Tarot versi Gilded

maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.

Rider-Waite Tarot

The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards

A Night Watch

Rembrandt van Rijn

Seni Meracik minuman keras

Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail

Di Lorong Ku Menatap

Yang ini jelas foto profil saya to

Kamis, 28 September 2017

Sang Ketua

Di kelas saya dulu ada seorang anak baik, rajin,
pintar, dan ditunjuk wali kelas kami menjadi ketua kelas.
Selama menjabat sebagai ketua, dia bekerja cukup terampil, sanggup menjadi penyambung lidah kawan-kawannya ke guru.
Seperti misalnya, melobi guru untuk memberikan tenggat waktu tambahan pengumpulan kliping.
Atau dia juga cukup didengar guru saat mengusulkan tempat tujuan karya wisata kami.
Bila ada PR, tanpa disuruh, ketika guru masuk kelas, tugas sudah terkumpul dikoordinasi olehnya.
Tak heran namanya sangat dikenal di sekolah.

Saya dan beberapa anak tukang melanggar di kelas adalah pendukungnya.
Dia aset kami.
Biasanya kalau kami tidak mengerjakan pr, entah bagaimana caranya, dia menutupinya.

Untuk menguasai kelas, maka salah satu caranya adalah memanfaatkan sang ketua.
Urusan jajan di kantin waktu istirahat, tidak usah kuatir, kami buat dia kenyang.
Masalah berkonflik dengan kelas sebelah, kami jadi bekingnya.
Berangkat sekolah, ada yang menjemput,
untuk soal pulang sekolah, saya antar dia dengan sepeda.
Tiap pertandingan basket, nama dia selalu kami teriakan hingga menjadi perhatian kelas lain.
Kurang apa lagi? Tidak heran kalau Sang Ketua makin percaya diri dan berada di pihak kelompok kami.

Yang paling menyebalkan di kelas itu kelompok anak-anak kutu buku dan kelompok cewek-cewek centil. Susah diajak melanggar,
tidak kompak.
Plus mereka pengadu.
Keberadaan mereka mengancam kenakalan kami.

Lalu dibuatlah desas desus, bahwa kelompok kutu buku selama ini selalu mencontek saat ulangan Biologi kemarin dan dapat bocoran soal dari kelas lain.
(Di masa itu lazim seorang guru mata pelajaran tertentu membuat soal ulangan yang sama untuk banyak kelas).
Gosip ini cepat menyebar dan menjadi menjadi viral di banyak kelas. Hampir semua anak mempercayai kelompok kutu buku bisa mendapat nilai bagus karena mencontek.

Kami punya Sang Ketua. Sedikit saja digosok, mulutnya ikut berkoar. Saat class meeting, tercetus dari mulutnya bahwa disinyalir ada beberapa anak yang mencontek dan dapat bocoran soal Biologi. 
Wali kelas kami bertanya mana buktinya telah terjadi percontekan.
"Tidak mungkin, Bu mereka punya nilai tinggi kalau gak nyontek." teriak saya.
Teman sekelompok saya ikut berteriak mendukung kata-kata saya.

"Demi stabilitas dan keamanan kelas, saya sebagai ketua merekomendasikan agar para pecontek ini dipindahkan ke kelas lain pada semester depan." Sang Ketua makin percaya diri, mengarahkan teman-teman lain agar mendukung rekomendasinya.
Dan semester berikutnya, kelompok kutu buku dipindahkan ke kelas lain oleh kepala sekolah.
Tidak perlu bukti, tidak perlu saksi.
Modalnya hanya yakin dan berani bersuara keras.
Inilah kemenangan kami....

Bersuara keras adalah cara,
berani adalah koentji.
Meskipun jumlah kami, anak-anak pelanggar, sedikit, tapi kami berhasil menguasai kelas.
Jadikan satu orang sebagai figur dan idola,
buatkan panggung untuknya,
buat opini,
bersuara keraslah agar opini itu menjadi fakta yang diterima,
lalu singkirkan rival....



Jumat, 22 September 2017

Saya Diajak Gabung MLM

Beberapa hari lalu datang ke rumah saya seorang kawan lama,
wanita cantik dan cetar sekaligus hot mama.
Kalau tujuan kedatangannya karena kangen sama saya, 
sungguh menyenangkan sekali.
Tapi ternyata motifnya adalah mau mengajak berbisnis.

Baiklah, pintu rumah saya terbuka lebar.
Datanglah ia dengan membawa beberapa produk dan setumpuk kertas berupa brosur dan market plan. 
Saya dengarkan presentasinya dengan seksama. Ada yang mirip dengan Biogreen, banyak pula yang berbeda.

Usai presentasi, dia bertanya,
"Gimana, kamu mau join gak?"
Saya menjawab sambil nyengir,
"Hehe...mbak kan tau aku udah ikut Biogreen. Tapi gapapa, aku akan gabung bila dua pertanyaanku ini jawabannya memuaskan."
"Apa pertanyaannya?" dia memandangku bersemangat.

"Yang pertama, bila aku naruh uang di mbak, aku akan dibantu gak buat presentasi dan prospek?"
"Itu pasti, aku janji" dia menjawab cepat.

"Oke. Pertanyaan kedua. Bila aku nyemplungin uang di sini, berapa lama bisa balik modal dan apa garansinya?"

"Aduh...kalau balik modal berapa lamanya ya itu tergantung gimana usaha kitalah. Gak ada garansi uang bakal balik, yang penting klo usaha kita maksimal, yakin pasti balik modal. Aku bantu deh."

Mendengar jawaban itu, saya tersenyum lagi. Lalu saya berkata,
"Mbak, kalau kamu gabung biogreen sekarang juga masuk platinum, maka, 
Pertama, aku janji akan bantu presentasi dan prospek. Kalau aku berhalangan, akan ada leader lain yang siap bantu.
Kedua, kalau mbak nyemplungin uang di sini minimal 17.160.000, aku jamin akan balik modal paling lama 6 bulan. 
Bila 6 bulan belum balik modal juga, aku garansi uang mbak aku balikin, tapi akunnya aku ambil.
Syarat dan ketentuan berlaku ya."

Dia ternganga mendengar jawabanku. Baru kali ini dia ketemu network marketing yang leadernya sepede aku.

Mengapa saya berani menggaransi uang kembali selama 6 bulan?
Biogreenscience memiliki market plan yang luar biasa, selain produk dan perusahaan yang tidak perlu diragukan lagi.
Dengan sistem yg bagus tersebut, sangat memungkinkan seseorang mendapatkan hasil bonus yang banyak dan tak terbatas.
Yang kita lakukan hanyalah datang pertemuan, undang orang, presentasi, presentasi, dan presentasi. Itu saja berulang-ulang.
Dengan pendampingan dari leader, sistem yang luar biasa, dan kerja keras, 
jangankan 6 bulan, 1 bulan pun pasti balik modal.
Seumur hidup saya ketemu MLM dan Network marketing,
hanya Biogreenscience yang bisa begini.

Salam anget.

Rabu, 20 September 2017

"Inilah Anggota PKI di Zaman Sekarang?"

Saya bingung ketika beberapa orang paranoid terhadap komunis, terutama Partai Komunis Indonesia
atau disingkat PKI.
Ideologi ini pernah jadi momok dunia dan menjadi "musuh" besar Amerika Serikat.
Tapi di tahun 2017, ideologi ini sudah usang. Beberapa negara yang pernah menganut paham ini satu persatu berguguran, meskipun masih ada yang bertahan satu dua yang kecil kemungkinan sanggup menularkan pahamnya seperti Sovyet di masa lalu.
Bila kita berada di posisi netral, maka tidak bisa menghakimi ideologi tersebut sebagai baik atau buruk. Ini hanya soal selera dan pilihan. Ketika Anda memilih paham syariah, kapitalis, atau pancasila sekalipun, di sisi lain ada orang yang memilih paham komunis.

