapi tidak hanya Papua, banyak negara dan masyarakat yang mendiami Hindia Belanda diklaim secara sepihak dengan atas nama Bangsa Indonesia. Pada dasarnya negara ini memang berasal dari banyak suku dan negara yang tadinya berdaulat sebelum akhirnya dijajah Belanda dan lalu diklaim menjadi satu negara Indonesia.


TIDAK
Seperti yang saya paparkan tadi, bahwa proklamasi Indonesia terjadi karena ada sekelompok orang "oportunis" yang memanfaatkan kekosongan pemerintahan/transisi antara Jepang ke Belanda. Lalu daerah mana yang disebut Indonesia? Semua bekas jajahan Belanda yang sebelumnya disebut Hindia Belanda, dan ini berarti termasuk Papua Barat. Tentu saja tidak termasuk Timor timur yang merupakan jajahan Portugis.

Segala perundingan dilakukan antara Indonesia dan Belanda demi mempertahankan klaim masing-masing atas penguasaan seluruh wilayah Hindia Belanda, sampai pada perundingan KMB (Konferensi Meja Bundar). Papua barat masih belum dilepaskan Belanda ke RIS, Republik Indonesia Serikat. Waktu itu disepakati bentuk negara baru yang berkuasa atas Hindia Belanda adalah serikat. Janji Belanda akan mengembalikan Papua Barat pada Indonesia setelah setahun perundingan. Pada kenyataannya hal tersebut tidak terjadi. Papua Barat tetap dikuasai. Maka dari itu, wajar bila Indonesia terus berjuang bertahun-tahun merebut wilayahnya dari invasi Belanda.

Apakah Indonesia merebut kemerdekaan Papua barat? Tidak. Sejak diproklamasikannya Indonesia, Papua Barat sudah merupakan bagian dari Indonesia karena termasuk dari wilayah Hindia Belanda  yang diklaim menjadi Indonesia. Apa yang dilakukan Indonesia saat itu adalah perebutan kembali wilayah sah  dari tangan penjajahan Belanda.


Sekarang kembali kepada Anda, apakah setuju jawaban ya atau tidak.
Bila menjawab ya, maka tidak akan ada lagi Indonesia. Mari kita saling memerdekakan wilayah masing-masing. maka Indonesia bubar, tidak ada lagi NKRI. Maukah Anda sebagai warga negara Indonesia melihat negara kita bubar, terpecah-pecah menjadi banyak negara?

Bila menjawab tidak, berarti Papua barat sejatinya adalah Indonesia, sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945, sama seperti semua daerah lain, tidak perlu diragukan lagi, tidak perlu ada referendum dan diskusi lagi soal ini. Wacana apa pun yang menolak ini artinya memberontak pada wilayah sah Republik Indonesia.

Dirgahayu Indonesiaku, Indonesia kita. 
Jayalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika.
NKRI harga mati.

Merdeka

Salam anget.



Share:

Jumat, 12 Juli 2019

Produk Biogreen Menumpuk di Rumah? Apa Yang Harus Dilakukan?





Anda masih punya produk BIOGREEN di rumah? Bagus itu. Ada berapa box? Banyakkah? Saya sendiri punya produk di rumah sekitar 32 box.

Lalu buat apa produk itu??
Dimakan.
Anda sebagai member harus memakan produk BIOGREEN agar sehat dan tentu bisa bercerita tentang BIOGREEN.

Dijadikan sample.
Kalau mau prospek orang, Anda mesti bawa contoh produk. Itulah yang Anda berikan pada calon member.

Dijual.
Iya dijual. Produk BIOGREEN laris dan mudah untuk dijual. Saya pastikan dan berani garansi untuk itu. Anda tidak mau rugi memakan sendiri produk BIOGREEN, maka jualah. Anda tidak mau dan tidak bisa prospek orang, maka jualah.

"Aduuh, barang saya ga laku dijual.. Gimana dong?"
Yakin? Tidak laku dijual atau karena tidak pernah Anda tawarkan? Produk BIOGREEN gampang dijual kok. Serius ini.

