inspirasi dan seni

Sabtu, 27 Januari 2018

Bagaimana Mengkritik Orang Bebal?

Jaman umur belasan, saya suka naik motor ngebut,
melanggar lalu lintas,
tidak pakai helm, dan segala hal nakal lain.
Banyak orang yang menegur, mengkritik, tapi tidak satu pun saya gubris.

Lalu terjadilah hal buruk di tahun 2002. Saya mengalami kecelakan motor parah yang menyebabkan muka saya rusak dan harus menginap lama di rumah sakit.
Akibat buruk lainnya, setelah keluar rumah sakit saya menjadi tidak produktif dan harus diberhentikan dari pekerjaan.

Sejak saat itu, saya adalah orang yang nomor satu dalam hal kedisiplinan berkendara.
Tidak pernah ngebut, tidak melanggar lalu lintas,
kalau naik motor pasti pakai helm meskipun hanya ke warung depan,
sampai sekarang.

Beberapa orang tidak akan berubah menjadi lebih baik ketika ditegur dan dikritik,
apalagi saat melakukan hal yang dianggapnya benar
plus melakukan pembenaran dengan mencomot dalil-dalil tertentu.

Lalu apa yang harus Anda lakukan untuk memperbaikinya dan mengarahkannya ke "jalan yang benar"?
Wait and see.
Pada masa tertentu biarlah "dia" semakin buruk seburuknya (atau malah mungkin semakin baik?)
Hal seperti itu semoga membuat matanya melek lalu berubah.
Sedih dan tidak rela memang melihat itu, tapi hanya ini yg mungkin bisa Anda lakukan saat ini.

Luka kecil tidak akan membuat orang jera.
Ketika luka itu sudah bernanah dan parah, apalagi perlu diamputasi,
saya yakin (semoga) akan membuat orang sadar.

Salam anget.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

Blog Archive

Space Iklan

Space Iklan

Space Iklan