Komunis itu soal hidup sama rata dan sama rasa, yang hal tersebut juga dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di biara, pesantren, asrama, atau perseketuan.
Dalam biara, apa pun pekerjaannya, semua disetorkan ke kepala biara, lalu dinikmati bersama. Begitu pula orang-orang yang hidup di asrama, Anda makan ayam saat makan malam, maka menu yang sama juga disediakan untuk teman Anda.
Hidup bernegara sistim komunis demikian juga. Semua rakyat bekerja sesuai dengan tugasnya dengan bayaran sama dan dinikmati bersama.
Lalu ada meme muncul soal perbandingan antara gaya hidup masyarakat Korea Selatan dan Korea Utara. Anak muda Korut gaya dan penampilannya tidak segaul anak muda Korsel. Kemudian kita menghakimi bahwa sangat tidak menyenangkan hidup di Korut.
Ini setali tiga uang seperti saat perempuan barat melihat kasihan wanita timur tengah yang kemana-mana harus memakai cadar dan harus didampingi mahramnya. Hal yang sama, sebaliknya, wanita timur tengah mungkin memandang kasihan perempuan barat yang hidup penuh dosa karena mengumbar auratnya.
Ini hanya soal cara pandang dan selera, tidak lebih.

Parahnya kebanyakan orang gagal paham saat menyamakan komunis dengan atheis. Atheis ini ranah privat, soal ketidakpercayaan terhadap Tuhan. Hak setiap orang untuk beriman pada Tuhan atau tidak. Sampai saat ini pun masih banyak orang-orang atheis. Bahkan beberapa agama mayor pun tidak menganut konsep ketuhanan, contohnya agama Buddha. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan komunis. Komunis dan atheis adalah dua hal yang berbeda. Mungkin banyak orang yang tidak tahu bahwa tokoh-tokoh pendiri PKI di masa lalu sebagian adalah ulama Islam (dulu sampai ada perpecahan di tubuh SI sehingga ada SI Merah dan SI Putih). Komunis adalah soal ideologi, tidak ada hubungannya dengan kepercayaan pada Tuhan.

Lalu sekarang, ada orang-orang yang berteriak-teriak menyerukan ketakutan akan PKI, awas bahaya laten PKI, hati-hati ada PKI. Saya mau bertanya pada mereka, betulan ya masih ada PKI? PKI sampai saat ini masih organisasi terlarang sebelum TAP MPRS tahun 66 dicabut. Jadi kalau mereka yakin melihat, merasa, atau tahu ada PKI, kenapa tidak lapor polisi?

Kemudian ada jawaban dan alasan macam :
"Ah, pemerintahnya pun rezim komunis."
"Percuma, polisi terlibat juga."
"Ini konspirasi Yahudi dan Amerika.."
"Bla...bla....bla..."
Ya...ya...ya...selalu ada alasan untuk membenarkan tindakan dan sikap anarkis mereka.

Ketakutan akan PKI itu paranoid. Karena sampai sekarang pun tidak ada orang yang bisa membuktikan bahwa PKI masih ada di Indonesia. Kalau Anda yakin PKI ada, siapa ketuanya?
Dimana markasnya? Siapa anggotanya?
Tahu?
Laporkan kalau tahu!
Tidak perlu juga berteriak-teriak meng-PKI-kan orang lain sambil bakar bendera PKI yang, ternyata, bikin sendiri, nyablon sendiri, bakar sendiri, pusing sendiri.

Di masa orang narsis di media sosial, sangat sulit menyembunyikan keberadaan PKI, kalau memang benar ada.
Tidak perlu takut akan PKI, Bung. PKI tidak mengancammu. Takutlah akan kebencianmu yang bisa melukai orang lain.

Salam anget

** Jadi ingat lagu Chaca Handika,
"Teriak-teriak sendiri, sablon-sablon sendiri, bakar-bakar sendiri,......pusing-pusing sendiri."

Kamis, 07 September 2017

Mungkinkah Anda Punya Pohon Uang?

Di dunia bisnis dikenal istilah Active Income dan Pasive Income.
Mengacu pada Cash Flow Quadrant dari Robert T. Kiyosaki,
(siapa dia, bisa Anda googling sendiri)
saya coba menjelaskan masing-masing kategori.

Active income adalah penghasilan yang didapat selama Anda mengerjakan sesuatu atau masih menjalankan usaha.
Yang termasuk active income adalah :
Karyawan.
Anda harus menukar waktu dan tenaga untuk mendapat penghasilan. Masuk kerja di waktu tertentu,
dengan job desk tertentu. Besarnya penghasilan tergantung seberapa perusahaan menilai Anda.
Nilainya kebanyakan menurut Anda tidak sesuai dengan effort yang sudah Anda keluarkan.
Bila Anda berhenti kerja, tentu saja pengasilan pun terhenti.

Wirausaha
Sebenarnya sama saja dengan karyawan dalam versi berbeda (wirausaha = self employee), di sini Anda yang menjadi bos dan bahkan mungkin Anda memiliki pegawai.
Penghasilan di dapat saat Anda menjalankan usaha Anda. Ketika usaha/toko Anda tutup, penghasilan pun terhenti.

Pasive Income adalah penghasilan yang tetap didapat meskipun Anda tidak mengerjakan sesuatu/usaha dan tidak bekerja.
Yang termasuk pasive income adalah :
Pengusaha
Orang yang memiliki sistem usaha adalah pengusaha. Beda wirausaha dan pengusaha sangat terlihat jelas bila pelakunya misal, pergi sekian waktu ke luar kota.
Seorang wirausaha tidak bisa meninggallkan usaha/tokonya. Bila dia pergi, tidak ada income.
Sedangkan pengusaha, mau jalan-jalan berbulan bulan pun tetap ada penghasilan karena sistem bisnisnya sudah berjalan.

Investor
Butuh uang lebih agar Anda bisa menjadi investor. Saat Anda menajdi investor, maka uang yang bekerja untuk Anda. Anda cukup duduk manis, penghasilan akan terus mengalir.


Maka urutan kategori penghasilan adalah sebagai berikut :
karyawan, wirausaha, pengusaha, terakhir adalah investor.

Anda masih karyawan dengan penghasilan tetap yang segitu-segitu saja?
Ingin berubah?
Maka ubahlah hidup Anda,
ambilah peluang,
besarkan nyali,
katakanlah Selamat Tinggal pada kantor Anda,
dan ucapkan Halo Pasive income.


Salam anget

Inilah yang Harus Anda Lakukan Agar Bisa Lebih Kaya dari Sekarang

Mereka yang tinggal di Jakarta dan pinggirannya, sebutan saya untuk kota satelit, sangat terbiasa
dengan macetnya ibu kota.
Berangkat kerja dini hari, saat matahari tenggelam baru sampai rumah.
Efektif 5 hari kerja dan kadang harus lembur.
Ironisnya sebagian waktu dihabiskan di tempat kerja dan ....di jalan raya.

