inspirasi dan seni

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah
cara mudah orgasme

Senin, 31 Desember 2018

Apa Yang Terjadi Setelah Manusia Mati?



Saya berbicara bersama arwah mencari tahu apa yang terjadi setelah kita mati. Dari penjelasan orang-orang yang meninggal itu, saya berbagi teori tentang apa yang terjadi setelah manusia dikuburkan. Saya tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi ketika kita meninggal. Akan tetapi, saya setidaknya sekarang memiliki gambaran karena sering berbincang dengan orang yang sudah meninggal.
Begini, saya adalah seorang spiritualis. Saya bisa mendengar, melihat dan merasakan keberadaan makhluk halus. Pengalaman ini tidak menakutkan. Kalau dipikir-pikir lebih mirip film Ghost yang diperankan Whoopi Goldberg (ketika dia tidak menipu orang). Anda mungkin menganggapnya aneh, tapi saya merasa biasa-biasa saja dengan semua ini.
Saya pernah berbicara dengan roh laki-laki yang mendatangi saya untuk memberikan saran berpakaian kepada seorang teman bernama Sahar. Dia diminta berbicara di acara memorial laki-laki tersebut di rumahnya. Sahar membawa sepatu modis yang tidak nyaman dipakai. Roh tersebut ingin menegurnya untuk pakai sepatu biasa saja. (Lelaki itu sebenarnya sangat bijaksana, tapi masalah sepatu ini benar-benar mengusik karena dia sering membicarakan perihal  sepatu Sahar semasa hidupnya.)
Tak peduli apa kata orang lain, satu hal yang pasti adalah kita mati setelah meninggal. Siapa pun yang berpandangan berbeda pasti hidup dengan angkuh. Saya tidak bisa bilang saya paham, tapi saya sangat yakin apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagi saya, tidak ada yang namanya kematian. Maksudnya, iya kita mati. Tubuh berhenti berfungsi, dan jiwa meninggalkan tubuh kita. Saya menyadari itu. Namun, bukan jiwa yang berada di dalam tubuh. Tubuh lah yang hidup di dalam jiwa kita. Jadi, jiwa kita akan tetap mengembara meskipun tubuh sudah selesai menjalankan tugasnya di dunia. Kita sangat mudah terjebak dalam pikiran manusiawi ketika memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi seperti yang dikatakan Gertrude Stein: “there is no there there.”
Sebagai spiritualis, tugas saya bukan melacak keberadaan makhluk halus untuk menanyakan apa yang mereka lakukan “di sana.” Saya hanya mengobrol dan membantu mereka. Saya juga sering menjadi perantara antara mereka dan orang yang masih hidup. Mereka sering menunjukkanku bagaimana rasanya ketika meninggal atau masa-masa bahagia mereka. Mengobrol dengan roh sama normalnya seperti kita berbincang dengan manusia biasa. Kadang santai, kadang serius juga. Rasanya seperti mengobrol dengan orang tanpa tubuh. Dengan kata lain, saya melihat dan mendengarkan mereka dengan seluruh diriku, bukan hanya mata dan telinga saja.
Waktu pertama kali menjadi spiritualis, ada perempuan yang mendatangi saya karena dia merasakan kehadiran arwah neneknya di rumah. Dia yakin kalau neneknya ingin menyampaikan sesuatu kepadanya. Saya pergi ke rumah Bunga (sebut saja demikian) dengan penuh semangat, dan memang merasakan kehadiran neneknya (sebut saja Mawar) di sana.
Neneknya ngotot ingin menyampaikan pesan kepada cucunya, dan saya amat terkejut mendengarkan ucapannya. “Ambil uang suamimu sampai habis. Lakukan sekarang!” katanya. Saya awalnya tidak mau memberi tahu Bunga, karena dia sangat menyayangi neneknya dan berharap mendapat pesan menyentuh. Tapi, saya tidak berhak mengubah isi pesan yang diterima, jadi saya memberi tahu Bunga apa adanya. Bunga langsung tertawa terbahak-bahak saat mendengarnya. Nenek Mawar ternyata terobsesi dengan uang, dan kakeknya menghabiskan uang tabungan mereka untuk berjudi. Mawar tak pernah bisa melupakan ini bahkan setelah meninggal, maka dia mendatangi cucunya hanya untuk menyuruh Bunga mencuri uang suaminya. Dari sini, kita bisa melihat kalau nilai-nilai, gairah, dan segala hal yang melekat pada diri akan terus bersama kita ke manapun kita pergi.
Bila semasa hidup Anda brengsek, setelah mati pun, Anda tetap orang brengsek. Kalau Anda mati penuh rasa bersalah, rasa itu akan mengikuti. Seperti semua pengalaman transformatif, kematian bisa menjadi penebusan dosa atau penyembuhan, tapi ini bukan jaminan. Pikirkan setiap saat Anda merasa bisa mencapai kedamaian, kebebasan, atau bahkan hanya istirahat, tapi Anda tidak bisa merasakannya. Mengambil inisiatif itu tidak gampang, dan Anda harus percaya bahwa Anda berhak menjalankan hidup dengan baik.