"Barang saya pada kadaluwarsa. Gimana dong?"
Produk BIOGREEN punya umur tertulis 2 tahun. Artinya secara resmi sesuai aturan BPOM kadaluarsanya 2 tahun setelah dari pabrik. Tapi secara kesehatan, produk BIOGREEN masih tahan dikonsumsi selama 5 tahun setelah date of production. Produk kadaluwarsa susah untuk dijual karena ada date of expired. Tapi aman untuk dikonsumsi. Solusi produk kadaluwarsa, jual setengah harga dan konsumsilah untuk Anda sendiri. Produk Anda kadaluwarsa karena dibiarkan tersimpan tanpa diapa-apakan. Saya punya produk 32 box tidak takut kadaluwarsa karena saya jual produk itu.
Dengan dijual, saya untung 20-60%. Jadi produk saya terus berputar.

"Produk saya numpuk banyak. Apa yang mesti saya lakukan?"
Jual produk itu. Tapi JANGAN minta upline Anda untuk menjualkan apalagi disuruh membeli produk Anda. Minta tolong upline HANYA untuk membantu prospek, bukan menjual produk Anda.

Silakan cek tanggal kadaluwarsa produk Anda masing-masing dan segeralah mengambil tindakan. 


**
*Untuk Anda yang tidak punya waktu prospek orang atau tidak sempat ketemu orang karena sibuk, nanti akan saya bagikan tulisan bagaimana cara jualan produk BIOGREEN hanya dengan duduk manis di rumah.











Share:

Minggu, 16 Juni 2019

REVIEW : UNBOXING BIOGOLD Kemasan Sachet Baru


Dimana pun selalu bicara tentang BIOGOLD

Seminggu lalu saya maintenance akun saya dan produk yang saya ambil adalah produk favorit saya, BIOGOLD, dikirim ke rumah. Saat produk datang, tidak langsung saya buka. Saya pikir nanti saja karena stok BIOGOLD lama saya masih ada beberapa sachet, lumayan untuk pegangan selama 2-3 hari. Begitu stok sachet saya habis, saya langsung unboxing BIOGOLD kiriman minggu lalu. Ternyata kemasannya berbeda dari yang biasanya.
 
BIOGOLD sachetan kemasan baru. Rasanya lebih ke strawberry daripada rasa kopi. Lebih manis. Dan efeknya lebih cepet, satu setengah jam minum langsung mulai terasa sedikit efeknya di badan. Tubuh terasa agak enteng dan bagian yang "anu" terasa gimana gitu...

Untuk tampilan, saya lebih suka dengan sachet lama. Ornamen warna warninya membuat tampak mewah dan enak dilihat, apalagi difoto. Kalau sachet yang baru terlihat lebih sederhana. Bagian tengah kemasan hanya hitam polos saja.
BIOGOLD sachet kemasan lama

Sedangkan untuk rasa, saya lebih suka rasa yang baru. Terasa lebih fresh, lebih manis, dan tidak terlalu berasa kopi. Malah lebih ke arah rasa antara rasa strawberry atau vanilla.

BIOGOLD sachet kemasan baru

Untuk efek, sachet baru ini saya rasakan lebih cepat berasa. Satu setengah jam langsung terasa berbeda, lebih soft. Kepala belakang tidak terlalu sakit. Jantung saya tidak berdegup kencang dan tidak menimbulkan sesak nafas. Yang paling penting, tidak mengurangi kemampuan ereksi. Efek kejantanan dan kenikmatannya tetap sama antara kemasan lama dan baru, stabil. Sampai dua hari masih oke. Jadi mungkin untuk menghemat pemakaian, saya cukup minum 1 sachet untuk stamina selama 2 hari.

Apakah kandungan BIOGOLD kemasan baru berbeda dengan kemasan lama?
Saya tidak tahu pasti, dan belum secara detil mencari tahu. Kemungkinan ada perbedaan komposisi bahan, ini saya simpulkan dari rasanya agak berbeda antara kemasan lama dengan baru.

Mau kemasan lama atau baru, yang penting BIOGOLD tetap jadi pilihan utama dan andalan bagi pria dewasa yang butuh stamina dan bumbu "spicy" dalam bercinta. Meminum BIOGOLD 4-5 jam sebelum berhubungan intim, bagaikan menambah penyedap rasa dalam masakan Anda. Nagih..!!