Bagaimana dengan gaji?
Mayoritas berpenghasilan sederhana, bahkan dengan 10 tahun kerja pun belum tentu bisa mengganti biaya kuliahnya dulu,
meskipun memang ada sebagian kecil karyawan dengan posisi tinggi yang berpenghasilan besar.
Ada yang menerima kondisi ini karena memang mereka type orang yang "nrimo" dan sederhana.
Sebagian besar lainnya "terjebak" dengan keadaan.
Mau berubah pun susah.

Idealnya orang ingin punya usaha sendiri.
Modal dan pengalaman sering menjadi penghalang sekaligus alasan keberadaan mereka di zona nyamannya (yang sebenarnya tidak nyaman).

Selain modal dan pengalaman, yang paling penting dan berpengaruh adalah nyali berjudi.
Iya, orang yang membangun usahanya harus punya "mental penjudi".
Karena membangun usaha mempunyai peluang yang sama dengan berjudi.
Kalau tidak menang, ya kalah.
Kalau tidak untung, ya rugi.
Impas di sini saya masukan ke kategori kalah. Karena impas itu hanya menghitung modal, sedangkan waktu, tenaga dan pikiran kita tidak dihitung.
Impas dan efek buruknya bisa Anda lihat di SINI

Jadi bagaimana?
Anda mau tetap dengan kondisi sekarang yang monoton, aman, begitu begitu saja atau
Anda mau perubahan dalam hidup dan penghasilan dengan mencoba memulai bisnis sendiri?
Pilihannya di tangan Anda.

Salam anget


Inilah Caranya Orang Kaya Menjadi Kaya

Kalau disuruh memilih, saat ingin membeli ban dengan informasi sebagai berikut :
Harga teman dekat : 635.000,-
Harga keluarga : 600.000,-
Harga orang asing : 550.000,-

mana yang Anda pilih? Akan membeli ke siapa?

Akhirnya Anda memilih membeli ban dari orang asing dengan harga 550.000,-.
Padahal Anda tidak tahu bahwa teman dekat cuma ambil untung 35.000,-
Bahkan keluarga Anda tidak mendapat keuntungan sama sekali, malahan rugi karena harus bayar uang reparasi mobil.
Sedangkan orang asing mengambil keuntungan 300.000,-
Parahnya lagi ternyata setelah diketahui, ban yang dibelinya itu palsu.

Bukan karena barangnya palsu, melainkan Anda saja yang terlalu serakah.
Bukan karena kenalan dekat Anda mau ambil keuntungan, tapi ia bisa memberi jaminan kepercayaan buat Anda.

Ketika berjualan ke teman dekat dan keluarga, berapa pun yang Anda jual ke mereka, mereka akan selalu berpikir Anda sedang mencari untung dari uang mereka.
Dan semurah apa pun Anda jual ke mereka, mereka tetap tidak akan menghargainya.

Selalu saja ada orang-orang yang tidak peduli dengan biaya, waktu dan tenaga Anda.
Mereka lebih baik memilih ditipu oleh orang lain daripada membiarkan Anda mendapatkan keuntungan dari mereka.
Karena di dalam hati mereka, mereka selalu berpikir berapa untung yang Anda dapat darinya,
dan bukannya berpikir berapa yang telah Anda bantu hematkan atau hasilkan untuk dia.
Ini adalah contoh klasik mental orang miskin.


Bagaimana caranya orang kaya menjadi kaya?
Alasan utamanya adalah karena mereka bersedia mendukung kelompok bisnis mereka,
menjaga kepentingan satu sama lain,
maka secara alami mereka mendapatkan lebih banyak lagi.
Teman-teman Anda akan secara bergantian mendukung Anda.
Lalu lingkaran kekayaan ini akan terus bertumbuh dan semakin bertumbuh.
Ini menjelaskan mengapa ada bidang ekonomi tertentu yang dikuasai dan dijalankan dengan sukses oleh kelompok suku, agama, ras, golongan tertentu.
Mereka saling mendukung dan loyal dengan kelompoknya.

Anda akan mulai menjadi kaya ketika Anda mampu memahaminya.





Rabu, 06 September 2017

Jack Ma: "Tak Ingin Miskin Di Usia ke-40? Pastikan '15 Kalimat' Ini Sudah Anda Kerjakan"




Umur 20 tahun tak punya uang, sangat normal. Umur 30 tahun tak punya uang, mungkin kondisi keluarga kurang baik, harus lebih giat lagi. Umur 40 tahun tak punya uang, hanya diri sendiri yang bisa menemukan penyebabnya.
Tak peduli pria ataupun wanita, jika ingin sukses, beberapa hal di bawah ini harus kamu lakukan:

1. Hidup ini realistis, tak seperti drama-drama di TV. Cinta tak bisa memberi mu makan, suami-istri yang miskin akan menghadapi banyak masalah.

2. Pasang target pada hidup mu sendiri, 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun. Mungkin kamu lahir tidak berbeda dengan orang lain, namun melewati kerja keras, dapat mengubah 70% dari takdir mu.

3. Teman yang mentraktir mu, jangan anggap itu sebagai hal yang biasa saja. Kamu harus membalasnya, atau kamu akan semakin direndahkan.

4. Jangan percaya ramalan zodiak, itu hanya untuk anak kecil, takdirmu ada di tangan mu. Orang yang hanya duduk dan menanti mobil, rumah, bukankah seperti orang yang sedang bermimpi saat tidur?

5. Kurangi bergaul dengan orang yak tak kamu suka, namun jangan membicarakannya di belakang. Ingatlah, masalah bisa muncul dari lidahmu.

6. Manusia pasti memiliki sifat malas, ini adalah bawaan lahir. Tapi kita bisa merubah sifat malas tersebut, karena banyak orang di luar sana yang sedang merubahnya.

7. Ketahui apa yang harus dilakukan, bertanyalah pada diri sendiri apa rencana mu ke depan, lalu realisasikanlah. Jangan lagi membuang waktu untuk mengerjakan hal-hal yang tak ber-arah.

8. Seorang wanita, jangan pernah menganggap karir tidak penting, jangan pernah menganggap diri sendiri hanya perl cuci baju, masak, jaga anak. Ini adalah kesalahan besar!

9. Saat waktu senggang, kurangi waktu bermain game atau online sambil melakukan hal-hal yang kurang berarti. Perbanyak membaca buku, pelajari cara berbisnis, management, trend internasional, dan pengetahuan hukum. Semua ini dapat menjamin saat makan bersama siapapun, kamu memiliki kualitas pembicaraan yang baik.

10. Lebih baik salah 1000 kali untuk mendapatkan informasi dari segala sisi. Jangan pernah melepaskan satupun kesempatan yang memungkinkan kamu menjadi sukses.

11. Mau melakukan suatu hal, sebelum sukses, tak perlu beritahukan ke orang lain. Sesudah sukes, tak perlu diberitahu, orang lain akan tahu dengan sendirinya.

12. Jangan kira karena kamu seorang pria, maka tak perlu perawatan diri. Setidaknya, jangan terlalu sembarangan dalam hal makanan. Perbanyak makan tomat, seafood, dan pisang, ini adalah makanan yang baik untuk kesehatan pria. Kalau kamu tak tahu di mana nilainya, biar saya kasih tahu. Setidaknya kamu bisa menghemat biaya ke dokter, dan gunakan uang tersebut untuk membeli kosmetik pasangan mu.

13. Orang yang berusaha untuk maju, jangan terlalu berharap pada orang lain. Banyak orang yang egois dan hanya mementingkan diri, diri sendiri adalah yang paling bisa diharapkan.

14. Dalam menghadapi kegagalan, jangan perhitungan. Meskipun betapa sulitnya kondisi kamu, namun tetap harus bertanggung jawab, saat tahu penyebabnya, ubahlah kebiasaan buruk mu.

