inspirasi dan seni

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah
cara mudah orgasme

Rabu, 21 November 2018

Agama itu Candu


Belatar belakang abuse of power yang terjadi di Gereja Katolik Roma pada abad pertengahan, yang kemudian menjadi salah satu akibat muncul denominasi Protestan oleh Martin Luther, Marx dengan tegas menyatakan untuk berhati-hati dengan agama. Agama adalah candu, bagi kaum proletar itu utopia. Sedangkan bagi kaum borjuis itu menjadi alat kekuasaan. Pada akhirnya yang terjadi adalah dytopia. Pada saat itu Paus sebagai pemimpin agama Katolik Roma sangat berpengaruh pada kerajaan-kerajaan di Eropa. Tentu saja tidak semua Paus yang menjabat bekerja dengan benar. Bahkan tercatat sejarah beberapa Paus korup, melakukan pelecehan seksual, mempunyai gundik, bahkan menjadi penyebab terjadinya Perang Salib demi kepentingan kekuasaan dengan dalih berjihad membela nama Tuhan.

Trauma atas penggunaan agama sebagai alat kekuasaan, para imigran Irlandia dan Inggris dengan keras menolak aturan agama masuk ke dalam konstitusi Amerika. Secara tegas UUD Amerika Serikat memisahkan agama dengan negara. Tetapi negara tetap menjamin kebebasan beragama dan tidak ikut campur mengatur cara warganya beribadah sepanjang tidak mengganggu kebebasan orang lain. Amerika Serikat yang anti komunis justru mengaplikasikan saran Karl Marx tentang pemisahan antara agama dan negara.

Indonesia seharusnya belajar dari sejarah. Sepanjang agama masih "dikelola" oleh negara, Indonesia tidak akan pernah lepas dari religion abuse of power. Agama selalu dijadikan kamuflase untuk memuaskan syahwat politik para elit. Rakyat yang tidak bisa berpikir sehat menjadi korban. Utopia agama dan iming-iming surga neraka membuat mereka tidak bisa berpikir sehat. Percuma berbicara slogan "Agama tidak boleh dijadikan alat politik." bila undang-undang tidak dengan tegas memisahkan antara agama dan negara.

Yang selalu menjadi alibi para pendukung perda agama adalah sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Perlu Anda ketahui, sila pertama bukan membahas tentang agama, tapi soal ketuhanan. Tentu saja keduanya memiliki substansi yang sangat jauh berbeda. Saya bilang, pencetus kalimat pancasila benar-benar jenius.

"Agama tidak bisa dipisahkan dari politik"
Tentu saja yang akan terjadi adalah religon abuse of power. Sejarah Gereja Katolik Roma sudah membuktikan, bagaimana akhirnya Kristen yang satu dan besar terpecah menjadi banyak denominasi semata-mata karena penyalahgunaan kekuasaan. Karl Marx, negara-negara Skandinavia, Amerika Serikat dan banyak negara menolak ini.

"Agama sebaiknya dijadikan panduan moral berpolitik."
Itu utopia. Kamuflase dari para elit yang ingin mendulang suara dari para "pecandu agama" dan menggunakan mereka sebagai alat untuk menekan orang-orang yang berpikiran berseberangan.

"Agama dijadikan panduan moral bermasyarakat. Tidak lebih."
Ini lebih realistis. Agama cukup mengatur agar pemeluknya hidup baik dan semoga setelah mati masuk surga mereka. Urusan politik, hukum biarlah menjadi urusan dunia tanpa dicampuri urusan akhirat.

Salam anget

**
Masalah moral masalah akhlak,
biar kami cari sendiri.
Urus saja moralmu,
urus saja akhlakmu.
Peraturan yang sehat yang kami mau.
Tegakkan hukum setegak-tegaknya.
Adil dan tegas tak pandang bulu.
Pasti kuangkat engkau,
menjadi manusia setengah dewa...
- Manusia Setengah Dewa - Iwan Fals



Share:

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah mampir.
Silakan meninggalkan komentar dan SHARE ke media sosial Anda.

Adsense Indonesia

Blog Archive