Salam anget




Share:

Salah Kaprah Mengenai Biogold


Bila orang mendengar BIOGOLD,
plus slogan : 
"Mengubah burung perkutut menjadi burung garuda.."
maka dalam pikiran mereka adalah "barang" kecil bisa jadi besar karena minum BIOGOLD.
Atau "burung" yang tidak bisa bangun, akan menjadi sehat lalu bisa berdiri.

Manfaat dari BIOGOLD tersebut tidak salah.
Memang salah satunya demikian. Bagi pria yang memiliki disfungsi seksual,
BIOGOLD sangat membantu sekali sebagai terapi penyembuhan.

Tapi ada yang terlupakan atau banyak "pria sehat" yang tidak tahu, 
bahwa BIOGOLD justru sangat bagus sekali untuk pria normal.

Awalnya banyak pria sehat yang merasa tanpa perlu minum BIOGOLD pun sudah jago dan oke. Tapi ketika mereka mencobanya sekali, langsung akan terasa bedanya.
Selain bermanfaat untuk memperlancar pembuluh darah, BIOGOLD juga menjadi bumbu tambahan yang nikmat dalam hubungan seksual.
Proses penetrasi yang memang dasarnya sudah menyenangkan, akan bertambah 5 kali lebih nikmat dengan Anda konsumsi BIOGOLD.

Apa yang membuatnya terasa lebih nikmat?
Karena ketika begitu pertama penetrasi,
saat Mr. P mulai memasuki Miss. V, sensasi seperti orgasme sudah mulai terasa.
Dan terus bertahan hingga datangnya ejakulasi.

"Lho....kalau gitu jadi cepet keluar dong?"
Sama sekali tidak. Inilah kelebihan Anda mengkonsumsi BIOGOLD, Anda menjadi mampu menikmati proses penetrasi tanpa takut selesai di luar keinginan Anda.
Dahsyat.

Anda pria sehat yang sangat menikmati hubungan seksual?
Minumlah BIOGOLD sebagai bumbu sedap yang menambah kelezatan dalam pergumulan Anda dan pasangan.



Salam anget.


Share:

Senin, 10 Juni 2019

Tim Mawar Dalang Rusuh 21-22 Mei 2019..??


Majalah TEMPO hadir mengulas latar belakang sekaligus dalang dari kerusuhan Thamrin 21-22 Mei 2019. Hasil investigasinya ini disajikan dalam majalah TEMPO yang sekarang agak susah didapat.
Berikut salinan berupa pdf dari artikel majalahnya.
Bisa Anda dapatkan klik di bawah ini :

DI SINI

dan
DI SINI..!!
Share:

Minggu, 03 Februari 2019

Membantah Logika Hoax Untuk Membuktikan Tuhan itu Ada

Dialog seorang profesor dengan muridnya mengenai teodisi atau upaya untuk merekonsiliasi keberadaan Tuhan dengan kejahatan telah menyebar luas di dunia maya. Seorang murid dikisahkan berhasil membantah pernyataan profesor yang digambarkan “sombong.” Biasanya di akhir kata ditambahkan embel-embel “murid itu adalah Albert Einstein,” yang jelas salah karena Einstein tidak percaya Tuhan personal, namun kepada Tuhannya Baruch Spinoza, yaitu keserasian hukum alam. Selain mencatut nama Einstein, dialog ini juga memiliki kesalahan logika yang fatal.
Berikut adalah perbaikan untuk dialog tersebut yang diterjemahkan dari http://www.rationalresponders.com/debunking_an_urban_legend_evil_is_a_lack_of_something dengan sedikit adaptasi.
Sementara itu, kalau mau lihat kisah aslinya yang ngawur bisa dilihat di http://novrya.blogspot.nl/2011/01/profesor-yang-tidak-punya-otak.html

