inspirasi dan seni

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah
cara mudah orgasme

Google

Rabu, 26 Desember 2018

Apakah Yesus Sama dengan Isa??


Satu pertanyaan singkat tersebut memiliki jawaban yang cukup panjang dan perlu kajian yang mendalam. Sama atau tidak, tergantung dari sudut pandang mana Anda melihat.

Benarkah Yesus lahir tanggal 25 Desember?
Tidak ada yang tahu kapan persisnya dia lahir. Kalau tidak ada bukti bahwa Yesus Kristus lahir pada 25 Desember, mengapa Natal dirayakan pada tanggal tersebut? Encyclopedia Britannica mengatakan bahwa para bapak gereja kemungkinan memilih tanggal itu "agar bertepatan dengan perayaan kafir Romawi yang memperingati hari lahir matahari yang tak tertaklukkan”, pada titik balik matahari di musim dingin. Banyak pakar percaya bahwa hal ini dilakukan agar Kekristenan lebih bermakna bagi orang-orang kafir yang menjadi Kristen. Madhzab mayor Kristen memperingati kelahirannya setiap 25 desember, tapi ada juga yang memperingatinya tgl 7 jan atau tgl lain.  Tidak ada masalah soal itu. Karena peringatan natal lebih pada bagian dari budaya dan tradisi saja.

Sudut pandang sejarah.
Sebagai tokoh sejarah, ada seorang anak tukang kayu bernama Yeshua, lahir di Betlehem sekitar tahun 6/5 SM. Beragama Yahudi pada masa pemerintahan kaisar Agustus. Nama diri Yesus berasal dari bentuk Latin nama Yunani Iesous, yang merupakan bentuk Yunani untuk nama Ibrani Yehoshua, dengan variasi Ibrani Yosua atau Yoshua. Sedangkan Isa secara etimologi merupakan hasil bentukan yang disesuaikan lidah penutur bahasa Arab.
Merujuk pada konteks ini, ciri-ciri yang disebutkan Quran dan Alkitab, Yesus dan Isa mempunyai banyak kemiripan. Sehingga bisa disimpulkan bahwa Yesus sama dengan Isa.

Sudut pandang agama.
Mayoritas kristen (ada madzhab kristen yang berpandangan berbeda) mengakui bahwa tokoh bernama Yesus adalah sungguh Tuhan dan sungguh manusia yang lahir tanpa proses pembuahan, anak Maria, mati di salib dan bangkit pada hari ketiga.
Sedangkan Isa dalam islam adalah seorang nabi, anak Maryam, dianugerahi mukjizat oleh Allah, tidak mati di salib, diangkat dari dunia ke langit dan dimuliakan.
Merujuk pada konteks ini, Yesus dan Isa adalah 2 tokoh yang BERBEDA. Yang satunya Tuhan dan satunya nabi. 
Maka tidak perlu ada pertentangan soal ini, karena masing-masing kepercayaan mengimani 2 tokoh berbeda. Yesusmu bukan nabiku dan Isamu bukan tuhanku, karena mereka adalah tokoh berbeda.

Bila demikian, berarti Tuhan tidak Maha Satu dong?
Dengan adanya perbedaan "sesembahan tuhan" mungkin saja memang ada banyak tuhan. Karena masing-masing agama memiliki tuhannya sendiri yang tidak disembah agama lain.
Mungkin juga hanya ada satu tuhan yang benar. Adanya perbedaan "sesembahan tuhan" lebih dikarenakan salah tafsir pada "Firman Tuhan" yang turun temurun pada penganut agama.
Lebih ekstrim lagi, mungkin saja tuhan itu tidak ada, hanya mitos. Yang ada hanyalah alam semesta dengan segala hukumnya tanpa ada tokoh tuhan.

Agama dan mitos
Kisah di luar logika yang diceritakan turun temurun yang tidak Anda saksikan sendiri  adalah dongeng dan mitos. Ketika mitos itu Anda percayai, maka itu disebut keyakinan, hanya yakin tanpa perlu dibuktikan. Lalu ketika keyakinan tersebut terus Anda pegang dan percayai, jadilah iman. Orang-orang yang memiliki iman yang sama, berkumpul berserikat dan memiliki syahadat yang sama menjadi dogma akhirnya terbentuklah kepercayaan atau agama.

Agama yang Anda peluk adalah agama yang paling benar menurut Anda. Setiap agama merasa yakin dirinya yang benar. Lalu kepercayaan mana yang paling benar? Hanya waktu yang akan menjawabnya. 

Agama Nordik yang menyembah Odin dianut banyak bangsa berumur lebih dari 2000 tahun. Toh, akhirnya punah. Pada Abad Pertengahan Akhir semua orang, yang dulunya menyembah Odin, telah berpindah ke agama Kristen, dan hampir tak ada lagi yang menyembah Odin. Bahkan tokoh agama tersebut sekarang menjadi cameo di film Avenger.

Agama Zeus pun memiliki nasib yang sama, kini hanya menjadi mitos tanpa ada yang mengimani. Padahal dulu banyak sekali ummatnya dan kuil-kuil pemujaannya tersebar di berbagai daratan.

Apakah agama Anda yang "berumur muda" ini nantinya akan mengalami hal yang sama? Atau bahkan akan terus abadi? Sekali lagi, hanya waktu yang akan menjawabnya. Anda boleh yakin agama Anda paling benar dan abadi. Tidak masalah. Yang penting adalah agama yang Anda anut ini membuat Anda berbuat baik pada orang lain dan hidup lebih berbahagia.



Salam anget.




Share:

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah mampir.
Silakan meninggalkan komentar dan SHARE ke media sosial Anda.

Adsense Indonesia

Blog Archive