Tarot versi Gilded

maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.

Rider-Waite Tarot

The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards

A Night Watch

Rembrandt van Rijn

Seni Meracik minuman keras

Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail

Di Lorong Ku Menatap

Yang ini jelas foto profil saya to

Minggu, 16 Juli 2017

Agama Ini Mengajarkan Kebencian?


Eksternal HD saya sudah penuh dengan film-film box office pilihan. Tidak ada ruang kosong lagi.
Kalau ada film bagus yang mau saya isikan, terpaksa harus menghapus film lama.
Tapi tentu saja harus film bagus. Kalau film jelek, saya tidak akan rela menghapus yang lama.
Atau ada pilihan lain, membeli eksternal HD yang baru. Bisa saja.
Suatu wadah yang sudah penuh, tidak akan bisa diisi lagi dengan yang baru,
kecuali menambah wadah yang baru atau membuang isi lama.

Melompat ke topik lain,
ada orang-orang yang rajin melakukan ritual agamanya, rutin beribadah, sering berdoa.
Yang lucu, misalnya, ada orang setelah selesai misa,
di luar gereja bisa bertengkar dengan orang lain bersumpah serapah hanya gara-gara mobilnya tidak bisa keluar parkiran terhalang mobil lain.
Yang aneh, misalnya, ada orang yang rajin shalat lima waktu,
tapi begitu mudahnya berteriak-teriak menghina orang lain yang tidak sealiran dengannya.
Yang miris, misalnya, pemuka agama yang harusnya adalah manusia "sempurna",
tapi tetap melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain,
melanggar hukum,
atau memprovokasi pengikutnya agar membenci orang lain.
Lalu apa gunanya "rajin ibadahnya"?

Yang salah agamanya? Saya yakin tidak.
Yang salah pemahamannya? Bisa jadi demikian.
Salah memahami ajaran agamanya.
Salah menafsirkan kitabnya.
Salah menerapkan kepercayaannya.

Saya yakin Dia adalah cinta. Maha cinta.
Dengan demikian, saya yakin pula bahwa Dia tidak akan mengajarkan sesuatu yang berlawanan dengan cinta.
Bila benar menjalankan ibadah karena Dia,
bila benar memahami ajaran Dia,
bila benar menerapkan kitab Dia,
bila benar menerapkan kepercayaan akan Dia,
maka tidak akan mungkin ada tempat untuk kebencian.
Ini yang saya yakin, mungkin Anda punya prinsip berbeda.


Ketika Anda sudah sangat mencintai seseorang, masikah ada ruang di hati untuk membencinya?
Bisa saja, dengan membuang cinta lama, lalu menggantinya cemburu dan sakit hati.
Lalu apakah saya mau "mendelete film bagus" demi ada ruang untuk "film buruk"?
Masikah ada ruang dalam hati untuk membenci orang lain bila sudah penuh akan cinta pada Dia?
Apakah Anda mau membiarkan hal baik dalam hati karena Dia, dihapus demi sesuatu yang jelek?


Salam anget


Anda Harus Melakukan Ini Bila Diguncingkan Orang

Mau seberapa baiknya Anda,
tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang.
Selalu saja ada yang "nyinyir" atau pembenci,
menggunjing di belakang.

Seorang pembalap di posisi nomer 1,
kalau dia menengok ke samping/ke belakang demi melihat posisi lawannya,
biasanya akan segera tersalip.
Karena energi dan konsentrasinya terbagi dua antara ngebut ke depan dan melihat orang lain.

Biasa sih orang ngomongi saya.
Ada yang baik, banyak juga yang buruk.
Saya tidak peduli apa gunjingan orang tentang saya.
Karena saat saya terusik dengan gunjingan itu,
sama halnya mengurangi tarikan gas menuju kesuksesan.

Begitu pula soal orang lain.
Buat saya tidak perlu juga menggunjingkan kekurangan orang, terutama orang yang tidak saya suka.
Karena itu membuat saya sibuk pada hal yang tidak perlu.
Saya asyik bergosip tentang dia,
lha dianya tidak terpengaruh tuh, malah makin sukses hidupnya.

Mari berhenti mengurusi orang lain.
Mari berkonsentrasi untuk mengurusi diri sendiri dan mencapai sukses.