15. Semua orang pasti punya kesempatan untuk sukses! Hanya tak banyak orang yang memberi kesempatan itu untuk dirinya sendiri.


sumber: fighter

Senin, 04 September 2017

Apa Yang Anda Lakukan Bila Punya Uang Lebih?

Anda punya uang lebih.
Ada beberapa pilihan yang mungkin Anda lakukan.
Menghabiskannya,
hmm....terdengar menyenangkan ya, tapi saya rasa itu bukan pilihan bijak.
Ditabung,
sebagian besar orang melakukannya, aman dengan resiko kecil dan tentu saja tingkat keuntungan pun kecil. Low risk low profit.
Diinvestasikan, resikonya besar, tapi kemungkinan untung besar sangat tinggi.
Dibuat modal usaha, ya ini pilihan yang lain.

Bila Anda menggunakan uang untuk diputar, ada 3 kemungkinan,
(jangan tanya kenapa muncul angka 3):
untung, impas, rugi.
Untung dan rugi sudah jelas efeknya. Yang menjadi tanda tanya adalah bila impas.
Kondisi impas seorang petinju adalah saat dia bertahan, bila dia terus bertahan ketika dipukuli tanpa membalas, pada akhirnya dia akan jatuh, kalah, rugi.
Kondisi impas seorang pembalab adalah saat dia menempel ketat si nomor 1,
bila dia tidak berhasil menyalip, maka impasnya sama dengan kalah.

Bagi saya, impas itu berarti rugi. Karena tidak ada yang "membayar" tenaga, waktu dan pikiran saya.
Maka tidak boleh ada kata impas, apalagi rugi.
Saya harus untung dan menang
Tidak ada istilah kalah.
Saat Anda membiarkan diri Anda untuk impas dan bertahan, semakin lama semakin dipastikan akan kalah.
Semakin lama bertahan, lama kelamaan akan menjadi nyaman dan terbiasa.
Semakin lama berhasil, semakin sulit untuk dipercaya orang lain dan sukses.

Lakukan semuanya karena mimpi dan target, bukan karena kewajiban.
Apa mimpi Anda?
Apa harapan Anda untuk orang yang Anda cintai?
Saya yakin ini akan mendorong Anda untuk membuat kemajuan atas pencapaian hidup.
Semua hal baik diawali dari keyakinan. Yakin pasti bisa, yakin pasti mampu, yakin pasti sukses.

Jadi, mau Anda apakan uang lebih Anda?

Salam anget.

**Ini hanya berlaku bagi yang punya uang lebih. Bila tidak punya uang lebih, bangun mimpi dan harapan, lakukan aksi agar uang Anda menjadi lebih.

**Di semua kitab agama apa pun ada seruan agar Anda menjadi bernilai, menjadi berkat, menjadi rizqi, dan berguna untuk orang lain. Agar itu tercapai, maka Anda harus bernilai dulu dan menggapai mimpi Anda supaya bisa membagikan pada orang lain.




Apakah Kaya itu Perlu?

Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.
Setujukah dengan kalimat tersebut?
Saya yakin sebagian besar pasti setuju dengan saya,
bahwa memberi lebih baik daripada menerima.
Lebih baik karena orang yang memberi itu membagikan sesuatu buat orang lain.

Anda pasti punya keinginan untuk berbagi.
Membahagiakan anak istri/suami,
membiayai saudara,
menyumbang untuk orang miskin,
menaikan haji orang tua,
membuat bangga ayah,
menyekolahkan anak sampai tinggi, dll.

Logikanya, kalau orang sudah bisa memberi,
artinya dia sendiri biasanya pasti mempunyai kelebihan.
Kalau ingin memberi, Anda harus berlebih.
Ingin memberikan senyuman pada orang lain,
Anda harus tersenyum dulu.
Ingin mencintai orang lain,
Anda harus mencintai diri sendiri dulu.
Ingin membahagiakan orang lain,
Anda harus merasa bahagia lebih dulu.
Ingin memberikan uang untuk orang lain,
Anda harus punya uang dulu.
Bagaimana mungkin Anda bisa memberi kalau Anda sendiri kekurangan?

Hidup berkekurangan itu tidak enak.
Trust me.
Anda harus kaya.
Iya, sekali lagi saya berkata, Anda harus kaya.
Apa pun alasan Anda untuk menyangkal kalimat saya di atas,
tetap saja, Anda harus kaya untuk bisa memberi.

Bagaimana caranya Anda menaikan haji orang tua kalau Anda tidak punya uang?
Mau menyekolahkan anak di sekolah favorit jadi masalah berat kalau Anda miskin.
Tidak akan bisa mencintai orang lain dengan tulus kalau Anda membenci diri sendiri dan miskin cinta.

Ingin hidup berarti untuk orang lain?
Ingin bisa menolong orang lain?
Ingin membahagiakan orang yang Anda cintai?
Maka Anda harus punya uang,
Anda harus kaya.!!

Salam anget.

--------

Inilah Cara Mengubah Hidup

Ada banyak alasan orang menolak melakukan hal baru yang positif.
Ah, saya tidak cocok melakukannya.
Ini bukan bidang saya.
Saya tidak ada waktu.
Bla bla bla...

Beberapa alasan mungkin benar.
Sisanya adalah dalih karena tidak mau untuk keluar dari zona amannya.

Iya. Ini soal pilihan. Hak untuk memilih.
Tapi ketika pilihannya "tidak",
harusnya tidak ada lagi keluhan :
Saya bosan dengan pekerjaan saya,
gaji saya tidak cukup dan saya butuh uang lebih,
hidup saya kok begini terus ya......
Tidak ada konsistensi dalam pilihan, akan selalu berujung pada keluhan dan ketidakpuasan.

Perubahan pada hidup bukan karena surga menjatuhkan hadiah untuk Anda.
Perubahan terjadi hanya bila Anda berubah,
dan tentu saja melakukan hal baru yang tidak biasa Anda lakukan.

Salam anget.

Senin, 21 Agustus 2017

Inilah Cara Cepat dan Halal Bayar Utang

Beberapa waktu lalu, selama 4 hari saya mengalami krisis keuangan.
Di dompet tidak ada uang sepeser pun.
Di beberapa rekening bank tersisa saldo tidak lebih dari 50.000 yang tidak mungkin bisa saya tarik.
Sedih sekali kondisinya.
Tapi yang paling membuat sedih,
keadaan ini terjadi karena piutang saya dimana-mana.
Ada yang berbentuk uang atau pun barang.


Selama 4 hari itu saya sibuk menagih piutang.
Tentu saja yang belum jatuh tempo, tidak saya tagih.
Saya menagihi orang-orang yang berhutang pada saya,
dari cara halus memohon-mohon,
sampai dengan cara keras dan kasar.
Hasilnya,
beberapa dari mereka ada yang mengunfriend saya di media sosial,
memblokir telpon saya,
menghindari saya,
bahkan ada yang balik memarahi saya.
Tapi tak satu pun yang membayar hutang.
Aneh rasanya, dulu saat mereka datang meminjam uang, begitu mengiba.
Saat ditagih malah mereka lebih galak.
Rasanya ingin menembak kepalanya.

Dalam kondisi terjepit ini, saya terpikirkan untuk meminjam uang ke kawan,
demi saya bisa makan,
demi bisa membelikan beras dan lauk untuk mama.
Sedih...

