Tarot versi Gilded

maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.

Rider-Waite Tarot

The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards

A Night Watch

Rembrandt van Rijn

Seni Meracik minuman keras

Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail

Di Lorong Ku Menatap

Yang ini jelas foto profil saya to

Senin, 23 Januari 2017

Penyebab Terjadinya Disintegrasi

Pada setiap orang menempel identitas lebih dari satu.
Ada yang karena bawaan,
ada yang karena takdir,
ada yang karena pilihan.
Saya pribadi, berusaha, untuk tidak mempermasalahkan identitas yang menempel pada orang lain selama itu tidak mengganggu.
Kadang-kadang identitas itu tampak mata,
sebagian lagi tidak.

Orang yang pincang, tahu bahwa kakinya berbeda, dan itu terlihat.
Orang yang terlahir sebagai orang afrika, tahu bahwa dirinya hitam.
Anak yang berangking buncit di kelas,
tahu bahwa dia tidak sepandai teman-teman di kelas.

Tidak ada masalah dengan perbedaan.
Dia tahu dirinya berbeda, orang lain pun tahu bahwa mereka berbeda.
Sekali lagi tidak ada yang salah dengan itu.

Tapi....
Semua akan menjadi masalah ketika hal berbeda tersebut dipakai sebagai ujaran bermakna peyoratif.
Saya tahu bahwa saya tidak pintar,
tapi akan tidak enak bila orang memanggil saya "bodoh".

Anda punya kaki pincang, senang kalau setiap kali orang panggil Anda pincang?
Tanyalah ke orang negro, nyamankah mereka dipanggil "niger"?
Iya...saya tahu tidak bisa masuk ke sebuah klub elite karena saya miskin, semua orang tahu itu,
dan jadi tidak nyaman ketika mereka, orang-orang kaya itu, meskipun dengan cara manis dan sopan,
selalu mengulang-ulang kalimat yang sama,
"Maaf ya, kami ga berniat menghina, tapi kamu ga bisa masuk klub kami karena kamu miskin.
Maaf ya..."

Disintegrasi terjadi bukan karena perbedaan.
Perpecahan diawali dan akhirnya menghancurkan karena ujaran-ujaran peyoratif yang dipolitisir dan terus diulang-ulang.
Pincang, negro, cina lu, dasar miskin, orang tolol, kafir, jangan gaul sama orang jawa, komunis kau, dasar jelek, hitam kau....!!

Salam anget.

Bagaimana Cara Melawan Hoax?

Waktu kecil, saya punya teman orang Minang, pelitnya minta ampun.
Beberapa waktu, karena dia, saya berpikir bahwa semua orang minang itu pelit.
Eh, ternyata, makin besar dan makin banyak pergaulan, banyak orang Minang yang saya kenal itu dermawan.

Kebiasaan manusia suka menjeneralisasi dan memberikan stigma buruk pada suatu kelompok karena perbuatan salah satu "anggota" kelompok tersebut.
Ini biasa disebut oknum.

Tidak ada cara lain untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut selain dimulai dari diri kita sendiri untuk bersikap adil pada orang lain.

Ketika ada suatu tindakan buruk seseorang,
percayalah,
dia tidak mewakili label yang dibawanya.

Pada diri kita melekat berbagai label, mulai dari suku, agama, ras, golongan, daerah, kelompok tongkrongan, kelompok hobi, kelompok komunitas, yang kita merupakan bagian darinya.

Satu hal buruk yang kita lakukan ke orang lain, bisa berimbas munculnya stigma buruk pada label yang kita bawa.
Maka,
berpikir sebelum berbuat,
pertimbangkan sebelum memposting tulisan.

Saya lebih salut pada orang yang tidak membawa-bawa label pada tindakannya.
Artinya, yang dilakukannya dipertanggungjawabkan pribadi dan tidak menimpakan akibatnya secara kolektif pada label yang terbawa didirinya.

Salam anget

Ciri-ciri Musibah itu Adalah Azab

Ada banyak alasan yang membuat Anda suka atau benci pada orang lain.
Kadang alasan itu malah dicari-cari.
Pokoknya kalau tidak suka ya tidak suka, titik.

Iyalah,
itu hak Anda untuk suka atau tidak.
Yang penting tidak merugikan orang lain.

Yang menjadi buruk adalah inisiatif penghakiman pada orang lain,
kemudian meletakan cocoklogi atas peristiwa yang menimpa orang tersebut.

Suatu ketika tetangga sebelah rumahnya kemalingan.
Bila Anda suka dengannya,
maka Anda bilang itu cobaan dari Tuhan atas umatnya.
Bila Anda benci dengannya,
maka Anda, mungkin, bilang itu azab dari Tuhan atas kesalahan dan dosanya.

Siapa saya, Anda, kita?
Manusia tempatnya semua salah dan kekurangan,
kok berani-beraninya memberikan penghakiman atas peristiwa buruk yang menimpa orang lain.

Saya yakin seyakinnya,
semua peristiwa buruk yang dialami orang lain,
tidak ada hubungannya dengan saya.
Peristiwa buruk tersebut suatu ketika akan saya alami juga,
dalam bentuk sama atau berbeda versi,
dan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Anda.

Apa pun hal buruk atau baik yang terjadi pada saya, kita, biarlah Sang Kuasa yang menentukan dan menghakimi.
Hal buruk tetaplah buruk yang harus menjadi pijakan untuk bangkit lagi.
Hal baik tetaplah baik yang memang sudah waktunya kita dapatkan.

Hidup itu seperti arisan.
Tiap bulan dikocok.
Bisa jadi bulan ini saya yang untung, bulan depan giliran Anda.
Atau bisa jadi Anda sial sekarang, tapi jangan kuatir, giliran saya pasti datang.

Salam anget.

Aku Lebih Suka Kopi Pahit

Aku lebih suka kopi pahit,
karena hidupku sudah terlalu manis.

Tidak masalah bila aku harus tidur dalam cahaya temaram,
karena masa depanku begitu cerah.

Aku tidak masalah berada dalam gelap,
karena masa laluku sangat terang.

Masakan paling enak adalah yang pedas,
karena tiap udara yang kuhirup selalu nikmat.

Dan aku tidak takut akan hari esok,
karena tiap saat dalam hidupku adalah indah.

Salam anget

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More