Salam anget

Selasa, 04 Juli 2017

Politik Berkedok Agama




Qomaruddin khan, seorang guru besar sejarah Islam universitas karachi, memberi analisis menarik bahwa tujuan Al Qur-an bukanlah menciptakan sebuah negara, melainkan sebuah masyarakat. Artinya agama tidak membela sistim pemerintahan atau bentuk negara seperti apapun ketika hukum bisa mengantarkan pada keadilan, perekonomian membawa pemerataan kesejahteraan, pendidikan bisa mencerdaskan kehidupan, dan lain sebagainya. Tiada penjelasan rinci mengenai bentuk negara memungkinkan Islam untuk mengikuti kemajuan zaman kondisi dan lingkungan baru.

Nabi Tidak Mendakwahkan Khilafah
Bahwa realitas perjuangan Nabi Muhammad dalam menyampaikan risalah kenabian bukanlah untuk tujuan politik kekuasaan, melainkan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh sebagaimana misi kenabian adalah untuk menyehatkan moralitas masyarakat melaului pendekatan keteladanan sehingga kumpulan individu individu yang bermoral baik dapat mengejawantahkan struktur kehidupan bermasyarakat yang memberi kebaikan bagi seluruh alam.

Kemunculan Rasululloh sebagai pemimpin tunggal masyarakat di jazirah arab pada waktu itu adalah bukan karena urusan politik pemerintahan apalagi kekuasaan melainkan karena kenabian dan kerasulan beliau. Tiga puluh enam kali peperangan dan tiga puluh delapan penyerbuan masa dakwah beliau adalah karena terjadinya penindasan dan pelanggaran terhadap kaum muslimin dalam beribadah, bukan untuk mewujudkan sistim pemerintahan apalagi khilafah.
 

Gagasan Khilafah: sebuah politik berkedok agama
Awalnya istilah khilafah mengacu pada Al Qur-an surat Al Baqoroh ayat 30 tentang penciptaan manusia yang disebut kholifah, wakil Tuhan di bumi. Dalam hubungan dengan ayat ayat lain, para ulama menafsirkan, tugas kholifah ialah memakmurkan kehidupan dimuka bumi, bukan menegakkan khilafah.

Dari sini tampak bahwa secara sistematis golongan pro khilafah memperjuangkan gagasan khilafah dengan mengeksploitasi teks teks Al Qur-an dan As Sunnah untuk mendukung gagasannya sembari mengkampanyekan bahwa sistem sistem yang ada pada saat ini adalah penyebab kedzoliman, kebrobrokan, dan ketidakbermoralan masyarakat. Semua keburukan selalu dinisbatkan kepada sistem sistem lain, sedangkan segala kebaikan selalu dinisbatkan pada gagasan khilafah.
 

Konsep Khilafah justru akan memecah belah umat Islam
Dari sudut pandang yang lain dalam realitas keanekaragaman pemahaman umat Islam terhadap apa dan bagaiamana syariah, gagasan khilafah juga dapat diidentifikasi sebagai alat politik untuk memperuncing perselisihan antar umat. Secara normatif gagasan khilafah memang dieksplorasi sebagai wahana penyatuan umat Islam yang saat ini. Ketika gagasan khilafah sudah didukung secara penuh oleh umat Islam, maka akan sampailah pada fase perpecahan dalam penentuan khilafah sebagaimana sudah mulai terjadi sejak Rosululloh wafat. Persoalan penting pertama yang mengemuka setelah wafatnya Rosululloh adalah mencari pengganti kepemimpinan beliau. Persoalan ini menciptakan perpecahan abadi di kalangan masyarakat muslim.
 

Khilafah tidak menjamin pengayoman di segenap wilayahnya
Golongan pro khilafah indonesia menguraikan secara ringkas tentang apa itu khilafah, untuk apa, bagaimana memperjuangkannya. Mereka menyeru umat Islam untuk bergabung bersama golongannya dalam perjuangan penegakkan kembali khilafah.

Dalam manifesto pro khilafah sangat jelas dinyatakan jika saat ini ada satu atau lebih mengeri Islam yang menjelma menjadi sebuah daulah khilafah, yang didalamnya diterapkan sistem Islam, niscaya negara tersebut akan menjadi titik awal bagi proses reunifikasi atau penyatuan seluruh dunia islam menuju terwujudnya sebuah negara yang paling kuat didunia.