Lalu tiba-tiba, bayangan teman terlintas,
saat kami berjumpa di Semarang waktu lalu.
Ia membagikan pengalaman hidupnya soal hutang piutang.
Bahwa saat terjepit, dia tidak akan meminjam uang pada teman dekat.
Karena persahabatan begitu murah bila hanya dinilai dengan uang.
Lalu bagaimana bila kamu butuh sekali uang di saat mendesak, tanya saya.
Minta pertolongan pada DIA, begitu jawabnya. Manusia punya batas kemampuan, tapi DIA tak punya batas dalam menolong.

Pagi itu.......,
dalam kondisi terjepit,
saya meminta pertolongan pada DIA.
Apa pun yang terjadi, terjadilah.
Dan siangnya, tepat jam makan siang,
seorang kawan yang tidak terpikirkan sama sekali, membayar hutangnya, padahal belum jatuh tempo.

Selalu ada jalan keluar pada setiap masalah,
selama Anda mengandalkan DIA,
karena DIA, kekuatannya tak mengenal batas.

Salam anget.





**terima kasih kepada Vicky Martinus Widjojo atas inspirasinya.

Kamis, 17 Agustus 2017

Tips Berkenalan di Media Sosial

Kenal cewek di medsos?
Pengen tau gimana aslinya tuh cewek?
Buat nilai fotonya di medsos, lalu bagi 3.

99% cewek mengupgrade 3x fotonya utk dipajang di medsos.

FOTO DI MEDSOS = 3 x wajah asli

**Jangan tanya kenapa muncul angka 3
😂😂

=====

Kenal cowok di medsos?
Pengen tau gimana aslinya tuh cowok?
Buat nilai fotonya di medsos, lalu kali 3.

80% cowok tidak peduli dengan angle fotonya utk dipajang di medsos.

WAJAH ASLI = 3 x FOTO MEDSOS

**straight men only

🙂🙂🙂

Rahasia Di Balik Bos First Travel

Ramai berita di media,
ada orang-orang "pernah/masih kaya" tersandung kasus.
Ternyata harga kekayaan yang mereka rasakan kemarin harus ditebus mahal karena harus berurusan dengan hukum.
Kesenangan mereka di masa lalu secara tidak sah,
ditebus di masa sekarang.

Saya cuma menonton, membaca berita,
sambil ngopi dan duduk nyaman,
nyaman ala saya.
Saya mungkin tidak sekaya dan setenar mereka.
Yang penting saya tidak perlu ikut merasakan "penderitaan" mereka sekarang.

Ada hal-hal yang Anda pandang indah dari orang lain.
Membuat iri dan mungkin penyesalan karena tidak bisa mencapainya.
Tapi Anda tidak pernah tahu, ada masalah/penderitaan apa dibalik keindahan itu.
Percayalah, apa pun yang Anda pikir wow,
tidak se-wow yang terlihat.
Orang hanya menunjukan apa yang ia ingin orang lain berpikir tentang dirinya.

Salam anget.

==
**Ingin tahu bagaimana keadaan asli orang tersebut?
Buat nilai tampilannya, lalu bagi 3.
APPAREANCE = 3 x REAL

**jangan nanya kenapa muncul angka 3
😂😂😂


Minggu, 16 Juli 2017

Agama Ini Mengajarkan Kebencian?


Eksternal HD saya sudah penuh dengan film-film box office pilihan. Tidak ada ruang kosong lagi.
Kalau ada film bagus yang mau saya isikan, terpaksa harus menghapus film lama.
Tapi tentu saja harus film bagus. Kalau film jelek, saya tidak akan rela menghapus yang lama.
Atau ada pilihan lain, membeli eksternal HD yang baru. Bisa saja.
Suatu wadah yang sudah penuh, tidak akan bisa diisi lagi dengan yang baru,
kecuali menambah wadah yang baru atau membuang isi lama.

Melompat ke topik lain,
ada orang-orang yang rajin melakukan ritual agamanya, rutin beribadah, sering berdoa.
Yang lucu, misalnya, ada orang setelah selesai misa,
di luar gereja bisa bertengkar dengan orang lain bersumpah serapah hanya gara-gara mobilnya tidak bisa keluar parkiran terhalang mobil lain.
Yang aneh, misalnya, ada orang yang rajin shalat lima waktu,
tapi begitu mudahnya berteriak-teriak menghina orang lain yang tidak sealiran dengannya.
Yang miris, misalnya, pemuka agama yang harusnya adalah manusia "sempurna",
tapi tetap melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain,
melanggar hukum,
atau memprovokasi pengikutnya agar membenci orang lain.
Lalu apa gunanya "rajin ibadahnya"?

Yang salah agamanya? Saya yakin tidak.
Yang salah pemahamannya? Bisa jadi demikian.
Salah memahami ajaran agamanya.
Salah menafsirkan kitabnya.
Salah menerapkan kepercayaannya.

Saya yakin Dia adalah cinta. Maha cinta.
Dengan demikian, saya yakin pula bahwa Dia tidak akan mengajarkan sesuatu yang berlawanan dengan cinta.
Bila benar menjalankan ibadah karena Dia,
bila benar memahami ajaran Dia,
bila benar menerapkan kitab Dia,
bila benar menerapkan kepercayaan akan Dia,
maka tidak akan mungkin ada tempat untuk kebencian.
Ini yang saya yakin, mungkin Anda punya prinsip berbeda.


Ketika Anda sudah sangat mencintai seseorang, masikah ada ruang di hati untuk membencinya?
Bisa saja, dengan membuang cinta lama, lalu menggantinya cemburu dan sakit hati.
Lalu apakah saya mau "mendelete film bagus" demi ada ruang untuk "film buruk"?
Masikah ada ruang dalam hati untuk membenci orang lain bila sudah penuh akan cinta pada Dia?
Apakah Anda mau membiarkan hal baik dalam hati karena Dia, dihapus demi sesuatu yang jelek?


Salam anget


Anda Harus Melakukan Ini Bila Diguncingkan Orang

Mau seberapa baiknya Anda,
tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang.
Selalu saja ada yang "nyinyir" atau pembenci,
menggunjing di belakang.

Seorang pembalap di posisi nomer 1,
kalau dia menengok ke samping/ke belakang demi melihat posisi lawannya,
biasanya akan segera tersalip.
Karena energi dan konsentrasinya terbagi dua antara ngebut ke depan dan melihat orang lain.

Biasa sih orang ngomongi saya.
Ada yang baik, banyak juga yang buruk.
Saya tidak peduli apa gunjingan orang tentang saya.
Karena saat saya terusik dengan gunjingan itu,
sama halnya mengurangi tarikan gas menuju kesuksesan.

Begitu pula soal orang lain.
Buat saya tidak perlu juga menggunjingkan kekurangan orang, terutama orang yang tidak saya suka.
Karena itu membuat saya sibuk pada hal yang tidak perlu.
Saya asyik bergosip tentang dia,
lha dianya tidak terpengaruh tuh, malah makin sukses hidupnya.

Mari berhenti mengurusi orang lain.
Mari berkonsentrasi untuk mengurusi diri sendiri dan mencapai sukses.

Salam anget

Selasa, 04 Juli 2017

Politik Berkedok Agama




Qomaruddin khan, seorang guru besar sejarah Islam universitas karachi, memberi analisis menarik bahwa tujuan Al Qur-an bukanlah menciptakan sebuah negara, melainkan sebuah masyarakat. Artinya agama tidak membela sistim pemerintahan atau bentuk negara seperti apapun ketika hukum bisa mengantarkan pada keadilan, perekonomian membawa pemerataan kesejahteraan, pendidikan bisa mencerdaskan kehidupan, dan lain sebagainya. Tiada penjelasan rinci mengenai bentuk negara memungkinkan Islam untuk mengikuti kemajuan zaman kondisi dan lingkungan baru.

