inspirasi dan seni

Tarot versi Gilded

maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.

Rider-Waite Tarot

The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards

BIOGOLD

Bagi pria ketika hubungan seksual, enak itu baru terasa saat mendekati ejakulasi, hingga akhirnya orgasme. Tapi bila Anda minum BIOGOLD, dari pertama kali penetrasi langsung sudah terasa enaknya. Bila Anda mengkonsumsi BIOGOLD sore, rasanya biasa aja. Tapi malamnya dirangsang dikit aja, pasti langsung ereksi. Itu begitu penis masuk vagina, udah langsung enak banget. Tidak perlu menunggu ejakulasi dan tidak cepat keluar. Satu jam bisa 3-4x ejakulasi...!!!

Seni Meracik minuman keras

Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail

Di Lorong Ku Menatap

Yang ini jelas foto profil saya to

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah

Sejam bisa sampai 3-4 kali..!! 18+ klik gambar bawah
cara mudah orgasme

Rabu, 21 November 2018

Agama itu Candu


Belatar belakang abuse of power yang terjadi di Gereja Katolik Roma pada abad pertengahan, yang kemudian menjadi salah satu akibat muncul denominasi Protestan oleh Martin Luther, Marx dengan tegas menyatakan untuk berhati-hati dengan agama. Agama adalah candu, bagi kaum proletar itu utopia. Sedangkan bagi kaum borjuis itu menjadi alat kekuasaan. Pada akhirnya yang terjadi adalah dytopia. Pada saat itu Paus sebagai pemimpin agama Katolik Roma sangat berpengaruh pada kerajaan-kerajaan di Eropa. Tentu saja tidak semua Paus yang menjabat bekerja dengan benar. Bahkan tercatat sejarah beberapa Paus korup, melakukan pelecehan seksual, mempunyai gundik, bahkan menjadi penyebab terjadinya Perang Salib demi kepentingan kekuasaan dengan dalih berjihad membela nama Tuhan.

Trauma atas penggunaan agama sebagai alat kekuasaan, para imigran Irlandia dan Inggris dengan keras menolak aturan agama masuk ke dalam konstitusi Amerika. Secara tegas UUD Amerika Serikat memisahkan agama dengan negara. Tetapi negara tetap menjamin kebebasan beragama dan tidak ikut campur mengatur cara warganya beribadah sepanjang tidak mengganggu kebebasan orang lain. Amerika Serikat yang anti komunis justru mengaplikasikan saran Karl Marx tentang pemisahan antara agama dan negara.

Indonesia seharusnya belajar dari sejarah. Sepanjang agama masih "dikelola" oleh negara, Indonesia tidak akan pernah lepas dari religion abuse of power. Agama selalu dijadikan kamuflase untuk memuaskan syahwat politik para elit. Rakyat yang tidak bisa berpikir sehat menjadi korban. Utopia agama dan iming-iming surga neraka membuat mereka tidak bisa berpikir sehat. Percuma berbicara slogan "Agama tidak boleh dijadikan alat politik." bila undang-undang tidak dengan tegas memisahkan antara agama dan negara.

Yang selalu menjadi alibi para pendukung perda agama adalah sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Perlu Anda ketahui, sila pertama bukan membahas tentang agama, tapi soal ketuhanan. Tentu saja keduanya memiliki substansi yang sangat jauh berbeda. Saya bilang, pencetus kalimat pancasila benar-benar jenius.

"Agama tidak bisa dipisahkan dari politik"
Tentu saja yang akan terjadi adalah religon abuse of power. Sejarah Gereja Katolik Roma sudah membuktikan, bagaimana akhirnya Kristen yang satu dan besar terpecah menjadi banyak denominasi semata-mata karena penyalahgunaan kekuasaan. Karl Marx, negara-negara Skandinavia, Amerika Serikat dan banyak negara menolak ini.

"Agama sebaiknya dijadikan panduan moral berpolitik."
Itu utopia. Kamuflase dari para elit yang ingin mendulang suara dari para "pecandu agama" dan menggunakan mereka sebagai alat untuk menekan orang-orang yang berpikiran berseberangan.