Alkisah, seorang profesor filsafat menantang muridnya: “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”
Seorang mahasiswa menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya.”
“Tuhan menciptakan semuanya?” tanya profesor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya,” kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, “Nah, ini ada teka-teki logika untuk kalian. Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, danmenurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab pernyataan profesor tersebut. Seorang mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si profesor. “Itulah inti dari diskursus filsafat.”
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Tentu saja,” ungkap si profesor. Raut muka si profesor tidak berubah karena ia sudah mendengar argumen buruk seperti ini berulang kali.
Si murid menanggapi, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”
Sang profesor pun menjawab dengan tegas: “Kamu ingat bab mengenai kesesatan semantik dalam bukumu?”
Si murid tampak bingung.
“Biar saya ulangi secara singkat. ‘Panas’ dan ‘dingin’ adalah istilah subyektif. Menurut John Locke, keduanya merupakan contoh ‘kualitas sekunder’. Kualitas sekunder merujuk kepada bagaimana kita merasakan suatu fenomena yang memang ada, dan dalam kasus ini pergerakan partikel atomik. Istilah ‘dingin’ dan ‘panas’ merujuk kepada interaksi antara sistem saraf manusia dengan variasi kecepatan dalam partikel atomik di lingkungan. Jadi apa yang sesungguhnya ada adalah suhu. Istilah ‘panas’ dan ‘dingin’ hanyalah istilah subjektif yang kita gunakan untuk menjelaskan pengalaman kita mengenai suhu.
“Maka argumen Anda salah. Anda tidak membuktikan bahwa ‘dingin’ itu tidak ada, atau bahwa ‘dingin’ ada tanpa status ontologis, apa yang Anda lakukan adalah menunjukkan bahwa ‘dingin’ adalah istilah subjektif. Hapuskanlah konsep subyektif tersebut, dan suhu yang kita sebut ‘dingin’ akan tetap ada. Menghapuskan istilah yang kita gunakan untuk merujuk kepada suatu fenomena tidak menghapuskan keberadaan fenomena tersebut.”
Murid: (agak shock) “Uh … oke … em, apakah gelap itu ada?”
Profesor: “Anda masih mengulangi kesesatan logika yang sama, hanya kualitas sekundernya yang diganti.”
Murid: “Jadi menurut profesor kegelapan itu ada?”
Professor: “Apa yang saya katakan adalah bahwa Anda mengulangi kesesatan yang sama. ‘Kegelapan’ adalah kualitas sekunder.”
Murid: “Profesor salah lagi. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Profesor: “‘Gelap dan terang’ adalah istilah subyektif yang kita gunakan untuk mendeskripsikan bagaimana manusia mengukur foton atau partikel dasar cahaya secara visual. Foton itu memang ada, sementara ‘gelap’ dan ‘terang’ hanyalah penilaian subyektif kita, yang sekali lagi terkait dengan interaksi antara sistem saraf manusia dengan fenomena alam yang lain, yaitu foton. Jadi, sekali lagi, hapuskanlah istilah subyektif itu dan foton akan tetap ada. Jika manusia menyebut ‘foton sebanyak x’ sebagai ‘gelap’ sementara kucing menyebutnya ‘cukup terang untukku,’ foton sebanyak x yang kita sebut sebagai ‘gelap’ tetap ada, dan akan tetap akan ada walaupun kita tidak menyebutnya gelap. Sudah paham, atau masih kurang jelas?”
Sang murid tampak tercengang.
Sang profesor berkata, “Tampaknya Anda masih bingung dengan kesesatan dalam argumen Anda. Tapi silakan lanjutkan, mungkin Anda akan paham.”
Sang murid berkata, “Profesor mengajar dengan dualitas. Profesor berargumen tentang adanya kehidupan lalu mengajar tentang adanya kematian, adanya Tuhan yang baik dan Tuhan yang jahat. Profesor memandang Tuhan sebagai sesuatu yang dapat kita ukur.”
