Jumat, 22 Desember 2017

Bagaimana Cara Menilai Orang Lain?

Bila mendengar suatu nasehat, biasanya yang pertama kali dilihat adalah
siapa Si Pemberi Nasehat itu.
Kalau orangnya "layak" mungkin didengarkan atau setidaknya menjadi bahan pertimbangan.
Sebaliknya, kalau ternyata orang tersebut misalnya tingkat pendidikan atau ekonominya di bawah kita,
nasehatnya hanya menjadi pepesan kosong.
Ya saya yakin, tidak semua dari Anda mempraktekan hal tersebut.

Sama halnya saat Anda begitu membenci seseorang.
Apa pun hal baik yang dilakukannya akan selalu tampak buruk.
Lalu begitu satu hal buruk terjadi, mudah sekali untuk menertawakan dengan nyinyir.
"Tuh kan, gw bilang apa, memang ga becus dia."

Untuk menilai orang lain secara obyektif,
hal terpenting bukan seberapa pintar Anda,
tapi apakah bisa menghilangkan rasa kebencian/ketidaksukaan dan kemudian bersikap adil memberikan apresiasi apa adanya tanpa memandang latar belakang pribadi orang tersebut.

Baik katakanlah baik,
buruk katakanlah buruk tanpa perlu menambahi bumbu provokasi mengajak orang agar sebenci Anda.
Ukurlah dengan timbangan yang proporsional,
sama seperti Anda ingin diukur dan diperlakukan adil oleh orang lain.

Salam anget

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More