Istilah Surga dan Neraka sebagai lokasi fisik yang menawarkan kedamaian dan hukuman materiil hanya merupakan konsep agar mudah dipahami. Tapi menurut saya, tanpa bentuk fisik, ya tidak ada yang namanya tempat. Secara teknis, kita bukannya pergi kemana; dan tanpa patokan mengenai dimana, unsur kapan menjadi sebuah dimensi yang semakin susah diukur. Ini tidak romantis, tidak selalu menyenangkan atau buruk, pokoknya tidak mudah untuk digambarkan. Seperti kehidupan nyata, karena itu memang bagian dari kehidupan, tapi pengalaman kehidupan yang berbeda. Hal ini susah dibicarakan karena sebagai makhluk fisik, kita hanya memiliki bahasa dan konteks pengertian kenyataan fisik. Bahasa adalah hal fisik, yang membuatnya susah untuk menghindari klise ketika membicarakan hal seperti ini. Bila Anda bingung, ingat saja ini: “Kita lebih dari sekedar tubuh kita.”
Saya pernah berbicara dengan banyak sekali orang mati yang menyesal selama hidupnya tidak mengejar mimpi mereka demi menyenangkan orang lain. Yang saya pelajari dari itu adalah bahwa kita harus berhenti mencoba menjadi orang lain. Lakukan apa yang seharusnya Anda lakukan.
Setelah sebuah roh menggugurkan tubuhnya, dia akan memasuki “fase kepompong,” dimana dia terinsulasi, terlindungi, dan aman. Ini sebuah fase yang mengizinkan kita untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru dan melepaskan kehidupan fisik yang baru kita tinggalkan.
Siklus ini rupanya lebih mudah bagi anak-anak, orang yang berdamai dengan spiritualitas kematian, dan mereka yang sudah tahu mereka akan meninggal. Karena tubuh itu tidak ada, maka waktu juga tidak ada, jadi seberapa lama sebuah roh menetap di fase ini tidak penting. Anda akan menetap di situ selama dibutuhkan.
Untuk memahami konsep ‘tidak ada waktu,’ bayangkan seperti Anda sedang bermimpi, Anda bisa tertidur selama 15 menit dan ketika Anda bangun, mungkin Anda merasa sudah tidur berjam-jam. Atau mungkin Anda bisa tidur delapan jam penuh dan ketika  bangun, Anda merasa hanya beberapa menit telah berlalu. Saat Anda tidak berada di dalam tubuh, waktu menjadi hal berbeda karena waktu adalah konsep duniawi.
Masa hidup orang yang sudah mati masing-masing sangat berbeda antara satu dengan yang lain. Jadi tidak perlu memikirkan seberapa lama sebuah roh berada pada fase ini karena waktu bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Saat seseorang memasuki fase kepompong ini, mereka belum dapat berinteraksi, dan orang yang mereka cintai belum dapat merasakan kehadiran mereka. Seperti sebuah perawatan spa untuk roh dengan tulisan “jangan diganggu” di pintu. Roh tersebut bukannya tidak bisa dihubungi, tapi tidak sopan kan bila diganggu.
Setelah sebuah roh meninggalkan fase kepompong, dia akan tetap beresonansi dengan kepribadiannya selama jangka waktu yang tidak diketahui. Orang yang sudah meninggal sering menunggu kehadiran orang-orang terdekat karena alasan cinta atau kesetiaan, tapi saya tidak dapat mengakses rencana perjalanan atau pengalaman mereka. Saya hanya merupakan saluran untuk pesan. Seperti radio batiniah. Tapi saya tahu bahwa pada titik waktu tertentu, sebuah roh akan menjadi penuh hingga memasuki keadaan lengkap, mulai meninggalkan kepribadian mereka, lalu dipenuhi dengan cahaya diri mereka yang hakiki, dan begitu indah.
Berbicara dengan seseorang yang telah berhasil bertransformasi dari kepribadian mereka adalah hal yang indah; seakan-akan arwah itu menjauhi dan mendekatiku sekaligus. Saya tidak melihat cahaya seperti di film, di mana orang yang sudah meninggal berubah menjadi bola cahaya. Tapi energi yang kita wujudkan memang menyerupai cahaya dibanding bentuk lain. Indah bagi saya mengetahui bahwa hidup itu sebenarnya tidak berakhir, tapi terus berubah bentuk selama perjalanan sesudah mati.

Jessica Lanyadoo


Share:

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah mampir.
Silakan meninggalkan komentar dan SHARE ke media sosial Anda.

Adsense Indonesia

Blog Archive