Namun sebenarnya itu omong kosong belaka, karena bukti sejarah mengatakan bahwa daulah khilafah itu tidak secara menyeluruh memberikan pengayoman kepada segenap wilayah seperti yang diagung agungkan olehnya.


Menolak sistim Thohut tapi justru menggunakannya
Fenomena masyarakat muslim indonesia menyimpan fakta yang sangat menarik. Semakin islamnya masyarakat ternyata tidak berhubungan lurus dengan kemenangan islam sebagai gerakan politik. Dengan realitas seperti itu tampaknya sulit bagi partai islam untuk mendapatkan popular support.

Maka untuk mendongkrak popularitas dan dukungannya, pro khilafah juga sering melakukan manipulasi data dan informasi untuk memobilisir dukungan publik terhadap pro khilafah dengan gagasan khilafahnya.

Data dan informasi yang menyimpulkan hasil sebaliknya justru didefinisikan sebagai meningkatnya dukungan publik muslim terhadap khilafah. Mereka tidak mau mengikuti sistem thoghut padahal dalam masalah ini mereka justru mempraktekkan sistem yang mereka anggap sebagai thoghut.


Oleh
Liling Efendi

Sabtu, 10 Juni 2017

Cara Cepat Menjadi Kaya

Ada berbagai cara untuk menjadi kaya dengan mudah.
Saya cukup kasih satu cara mudah dan cepat.
Bisa disimak di link bawah ini :

KLIK DI SINI



Senin, 24 April 2017

Salah Satu Sebab Mengapa Ahok Kalah

Perspektif Lain Tentang Ahok
The real ahok

Mau tahu suara hati pengusaha? Mengapa banyak pengusaha Tionghoa tdk mendukung Ahok? Ini bukan masalah jujur dan anti korupsi, tapi masalah Ahok sebagai pejabat tidak etis.

Sebagai pejabat, dengan modal dari pembayar pajak,  Ahok mengajak pengusaha bersaing usaha. Selalu dia mengeluarkan kata-kata bernada ancaman bahwa modalnya  70T, artinya dialah, sebagai gubernur, the Real Konglomerat. Dia punya uang dan punya kekuasaan. Jadi pengusaha harus nurut 100% dengannya. Kalau tidak mau, maka dia yang akan jadi pengusahanya. Kalau tidak nurut, maka dengan kekuasaannya dia tidak akan memberi ijin. 

Ahok baik tapi TIDAK BIJAKSANA. Dia hendak memainkan perannya sebagai pengusaha sekaligus penguasa. Sebagai penguasa, dia hendak bermain di level operator, bukan kebijakan.

Bagi orang yg bekerja alias profesional, Ahok yes... bagi pengusaha Ahok No... kenapa?? Ahok tidak peduli sulitnya pengusaha. Yang dia pikirkan hanya bagaimana mengambil keuntungan sebesar-besarnya (kata halus dari memeras) dari rasa tidak berdaya pengusaha. Apa yg sudah diucapkan dari mulutnya seperti titah dewa. Tidak mau mendengar keluhan pengusaha dll. 

Contoh yg paling kecil: pasang spanduk biayanya 5000/m/hari. Dalam 3 th perjalanannya menjadi 125rb/m/hari. Dia tidak ingat pengusaha yang memasang spanduk dalam beriklan berarti pengusaha berbudget terbatas dan tidak bisa beriklan di TV. Ketika asosiasi pengusaha kecil dan menengah datang ingin negosiasi, jawaban Ahok,
"Anda kalau tidak bisa pasang umbul-umbul dengan biaya segitu, ya jangan pasang." 

Contoh lain, pengusaha cleaning service di pemda tidak diperpanjang kontraknya, kebersihan  juga  diambil alih, pegawai mereka diambil alih diberi gaji 250.000 lebih tinggi. Otomatis semua pegawai tidak mau lagi kerja dengan majikan lama. Padahal mereka ini yang mentraining keahliannya. 

Dulu mungkin ada kongkalikong. Tapi tidak seharusnya jantung pengusaha dibunuh, sistem dan pengawasanlah yang perlu diperbaiki. Bukankah pengusaha hanya mengikuti permainan penguasa. Kalau penguasa bersih, pengusaha juga akan ikut bersih. 