"Agama dijadikan panduan moral bermasyarakat. Tidak lebih."
Ini lebih realistis. Agama cukup mengatur agar pemeluknya hidup baik dan semoga setelah mati masuk surga mereka. Urusan politik, hukum biarlah menjadi urusan dunia tanpa dicampuri urusan akhirat.

Salam anget

**
Masalah moral masalah akhlak,
biar kami cari sendiri.
Urus saja moralmu,
urus saja akhlakmu.
Peraturan yang sehat yang kami mau.
Tegakkan hukum setegak-tegaknya.
Adil dan tegas tak pandang bulu.
Pasti kuangkat engkau,
menjadi manusia setengah dewa...
- Manusia Setengah Dewa - Iwan Fals



Share:

Senin, 19 November 2018

Inilah Caranya Mengetahui Pernikahan Anda Bahagia atau Tidak


Di era 90-an ada lagu rap yang sangat populer, judulnya "Cewek Matre". Refrennya begitu sering dinyanyikan untuk meledek beberapa oknum kaum hawa tersebut, 
"Cewek matre, cewek matre, ke laut aja..."

Saya setuju bahwa memang ada oknum yang disebut cewek matre tersebut. Perilaku ini ada, saya beberapa kali bertemu mereka dan bisa dipastikan mereka gagal memorotin saya. Bukan karena saya lihai tapi apa juga yang bisa diporotin dari kantong saya :D.

Banyak pria salah mengartikan makna cewek matre. Di lain pihak, banyak pula perempuan nyiyir yang mengatakan bahwa cewek matre itu tidak ada, yang ada hanya cowok kere yang tidak bisa memenuhi kebutuhan perempuan.

Sekali lagi saya bilang, cewek matre itu ada. Benar-benar ada. Cewek matre sesungguhnya adalah perempuan pelacur, menjual dirinya dengan atau tanpa seks dengan dalih cinta sebagai pacar atau istri (biasanya simpanan). Motif perempuan tersebut bukan cinta, melainkan uang, hanya uang dan segala harta yang bisa diambil dari pria.

Berbeda dengan perempuan yang menjadi pacar atau istri (mungkin simpanan) dengan motif cinta. Bila mereka meminta sesuatu pada pasangannya untuk menafkai kehidupan mereka,  saya rasa itu adalah hal yang wajar. Besar atau sedikit itu relatif dan stigma cewek matre tidak layak disematkan pada mereka. Ingat, dasar hubungan tersebut yang utama adalah cinta. Maka tidak tepat bila itu disebut melacur, meskipun (mungkin) mengganggu suami orang.

Jadi wajar sekali bila perempuan menuntut materi pada pasangannya, sangat realistis. Dan hanya pria "tidak mampu" lah yang kemudian mencap pasangannya sebagai cewek matre. Segala keperluan perempuan itu mahal, Bung. Segala lipstik yang kelihatan sampai beha yang tertutup pun memiliki harga yang harus dibeli. Kalau tidak mampu mencukupinya, sebaiknya jauh-jauh deh, cari perempuan yang mau menderita dan diajak hidup susah. Ini soal pilihan dan kemampuan.

Soal bagaimana pria memperlakukan pasangannya sangat mudah diukur. Lihatlah perempuan tersebut. Apakah dia menikahi pria yang tepat atau tidak semuanya akan terlihat jelas dari penamilannya. Bila dia menikahi orang yang tepat, bahkan sampai tua pun dia pasti bisa mempertahankan kecantikannya. Tapi bila salah orang, semuanya malah akan terpuruk.

Wajah perempuan sebelum 30 tahun itu ditentukan oleh keturunan, tapi setelah 30 tahun itu ditentukan dari pernikahan atau  pasangannya. Kalau Anda memiliki pasangan yang pengertian dan tahu bagaimana memperlakukan Anda sebagai perempuan, Anda akan menjadi perempuan yang cantik dan berbahagia.