Profesor langsung memotong, “Berhati-hatilah. Jika Anda menempatkan Tuhan di luar jangkauan nalar, logika, dan sains dan membuatnya ‘tak terukur,’ maka yang tersisa hanyalah misteri yang Anda buat sendiri. Jadi jika Anda menggunakan dalih bahwa Tuhan ada di luar jangkauan untuk menyelesaikan masalah, Anda juga tak bisa mengatakan bahwa Tuhan Anda bermoral. Bahkan Anda tak bisa menyebutnya sebagai apa pun kecuali tak terukur. Jadi solusi Anda tidak ada bedanya dengan membersihkan ketombe dengan memangkas rambut.”
Murid tersebut tercengang, namun tetap berusaha melanjutkan, “Profesor, sains bahkan tidak dapat menjelaskan sebuah pemikiran. Ilmu ini memang menggunakan listrik dan magnet, tetapi tidak pernah seorang pun yang melihat atau benar-benar memahami salah satunya.”
Profesor: “Anda mengatakan bahwa sains tak bisa menjelaskan pikiran. Saya sendiri kurang paham apa yang Anda maksud. Apakah Anda mencoba mengatakan bahwa masih banyak misteri dalam neurosains?”
Murid: “Begitulah.”
“Dan bahwa pikiran, listrik, dan magnetisme itu kita anggap ada walaupun tak pernah kita lihat?”
“Benar!”
Sang professor tersenyum dan menjawab, “Bukalah kembali bukumu mengenai kesesatan false presumption. Perhatikan bab ‘kesalahan kategoris.’ Kalau Anda pernah membacanya, Anda akan ingat bahwa kesalahan kategoris adalah saat Anda menggunakan tolak ukur yang salah untuk suatu entitas, misalnya menanyakan warna dari suara. Meminta seseorang melihat magnetisme secara langsung merupakan kesalahan kategoris.
“Namun, masih ada kesalahan lain dalam argumen Anda. Anda berasumsi bahwa empirisisme atau bahkan sains hanya didasarkan kepada pengamatan langsung. Ini tidak tepat. Penglihatan bukanlah satu-satunya cara untuk memahami dunia, dan sains juga bukan ilmu yang mempelajari apa yang kita lihat. Kita dapat menggunakan indera lain untuk melacak suatu fenomena. Dan kita juga dapat mempelajari pengaruh fenomena tersebut terhadap dunia. “Lebih lagi, Anda kembali melakukan kesalahan dengan menyatakan bahwa karena sains itu belum lengkap berarti Tuhan itu ada. Mungkin Anda perlu mempelajari kembali kesesatan ‘argumentum ad ignoratiam’ atau argumen dari ketidaktahuan.
“Dan juga, seperti yang dikatakan oleh Neil deGrasse Tyson, gunakanlah contoh yang lebih baik karena sains sudah mampu menjelaskan bagaimana pikiran terbentuk dan bahkan Maxwell sudah lama menggabungkan elektrisme dan magnetisme menjadi elektromagnetisme. Contoh yang lebih baik itu misalnya materi gelap yang membuat perluasan alam semesta menjadi begitu cepat. Fisikawan tak bisa menjawab itu, dan mungkin Anda akan mengatakan jawabannya Tuhan. Namun dengan begitu, Anda justru sedang menyusutkan Tuhan. Anda melakukan kesesatan ad ignoratiam bahwa yang belum dijelaskan sains itu adalah keajaiban Tuhan, dan itu berarti Anda menempatkan Tuhan untuk mengisi gap dalam sains. Nah, dahulu manusia juga tak mampu menjawab mengapa hujan terbentuk atau mengapa gunung meletus, dan orang-orang dulu menyebutnya karena Tuhan. Kini kita sudah memahami hujan dan gunung meletus, begitu pula pikiran, listrik dan magnetisme, dan ke depannya materi gelap juga mungkin akan kita pahami. Dengan begitu Tuhan yang mengisi gap pun terus menciut.
“Masih ada yang mau ditambahkan? Apakah penjelasan saya sudah cukup jelas?”
Sang murid tampak bingung dan mencoba melakukan ad nauseam, “Em … kembali ke diskusi awal kita. Untuk menilai kematian sebagai kondisi yang berlawanan dengan kehidupan sama saja dengan melupakan fakta bahwa kematian tidak bisa muncul sebagai suatu hal yang substantif. Kematian bukanlah kontradiksi dari hidup, hanya ketiadaan kehidupan saja.”
Profesor pun berkata, “Apakah Anda jatuh cinta dengan kesesatan kualitas sekunder? Lagi-lagi Anda melakukan kesalahan yang sama. ‘Kematian’ dan ‘kehidupan’ adalah istilah subjektif yang kita gunakan untuk menjelaskan fenomena keadaan-keadaan biologis. Menghapuskan istilah subyektif kematian tidak menghapuskan keberadaan kematian.”