Nabi Tidak Mendakwahkan Khilafah
Bahwa realitas perjuangan Nabi Muhammad dalam menyampaikan risalah kenabian bukanlah untuk tujuan politik kekuasaan, melainkan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh sebagaimana misi kenabian adalah untuk menyehatkan moralitas masyarakat melaului pendekatan keteladanan sehingga kumpulan individu individu yang bermoral baik dapat mengejawantahkan struktur kehidupan bermasyarakat yang memberi kebaikan bagi seluruh alam.

Kemunculan Rasululloh sebagai pemimpin tunggal masyarakat di jazirah arab pada waktu itu adalah bukan karena urusan politik pemerintahan apalagi kekuasaan melainkan karena kenabian dan kerasulan beliau. Tiga puluh enam kali peperangan dan tiga puluh delapan penyerbuan masa dakwah beliau adalah karena terjadinya penindasan dan pelanggaran terhadap kaum muslimin dalam beribadah, bukan untuk mewujudkan sistim pemerintahan apalagi khilafah.
 

Gagasan Khilafah: sebuah politik berkedok agama
Awalnya istilah khilafah mengacu pada Al Qur-an surat Al Baqoroh ayat 30 tentang penciptaan manusia yang disebut kholifah, wakil Tuhan di bumi. Dalam hubungan dengan ayat ayat lain, para ulama menafsirkan, tugas kholifah ialah memakmurkan kehidupan dimuka bumi, bukan menegakkan khilafah.

Dari sini tampak bahwa secara sistematis golongan pro khilafah memperjuangkan gagasan khilafah dengan mengeksploitasi teks teks Al Qur-an dan As Sunnah untuk mendukung gagasannya sembari mengkampanyekan bahwa sistem sistem yang ada pada saat ini adalah penyebab kedzoliman, kebrobrokan, dan ketidakbermoralan masyarakat. Semua keburukan selalu dinisbatkan kepada sistem sistem lain, sedangkan segala kebaikan selalu dinisbatkan pada gagasan khilafah.
 

Konsep Khilafah justru akan memecah belah umat Islam
Dari sudut pandang yang lain dalam realitas keanekaragaman pemahaman umat Islam terhadap apa dan bagaiamana syariah, gagasan khilafah juga dapat diidentifikasi sebagai alat politik untuk memperuncing perselisihan antar umat. Secara normatif gagasan khilafah memang dieksplorasi sebagai wahana penyatuan umat Islam yang saat ini. Ketika gagasan khilafah sudah didukung secara penuh oleh umat Islam, maka akan sampailah pada fase perpecahan dalam penentuan khilafah sebagaimana sudah mulai terjadi sejak Rosululloh wafat. Persoalan penting pertama yang mengemuka setelah wafatnya Rosululloh adalah mencari pengganti kepemimpinan beliau. Persoalan ini menciptakan perpecahan abadi di kalangan masyarakat muslim.
 

Khilafah tidak menjamin pengayoman di segenap wilayahnya
Golongan pro khilafah indonesia menguraikan secara ringkas tentang apa itu khilafah, untuk apa, bagaimana memperjuangkannya. Mereka menyeru umat Islam untuk bergabung bersama golongannya dalam perjuangan penegakkan kembali khilafah.

Dalam manifesto pro khilafah sangat jelas dinyatakan jika saat ini ada satu atau lebih mengeri Islam yang menjelma menjadi sebuah daulah khilafah, yang didalamnya diterapkan sistem Islam, niscaya negara tersebut akan menjadi titik awal bagi proses reunifikasi atau penyatuan seluruh dunia islam menuju terwujudnya sebuah negara yang paling kuat didunia.

Namun sebenarnya itu omong kosong belaka, karena bukti sejarah mengatakan bahwa daulah khilafah itu tidak secara menyeluruh memberikan pengayoman kepada segenap wilayah seperti yang diagung agungkan olehnya.


Menolak sistim Thohut tapi justru menggunakannya
Fenomena masyarakat muslim indonesia menyimpan fakta yang sangat menarik. Semakin islamnya masyarakat ternyata tidak berhubungan lurus dengan kemenangan islam sebagai gerakan politik. Dengan realitas seperti itu tampaknya sulit bagi partai islam untuk mendapatkan popular support.

Maka untuk mendongkrak popularitas dan dukungannya, pro khilafah juga sering melakukan manipulasi data dan informasi untuk memobilisir dukungan publik terhadap pro khilafah dengan gagasan khilafahnya.

Data dan informasi yang menyimpulkan hasil sebaliknya justru didefinisikan sebagai meningkatnya dukungan publik muslim terhadap khilafah. Mereka tidak mau mengikuti sistem thoghut padahal dalam masalah ini mereka justru mempraktekkan sistem yang mereka anggap sebagai thoghut.


Oleh
Liling Efendi

Sabtu, 10 Juni 2017

Cara Cepat Menjadi Kaya

Ada berbagai cara untuk menjadi kaya dengan mudah.
Saya cukup kasih satu cara mudah dan cepat.
Bisa disimak di link bawah ini :

KLIK DI SINI



Senin, 24 April 2017

Salah Satu Sebab Mengapa Ahok Kalah

Perspektif Lain Tentang Ahok
The real ahok

Mau tahu suara hati pengusaha? Mengapa banyak pengusaha Tionghoa tdk mendukung Ahok? Ini bukan masalah jujur dan anti korupsi, tapi masalah Ahok sebagai pejabat tidak etis.

Sebagai pejabat, dengan modal dari pembayar pajak,  Ahok mengajak pengusaha bersaing usaha. Selalu dia mengeluarkan kata-kata bernada ancaman bahwa modalnya  70T, artinya dialah, sebagai gubernur, the Real Konglomerat. Dia punya uang dan punya kekuasaan. Jadi pengusaha harus nurut 100% dengannya. Kalau tidak mau, maka dia yang akan jadi pengusahanya. Kalau tidak nurut, maka dengan kekuasaannya dia tidak akan memberi ijin. 

Ahok baik tapi TIDAK BIJAKSANA. Dia hendak memainkan perannya sebagai pengusaha sekaligus penguasa. Sebagai penguasa, dia hendak bermain di level operator, bukan kebijakan.

Bagi orang yg bekerja alias profesional, Ahok yes... bagi pengusaha Ahok No... kenapa?? Ahok tidak peduli sulitnya pengusaha. Yang dia pikirkan hanya bagaimana mengambil keuntungan sebesar-besarnya (kata halus dari memeras) dari rasa tidak berdaya pengusaha. Apa yg sudah diucapkan dari mulutnya seperti titah dewa. Tidak mau mendengar keluhan pengusaha dll. 

Contoh yg paling kecil: pasang spanduk biayanya 5000/m/hari. Dalam 3 th perjalanannya menjadi 125rb/m/hari. Dia tidak ingat pengusaha yang memasang spanduk dalam beriklan berarti pengusaha berbudget terbatas dan tidak bisa beriklan di TV. Ketika asosiasi pengusaha kecil dan menengah datang ingin negosiasi, jawaban Ahok,
"Anda kalau tidak bisa pasang umbul-umbul dengan biaya segitu, ya jangan pasang." 