Cobalah Anda bercermin, bila Anda melihat wajah Anda semakin cantik, berarti Anda bahagia dan menemukan pria yang tepat. Bila Anda semakin terlihat buruk, mungkin saja Anda bertemu pria yang salah. Tapi saya yakin justru mungkin Anda tidak mau merawat diri karena mentang-mentang sudah laku. Lemak menempel disekujur badan dan rambut yang berantakan, bukan karena pria tidak bisa menafkai Anda tapi karena Anda sendiri tidak peduli pada penampilan.

Pernah dengar cerita atau nonton sinetron tentang pria yang selingkuh dengan perempuan cantik? Percayalah, hal tersebut bisa terjadi pada Anda. Hiduplah bersama pria yang tepat, lalu hargai dan rawat diri Anda. Bagi pria, bekerjalah dengan maksimal, karena hidup tidak hanya butuh cinta dan ITU. Hidup juga butuh Victoria Secret dan LV, meski itu imitasi sekalipun.

Salam anget



Share:

“Upline Saya Tidak Berguna”


Ada satu kejadian, member merasa kecewa kepada upline nya. Kecewa karena merasa dicueki, tidak diperhatikan, tidak dibantu. Akibatnya, member tersebut berbalik 180 derajat menjadi pembenci Biogreen dan menjelek-jelekan bisnis ini di media sosial.

Dalam kasus ini kita tidak bisa serta merta menyalahkan upline atau membernya. Bisa jadi upline sangat sibuk sampai tidak ada waktu untuk membantu. Atau upline sudah getol mengajak dan menyapa member, tetapi member sendiri yang cuek.

Pada dasarna bisnis ini adalah bisnis pribadi, bisnis Anda, untuk kepentingan Anda. Tidak usah melihat bagaimana leader, cukup pikirkan kemajuan Anda sendiri beserta member-member di bawah Anda. Itu saja.

Bila Anda butuh bantuan dan ternyata upline cuek, tenang, masih banyak leader-leader lain yang siap membantu. Silakan Anda yang butuh dibantu, lambaikan tangan dan berteriaklah, saya yakin terburuknya pasti ada satu leader di atas Anda yang siap membantu.

Lalu bagaimana bila Anda tidak ada waktu untuk menjalankan Biogreen? Pekerjaan kantor terlalu banyak? Sibuk dengan urusan rumah tangga?
Tidak apa-apa. Jalankan saja pelan-pelan, santai dan tidak usah ngoyo. Yang penting kuncinya “continue”, terus menerus bercerita, sambil nongkrong, sambil makan siang di kantor, sambil ngegosip dengan tetangga juga bisa. Tidak ada target, Anda sendiri yang membuat target atas pencapaian Anda.



Share:

Padamu Pemimpinku

Dia yang terkotor dalam kata.‬
‪Dia yang ternoda atas nama cinta.‬
‪Dia yang terhina tanpa strata.‬
‪Mengambil bentuk bahkan terasa nyata.‬
‪Kerja dan karya, ‬dikoyak dusta.‬

‪Dia yang terkotor dalam kata,‬
‪padamu kami setia.‬
‪Biar kutusuk wajahmu, nanti.‬
‪Biar kukoyak rupamu, pasti.‬
‪Biar kuletak negriku, janji.

Dia yang terkotor dalam kata,
padamu asa terpilih.‬


Salam anget

Share:

Ini Yang Menyebabkan Lion Air Kecelakaan?

Setelah kejadian jatuhnya Lion Air, apakah saya takut untuk naik maskapai tersebut?
Iya.
Begitu pula banyak orang.
Ini juga terlihat dari antrian cek in Lion Air yang tidak seramai biasanya, pagi ini.
Apakah ini berarti saya dan mereka takut mati?
 

Hmm....
Entahlah.

Kawan saya berkata,
"Orang bisa mati kapan saja dan dimana saja."

Betul itu. Bahkan mungkin saat saya menulis ini bisa tiba-tiba mati.
Atau orang yang Anda sayangi pamit berangkat pada suatu pagi, lalu dia tidak kembali lagi,
pergi selamanya.

