inspirasi dan seni

Sabtu, 03 Februari 2018

Lebih Muda Membohongi Orang

Saya sudah bilang ke kawan saya, Mawar, berulang kali,
bahwa kekasihnya yang sekarang itu membohonginya.
Mantan suaminya, yang ditinggalkannya demi pria ini, jauh lebih baik.

Pertama, malam minggu mengaku sakit dan hanya di rumah saja. Tapi ketika Mawar ingin datang untuk menjenguk, 
dia tidak mau dengan alasan takut merepotkan.
C'mon, malam minggu, Man...
Kalau benar-benar sakit, pasti tidak masalah bila kekasihnya mengunjungi.
Atau...jalan dengan wanita lain? 😌

Kedua, dia adalah type pria tukang rayu. Saya tahu itu, plus matre.
Janjinya bila Mawar memilihnya dan meninggalkan suaminya,
dia akan segera melamarnya.
Tapi ini sudah berjalan 5 tahun dan tak ada arah menuju ke sana.

Ketiga, dia mengaku sebagai pria single dan mapan. Tapi sejauh ini Mawar tidak pernah diajak ke rumahnya apalagi dikenalkan dengan orang tua atau keluarganya.
Untuk kencan mereka selama ini, selalu Mawar yang keluar uang. Kadang malah beberapa keperluan pribadinya dibayari oleh Mawar.

Sekali lagi saya berkata padanya,
"Lu udah dibohongin sama laki lu. Janjinya manis, dia ga becus jadi laki, dia ga seperti yang lu pikir.."
Dan dia menjawab sambil tertawa,
"Hahaha lu mana ngerti ginian. Move on dong. Mentang-mentang lu teman mantan laki gw,
apa aja soal pacar gw yang sekarang lu kritik mulu.
Pokoknya dia pria paling the best deh."

Lalu telpon Mawar berbunyi, diangkat, diseberang sana ada suara pria,
"Sayang, aku malam ini ga jadi jemput kamu ya, ada meeting mendadak.
Btw, tadi aku pake uangmu dulu ya buat bayar tukang yang lagi renovasi rumahku."

"Iya, sayang, gapapa. Apa sih yang gak buat kamu. Luph yuuuu..." Mawar menjawab sambil tersenyum.



Ternyata lebih mudah membohongi orang daripada memberitahu bahwa dirinya telah dibohongi...

Salam anget
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

Blog Archive

Space Iklan

Space Iklan

Space Iklan