Contoh lain, pengusaha cleaning service di pemda tidak diperpanjang kontraknya, kebersihan  juga  diambil alih, pegawai mereka diambil alih diberi gaji 250.000 lebih tinggi. Otomatis semua pegawai tidak mau lagi kerja dengan majikan lama. Padahal mereka ini yang mentraining keahliannya. 

Dulu mungkin ada kongkalikong. Tapi tidak seharusnya jantung pengusaha dibunuh, sistem dan pengawasanlah yang perlu diperbaiki. Bukankah pengusaha hanya mengikuti permainan penguasa. Kalau penguasa bersih, pengusaha juga akan ikut bersih. 

Kasus Seaworld, Ahok sengaja menaikkan biaya restribusi yang sangat tinggi, yang secara bisnis pasti tidak menguntungkan, bila Lippo ingin meneruskan kontraknya dengan pemda. Tujuan sebenarnya buat AHok cuma 1, dia cuma mau takeover seaworld, dengan kekuasaannya. Akhirnya seaworld ditakeover pemda dan seluruh karyawannya di ambil juga. Jadi pemda tidak perlu mengeluarkan biaya training karyawan apapun ataupun educate people. Tidak perlu memikirkan sistem management, istilahnya ini barang jadi, tinggal gue ambil dengan biaya 0. Karena gue punya kekuasaan.
Hal yg sama juga akan terjadi pada palyja, aerta, dll.

Kasus  pengusaha transportasi kota juga bencinya setengah mati dengan Ahok. Mereka hanya boleh menitipkan bisnya. Sopir diambil pemda. Artinya penghasilannya dijatah. Jadi bukan peraturan berkendaranya yang ditata, dan pengawas di dalam kota yang ditatar agar melakukan pengawasan dengan benar dan tertib berkendara,  tapi titik ekonomi orang lain yang dicabut. Lagi-lagi ini karena dia punya modal dan kekuasaan.

Bagi profesional yg bekerja, tanpa memikirkan ROI, Risk, nasib karyawan lain, maka Ahok is yes..yes..yes... Tapi bagi pengusaha, Ahok adalah seorang gila kekuasaan dan power approach. Di otak Ahok hanya kamu nurut saja, karena dia anggap semua orang bodoh. Seperti yang dia selalu katakan, kalau org bodoh nurut saja. Itu menyakitkan pengusaha.

Demikian juga konglomerat yang akan dipalak 15% jug disuruh nurut karena anggapannya tidak ada manusia yang lebih pintar dari dia.

Itulah kelemahan AHok. Dia terlalu menggunakan power approach. Never listen other people. Termasuk ke konsultan kampanye dan politiknya!! Di otaknya cuma I WIN you LOOSE!

Kenapa dia tidak belajar dari walikota London, yang dicintai masyarakat Inggris meskipun dia Muslim? Karena  modalnya cuma 1, listen others. Tidak ada  kesan ambisi membunuh orang yang tidak nurut. Tapi mendengarkan dan kemudian didiskusikan bersama. Pemerintah bisa menata sesuai kemauan pemerintah tapi pengusaha juga diajak memberi solusi. Kalau Ahok tidak bisa begitu, apa yang sudah keluar dari mulutnya tidak bisa dinego lagi. Makanya model selevel AGuan pun males ngomong sama dia. Pada akhirnya orang ambil kesimpulan, percuma ngomong sama orang ini. Semakin kita ngomong, semakin beringas dia.

Jadi mengapa ada kesan pengusaha memilih Ahok tidak  menjabat, bukan karena dia anti korupsi atau apapun, tapi kegilaan Ahok dalam menggunakan power approach harus dihentikan. Harus dicari penguasa yang mau duduk bersama, listen to each other, untuk memecahkan bersama. Pengusaha bukan orang bodo kok.

Saya menulis ini supaya semua orang bisa melihat secara berimbang. Menjadikan Ahok super hero karena mengkultuskannya itu sebenarnya membunuh dia pelan-pelan. Karena dia akan rusak dengan mental kesombongan dan tidak pernah sadar kelemahan dirinya sendiri.

Bagaimanapun, kita tetap terimakasih, karena dia sudah mletakkan dasar good governance.
Semoga sukses.

Sabtu, 22 April 2017

11 Alasan Mengapa Anda TIdak Pakai Bra (Beha/Kutang)


Entah kenapa, manusia yang lahir setelah ditemukannya kutang kerap memandang penuh udang di balik batu terhadap Wanita Tuna Kutang, atau perempuan yang tidak mengenakan beha. Terutama jika putting susu tampak sedikit menjiplak pada baju. Padahal, apa yang tidak normal dengan itu? Lelaki punya pentil juga meski tak punya susu. Kerap, ibu-ibu dan masyarakat tak membiarkan gadis-gadis keluar rumah tanpa sepasang cungkup payudara itu, sebab mereka menganggap gadis-gadis yang suka keluyuran tanpa kutang sebagai kurang baik-baik. Padahal ada banyak penjelasan mengapa manusia tak harus pakai beha.

Inilah sebelas diantaranya :          

1.       Laki-laki

Jika Anda lelaki tentu saja Anda tak perlu-dan, hamper tak akan-mengenakan kutang. Tak ada orang yang senang memakai ransel terbalik jika tak perlu.



2.     Sekolah Putri Tarakanita- yang muridnya perempuan semua, rok seragamnya cukup tinggi, dan dikenal lebih bagak ketimbang anak-anak perempuan sekolah lain- saya mendengar gossip bahwa cewek-cewek Tar-Q itu “berani”. Mereka ke sekolah pakai rok mini, membawa botol minum, dan tidak pakai beha. Mereka memang membawa bekal makanan dan minuman, tetapi mereka no-bra. Betapa nakalnya!

Tentu saja. Yang dimaksud adalah Taman Kanak-kanak Tarakanita. Sebab, selain lelaki, bocah-bocah juga tidak mengenakan beha. Bukankah kita semua dilahirkan tanpa beha.



3.      Gadis jujur.

Berbeda dari anggapan nakal tentang Wanita Tuna Kutang, sebagian perempuan yang memilih tak mengenakan beha sesungguhnya adalah gadis jujur. Mereka justru tidak mengenakan kutang karena mereka tidak mau berbohong mengenai ukuran payudara mereka.


                Tahukah Anda, bahwa fungsi kutang adalah dua hal yang saling bertentangan? Yaitu, untuk menutupi sekaligus menonjolkan. Bahkan tujuan yang terakhir bias berlindung di balik tujuan yang pertama. Niat nakal berpura-pura tidak ada di balik niat santun-sederhana.


                Sebagian model bra menawarkan penampilan payudara secara ideal. Ada push up bra yang menggunakan kawat dan cungkup yang kuat agar kantung kelenjar susu yang lemas bias membusung diri. Payudara yang menggantung ke bawah pun bisa tampak membuncah ke atas. Ada pula beha yang bisa membuat dada tampak dua nomor lebih montok. Caranya dengan menambah berbagai sumpal. Sekadar busa yang kaku sampai sumpal kantong silicon yang menyesuaikan diri dengan suhu tubuh. Silicon hangat ini begitu lembut dan lentur sehingga, jika perempuan berbeha demikian menempelkan dadanya pada lelaki pada saat berdansa, atau saat naik ojek yang pengemudinya suka mengerem mendadak, dijamin yang terkena tempelen maut itu merasakan kelembutan susu alami. Bukan susu kaleng.


                Nah, dengan tersedianya begitu banyak teknologi tipu daya, perempuan yang memilih tidak memakai beha sesungguhnya adalah perempuan yang jujur.