Saya selalu berkata pada setiap orang yang saya kenal,
kematian itu seperti arisan, datang bergiliran,
yang pada akhirnya akan mendatangi setiap orang.
Anda tidak akan tahu kocokan ini akan muncul nama Anda atau orang lain.

Saya hidup untuk hari ini, dan berpikir bahwa sekaranglah hari terakhir hidup saya.
Agar saya bisa mencintai orang dengan maksimal,
agar saya selalu ingin bersilahturahmi dengan kawan-kawan,
agar saya selalu bisa meluangkan waktu untuk bertemu dan menyapa orang yang saya kenal.
Kapan lagi kalau bukan hari ini.
Karena bila esok tidak ada, yang tertinggal hanya tangis dan kesedihan.

Salam anget.

**semua orang ingin masuk surga, hidup abadi dan mulia.
Tapi ketika ada antrian menuju ke sana, semuanya berlomba untuk menjadi yang terakhir.....



Share:

Haruskah Indonesia Berdasarkan Syariah Islam?

"Dalam keadaaan genting umat Islam dengan lapang dada mencoret mengganti syariat Islam dengan Ketuhanan yang Maha Esa," ujar KH Syukron Makmun seperti dikutip Gatot Nurmantyo.

Jadi begitu ceritanya ya?
Mengapa hal-hal semacam ini selalu diungkit?
Seakan-akan mau melupakan bahwa Negara Indonesia itu terwujud bukan hasil kerja keras satu pihak saja, melainkan banyak suku, agama, ras dan antar golongan.

Ataukah ada keinginan kembali ke syariah Islam?
Bila demikian bersiap saja perang saudara dan Indonesia dipastikan akan terpecah.

Saat Indonesia terpecah karena perang agama, maka Indonesiamu bukan lagi dari Sabang sampai Merauke.
Indonesiamu cuma tertinggal potongan-potongan daerah yang tak lagi seluas sekarang.


Mau Indonesia seperti timur tengah?
Mau Indonesia seperti Afganistan, Siria?
Mau?


**
Beruntunglah sampai saat ini mayoritas rakyat Indonesia masihlah kaum nasionalis dan pluralis.
Beruntunglah sebagian besar rakyat lebih cinta damai dan toleransi daripada peperangan.
Beruntunglah Indonesia masih memiliki NU sebagai perwujudan Islam yang hangat dan mengayomi.

Entah berapa lama ini akan bertahan.
Suatu ketika "keberuntungan" ini bisa saja habis, dan berakhirlah NKRI bila mayoritas rakyat yang cinta damai ini hanya pasif dan membiarkan kelompok minoritas radikal ini bersuara lantang.

http://wartakota.tribunnews.com/…/video-viral-jenderal-gato…



Share:

Menolak Dengan Alasan Tidak Bisa Bicara?

Dari seberang sana, pada sebuah percakapan telepon,
terdengar seseorang yang berkeluh kesah tentang masalahnya kepada saya.
Saya bertanya apa yang membuatnya ingin belajar dan mau berbisnis dengan saya.
Ia menjawab betapa sengsara hidup nya, ekonomi, keluarga, sampai urusan ranjang. Hampir 1 jam dia bercerita.
Apapun itu dia bersedia melakukan, asal halal, begitu katanya.

Anehnya setelah saya giliran berbicara 10 menit menunjukin apa yang saya kerjakan,
setengah jam berikutnya dia bercerita meyakinkan saya betapa dia tidak suka dan tidak bisa berbicara.
Saya ternganga mendengar orang sanggup berbicara selama satu setengah jam untuk meyakinkan saya bahwa dia tidak suka dan tidak bisa bicara.

Saya setuju,
dia memang tidak bisa bicara.
Karena kalau bisa bicara, maka dia tidak akan memerlukan 1,5 jam untuk menjelaskan bahwa dia tidak bisa bicara.
Orang yang tidak bisa bicara, berbicara 1,5 jam untuk meyakinkan orang lain bahwa dia tidak bisa bicara??
Ini bukan soal bisa atau tidak bisa.
Ini hanya pilihan apakah Anda mau mengerjakan dan berjuang atau tidak.
Share:
Adsense Indonesia

Blog Archive