Si murid pun mencoba mengalihkan pembicaraan, “Apakah imoralitas itu ada?”
Si profesor menggelengkan kepalanya dan berkata, “Keledai pun tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama. Ada yang masih kurang jelas, atau perlu saya ulangi lagi?”
Sang murid yang terus berusaha menjustifikasi kepercayaannya berkata, “Begini … imoralitas itu adalah ketiadaan moralitas. Apakah ketidakadilan itu ada? Tidak. Ketidakadilan adalah ketiadaan keadilan. Apakah kejahatan itu ada? Bukankah kejahatan itu ketiadaan kebaikan?”
Sang profesor menanggapi, “Jadi, jika seseorang membunuh ibumu malam ini, tidak terjadi apa-apa? Hanya ada ketiadaan moralitas di rumah Anda? Tunggu … dia tidak mati … cuma ketiadaan hidup kan?”
Si murid berkata, “eh…”
“Sekarang sudah mengerti di mana salahnya?” ujar sang profesor. “Anda mencampur kualitas sekunder dengan fenomena. ‘Imoralitas’ adalah istilah deskriptif untuk perilaku. Istilah tersebut bersifat sekunder, namun perilaku tetaplah ada. Jadi jika Anda menghapuskan kualitas sekunder itu, Anda tidak menghapuskan perilaku yang sesungguhnya terjadi. Dengan mengatakan imoralitas sebagai ketiadaan moralitas, Anda tidak menghapuskan keinginan atau perilaku imoral, tetapi hanya istilah subyektifnya. Begitu lho.”
Si murid masih kukuh, “Apakah profesor pernah mengamati evolusi itu dengan mata profesor sendiri?”
Sang profesor sudah bosan mendengar argumen “pernah lihat angin tidak.”
“Evolusi itu bisa diamati karena hingga sekarang masih berlangsung. Misalnya, pada tahun 1971, beberapa kadal dari pulau Pod Kopiste di Kroasia dipindah ke pulau pod Mrcaru. Pulau Pod Kopiste tidak banyak tumbuhan sehingga memakan serangga, sementara di pulau Pod Mrcaru ada banyak tumbuhan. Setelah ditinggal selama beberapa dekade, ketika ditemukan kembali, kadal di pulau Pod Mrcaru mengalami proses evolusi. Kadal tersebut mengembangkan caecal valve, yaitu organ yang penting untuk mengolah selulosa dalam tumbuhan, yang sebelumnya tidak ada. Atau, jika Anda pergi ke laboratorium Richard Lenski di Amerika Serikat, Anda bisa saksikan sendiri bagaimana bakteri e coli yang sebelumnya tak bisa mengolah asam sitrat, karena evolusi dengan seleksi alam muncul e coli yang bisa mengolah asam sitrat.
“Lagipula, Anda lagi-lagi terjeblos dalam kesesatan ad ignoratiam. Jika ingin konsisten dengan logika Anda, Anda akan mengatakan bahwa pohon tidak pernah tumbuh karena Anda tak pernah melihat langsung bagaimana pohon tumbuh. Lebih lagi, Anda kembali melakukan kesalahan dengan mengasumsikan bahwa sains itu hanya terdiri dari pengamatan langsung.“
Si murid memotong, “Apakah ada dari kelas ini yang pernah melihat otak Profesor? Apakah ada orang yang pernah mendengar otak Profesor, merasakannya, menyentuhnya atau menciumnya? Tampaknya tak seorang pun pernah melakukannya. Jadi, menurut prosedur pengamatan, pengujian dan pembuktian yang disahkan, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa profesor tidak memiliki otak. Dengan segala hormat, bagaimana kami dapat mempercayai pengajaran profesor?”
Si profesor tertawa dan menjawab, “Terima kasih sudah hadir di kelas ini sehingga saya bisa membenarkan kesalahan Anda walaupun Anda terus menerus mengulanginya. Sekali lagi, sains itu tidak terbatas kepada ‘melihat’ sesuatu. Sains itu juga rasional. Kita dapat menyimpulkan berdasarkan bukti yang ada. Dan salah satu simpulan yang dapat saya tarik dengan mengamati perilaku Anda hari ini adalah bahwa Anda telah membuang-buang uang karena tidak membaca buku logika yang sudah Anda beli. Jadi saya sarankan bacalah buku itu kembali dari halaman satu agar tidak terus menerus mengulangi kesalahan yang sama.”
– Dan murid itu adalah orang yang tidak banyak membaca…
Share:

Selasa, 29 Januari 2019

Kemanakah Arah Politik Ahok?

Pada Pilpres 2019, Ahok punya empat pilihan politik:
mendukung petahana,
paslon 02,
netral atau
abstain.

Opsi terakhir tampaknya tidak akan diambil Ahok, sebab melalui surat yang dibuatnya baru-baru ini, dia justru menghimbau pengikutnya agar tidak golput.
Bila membaca suratnya, ada kecenderungan Ahok akan memilih opsi ketiga, yaitu netral. Sinyalnya menuju ke sana. Tetapi Ahok kan tidak mudah ditebak.

Dulu, misalnya, dia pernah tegas menolak diusung oleh partai untuk maju di Pilkada DKI Jakarta. Keinginannya melalui jalur independen. Namun pada akhirnya tetap diusung oleh partai juga.
Jadi, walaupun surat Ahok tidak memberi kode dukungan kepada salah satu paslon, itu bukan jaminan Ahok akan mengambil sikap netral atau hanya puas menjadi pemilih di Pilpres.

Sedangkan untuk memilih opsi kedua, yaitu mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, kemungkinannya lebih kecil lagi. Ada hambatan psikologis dari masing-masing pihak untuk membangun kerjasama politik.
Ahok sepertinya berat untuk mendukung paslon 02 karena secara real politic, partai-partai pendukung Prabowo-Sandi justru merupakan lawan politiknya.
Sementara dari kelompok pendukung Prabowo-Sandi pun tampaknya masih memperlihatkan sikap anti-Ahok. Sikap itu terutama datang dari mereka yang sangat keras menentang Ahok pada kasus penodaan agama.

Oleh sebab itu, saya menduga pada gilirannya Ahok akan mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.
Walaupun dukungan itu mungkin tidak langsung ia nyatakan di hari kebebasannya atau pada waktu dekat, tetapi dipertengahan waktu atau menjelang hari pemungutan suara boleh jadi dukungan itu akan ia berikan.

Soal dukungannya akan ia sampaikan secara ekplisit atau implisit itu soal lain. Tetapi pilihan pada opsi yang pertama ini tampaknya menjadi kemungkinan yang paling besar.

Bahwa di kubu paslon 01 ada figur cawapres Ma'ruf Amin yang punya peran besar menjebloskan Ahok ke penjara, itu saya kira bisa diselesaikan lewat kompromi politik.
Apalagi Ma'ruf Amin sendiri sudah pernah menyampaikan permintaan maaf untuk kasus Ahok yang ia sebut terpaksa ia lakukan karena suatu situasi.

Tetapi jika kelak Ahok mendukung paslon 01, hal itu tampaknya tidak akan memberi banyak pengaruh terhadap peningkatan suara Jokowi-Ma'ruf. Sebab, kecenderungannya pendukung Ahok selama ini sudah mendukung capres petahana.
Artinya, tanpa adanya pernyataan dukungan dari Ahok sekalipun, tren dukungan para 'Ahokers' terhadap paslon 01 sebenarnya sudah tergambar di dalam hasil survei, misalnya.

Masalahnya, dukungan Ahok kepada Jokowi-Ma'ruf justru bisa merugikan bagi pasangan itu jika Ahok kembali membuat 'ulah'. Hal ini mengingat Ahok adalah sosok kontroversial yang ucapannya seringkali memantik kemarahan dari pihak lain.

Kelompok 'swing voters' Jokowi-Ma'ruf bisa saja mengalihkan dukungannya ke kubu Prabowo-Sandi jika Ahok tidak berhati-hati dalam mengeluarkan ucapan.
Sekali saja Ahok melakukan blunder yang menyangkut isu-isu sensitif, maka selain berpotensi kehilangan suara dari pemilih 'bersayap', Jokowi-Ma'ruf juga akan semakin berat untuk mempengaruhi kelompok 'undecided voters'.

Kekhawatiran tentang hal itu bukan tanpa alasan, sebab dalam surat Ahok terdapat frasa yang menyebutkan "Aku akan semakin arogan dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang".
Lebih jauh lagi, jika Ahok kembali "berulah", maka hampir dapat dipastikan iklim Pilpres 2019 akan lebih panas dari Pilkada DKI Jakarta 2017.
Share:
Adsense Indonesia

Blog Archive