Bersambung ke halaman berikut ini







11 Alasan Mengapa Anda TIdak Pakai Bra (Beha/Kutang) 2


4.    Wanita tradisional. Memang bukan gadis jujur saja yang bisa tak pakai kutang. Wanita yang setia pada nilai tradisi pun bisa tak berbeha. Misalnya, perempuan-perempuan Bali pada masa Covarrubias atau Antonio Blanco pertama kali bekunjung. Pada masa itu, pedesaan Bali dan Jawa, wanita biasa bertelanjang dada. Masyarakat biasa-biasa saja dengan susu yang membusung maupun menggantung. Mereka menerimanya sebagai keindahan yang wajar. Para pendatanglah yang cengar-cengir, tersipu-sipu, atau horny sendiri melihat itu. Sampai-sampai, penduduk menjadi jengah dan mulai menutup dadanya. Begitu pula suku-suku pedalaman, seperti di Papua atau Kalimantan, mereka tidak mengenal beha dan mereka baik-baik saja. Tetek yang dibiarkan terbuka tak pernah membikin kekacuan dunia.

5.    Perempuan pemberontak. Sebagian perempuan memilih tak pakai beha sebagai pemberontakan terhadap kapitalisme dan patriarki. Ini dimulai para feminis di barat dengan gerakan no bra oleh para aktivis Women’s Lib di tahun 70-an. Mereka beranggapan bahwa perempuan telah terlalu dikekang. Antara lain oleh beha dan korset. Beha dan korset membuat tubuh perempuan terbelenggu, secara fisik dan psikologis. Korset dan bra membuat perempuan dapat dan harus tampil dengan dada montok dan pinggang sempit. Belum lagi, industry beha diuntungkan dengan keinginan dan keharusan bertubuh gitar. Bayangkan keuntungan perusahaan kutang jika sepertiga dari lima milyar penduduk dunia ini memakai beha dan mereka ganti setiap hari dengan siklus tiga hari. Berarti, diperlukan sekitar 5 milyar kutang juga setiap tiga hari! Semakin perempuan mengekang teteknya, semakin untung perusahaan.

Nilai yang tak masuk akal serta akibatnya yang merugikan perempuan dilawan oleh beberapa feminis dengan gerakan no bra. Lepaskan behamu dan biarkan tubuhmu bebas (dan jangan menambah keuntungan kaum industry kutang)! Gerakan ini sempat menular, dalam bentukk sedikit berbeda, ke Bandung di tahun 70-an, dengan adanya Oreksas dan ATD : Organisasi Seks Bebas dan Anti Tjelana Dalam. Akibatnya, orang-orang dari luar Bandung membayangkan para mojang priangan yang terkenal berkulit kuning langsat naik becak tanpa celana dalam. Padahal, sayangnya, tak ada yang bisa membuktikan. Ide Oreksas dan ATD barangkali hanya sebatas wacana yang digembar-gemborkan majalah Aktuil pimpinan Remy Silado si penyair mbeling di tahun 70-an. Gerakan ATD ini bisa dibilang gagal dari segi marketing. Sebab tak ada merek lingerie yang mau beriklan di sana.

6.   Anggota kelompok nudis. Masyarakat nudis atau telanjang, yang terdapat di beberapa tempat di Eropa, juga merupakan masyarakat yang menantang modernism. Jadi, ada semangat pemberontakan juga di sana. Mereka beranggapan bahwa modernism telah begitu menjauhkan manusia dari alam, membuat manusia tidak wajar lagi. Contohnya ya itu tadi: peradaban malah membuat manusia tak bisa lagi jalan-jalan tanpa pakaian meskipun di musim panas, manusia tak lagi santai dan wajar dengan bagian-bagian tubuhnya. Bukankah mamalia lain tidak mengenakan pakaian dan tak pernah ada pemerkosaan dalam bangsa hewan! Kaum nudis ingin mengembalikan kewajaran itu. Sementara, orang-orang yang pikirannya penuh nafsu justru melihat kaum ini sebagai pengumbar aurat. Padahal, tujuan kaum nudis ini lumayan mulia juga.

7.     Cewek cuek. Salah satu alasan untuk tidak melakukan sesuatu adalah tidak peduli. Salah satu alasan untuk tidak memakai beha adalah tidak peduli. Cewek cuek bersikap peduli setan dengan nilai-nilai, dengan pandangan orang, dan dengan bentuk payudara. Mereka tak ingin tampak wah dengan menggunakan push up bra atau membuat lelaki tersipu-sipu dengan tidak mengenakan bra. Mereka semata-mata tidak peduli.

8.   Gadis baik-baik yang tak ingin mengecewakan calon pacar. Jika gadis jujur tidak ingin membohongi diri sendiri mengenai ukuran payudaranya, gadis baik-baik tidak ingin membohongi calon pacar.
      Ada satu pengalaman seorang kawan wanita. Pernah dia menikmati betul memakai beha dengan sumpal busa yang membuat payudaranya dua nomor lebih besar. Dia menikmati mata yang memandang perbandingan dada dan pinggang dengan cemburu (atau dia kira cemburu – barangkali sesungguhnya mereka sudah curiga). Sampai suatu kali dia bertemu dengan seorang lelaki dan saling tahu bahwa akan berkencan juga akhirnya. Begitulah, pada kesempatan makan malam pertama, dia telah meninggalkan busa beha itu, meskipun belum meninggalkan behanya – barangkali, karena berharap ada kesempatan kedua. Kesempatan kedua tak pernah ada. Karena mereka telah terlanjur bercinta di kesempatan pertama. Apapun, tujuannya baik-baik. Agar jangan pacarnya merasa membeli kucing dalam kutang.


11 Alasan Mengapa Anda TIdak Pakai Bra (Beha/Kutang) 3


9.   Tatkala tidur dan mandi. Tak dianjurkan oleh dokter dan pelatih yoga manapun untuk mengenakan beha di kala mandi dan tidur. Kutang yang tepat boleh digunakan selagi makan, melakukan beragam kegiatan, berolahraga bahkan bercinta.
      Jangan mengenakan beha dengan rangka kawat untuk olah raga. Sebaliknya, ada beha yang hanya terbuat dari rangka kawat dan tanpa cungkup penutup. Inilah beha untuk bercumbu, tetap menunjang buah dada sambil membiarkan ujungnya terbuka.

10. Yang juga tak memerlukan beha adalah inang-inang, bakul kulakan, atau perempuan pedagang grosir yang telah memiiki dompet yang aman. Pada masa lampau, perempuan pedagang bakulan begini menyimpan uang dalam kutang. Ini memang tempat yang paling aman. Sebab menjambretnya dijamin sesulit menjambret ikat pinggang. Sayangnya, kebiasaan ini tidak baik untuk kulit payudara. Sebab, uang tidak steril dan uang banyak berpindah tangan juga mengandung beragam kuman. Sebaiknya, jangan satukan fungsi dompet dengan kutang. Jika jatah belanja terbatas, pilihlah salah satu saja: dompet atau kutang. Maka demi sebuah dompet, Anda diperbolehkan tidak memiliki kutang.

11. Ekshibisionis. Nah! Inilah alasan umum yang kerap dituduhkan pada Wanita Tuna Kutang. Tuduhan itu bukan mengada-ada. Tentu saja, sebagian perempuan yang tak memakai beha memang ingin memamerkan buah dadanya yang indah. Tak salah juga bukan? Lagi pula, buah dada tak bisa selamanya sombong. Buah dada akan lunglai di suatu hari nanti. Jadi , apa salahnya membiarkan dia menikmati udara segar selagi bisa?













Sumber : X Magazine

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More