Kasus Seaworld, Ahok sengaja menaikkan biaya restribusi yang sangat tinggi, yang secara bisnis pasti tidak menguntungkan, bila Lippo ingin meneruskan kontraknya dengan pemda. Tujuan sebenarnya buat AHok cuma 1, dia cuma mau takeover seaworld, dengan kekuasaannya. Akhirnya seaworld ditakeover pemda dan seluruh karyawannya di ambil juga. Jadi pemda tidak perlu mengeluarkan biaya training karyawan apapun ataupun educate people. Tidak perlu memikirkan sistem management, istilahnya ini barang jadi, tinggal gue ambil dengan biaya 0. Karena gue punya kekuasaan.
Hal yg sama juga akan terjadi pada palyja, aerta, dll.

Kasus  pengusaha transportasi kota juga bencinya setengah mati dengan Ahok. Mereka hanya boleh menitipkan bisnya. Sopir diambil pemda. Artinya penghasilannya dijatah. Jadi bukan peraturan berkendaranya yang ditata, dan pengawas di dalam kota yang ditatar agar melakukan pengawasan dengan benar dan tertib berkendara,  tapi titik ekonomi orang lain yang dicabut. Lagi-lagi ini karena dia punya modal dan kekuasaan.

Bagi profesional yg bekerja, tanpa memikirkan ROI, Risk, nasib karyawan lain, maka Ahok is yes..yes..yes... Tapi bagi pengusaha, Ahok adalah seorang gila kekuasaan dan power approach. Di otak Ahok hanya kamu nurut saja, karena dia anggap semua orang bodoh. Seperti yang dia selalu katakan, kalau org bodoh nurut saja. Itu menyakitkan pengusaha.

Demikian juga konglomerat yang akan dipalak 15% jug disuruh nurut karena anggapannya tidak ada manusia yang lebih pintar dari dia.

Itulah kelemahan AHok. Dia terlalu menggunakan power approach. Never listen other people. Termasuk ke konsultan kampanye dan politiknya!! Di otaknya cuma I WIN you LOOSE!

Kenapa dia tidak belajar dari walikota London, yang dicintai masyarakat Inggris meskipun dia Muslim? Karena  modalnya cuma 1, listen others. Tidak ada  kesan ambisi membunuh orang yang tidak nurut. Tapi mendengarkan dan kemudian didiskusikan bersama. Pemerintah bisa menata sesuai kemauan pemerintah tapi pengusaha juga diajak memberi solusi. Kalau Ahok tidak bisa begitu, apa yang sudah keluar dari mulutnya tidak bisa dinego lagi. Makanya model selevel AGuan pun males ngomong sama dia. Pada akhirnya orang ambil kesimpulan, percuma ngomong sama orang ini. Semakin kita ngomong, semakin beringas dia.

Jadi mengapa ada kesan pengusaha memilih Ahok tidak  menjabat, bukan karena dia anti korupsi atau apapun, tapi kegilaan Ahok dalam menggunakan power approach harus dihentikan. Harus dicari penguasa yang mau duduk bersama, listen to each other, untuk memecahkan bersama. Pengusaha bukan orang bodo kok.

Saya menulis ini supaya semua orang bisa melihat secara berimbang. Menjadikan Ahok super hero karena mengkultuskannya itu sebenarnya membunuh dia pelan-pelan. Karena dia akan rusak dengan mental kesombongan dan tidak pernah sadar kelemahan dirinya sendiri.

Bagaimanapun, kita tetap terimakasih, karena dia sudah mletakkan dasar good governance.
Semoga sukses.

Sabtu, 22 April 2017

11 Alasan Mengapa Anda TIdak Pakai Bra (Beha/Kutang)


Entah kenapa, manusia yang lahir setelah ditemukannya kutang kerap memandang penuh udang di balik batu terhadap Wanita Tuna Kutang, atau perempuan yang tidak mengenakan beha. Terutama jika putting susu tampak sedikit menjiplak pada baju. Padahal, apa yang tidak normal dengan itu? Lelaki punya pentil juga meski tak punya susu. Kerap, ibu-ibu dan masyarakat tak membiarkan gadis-gadis keluar rumah tanpa sepasang cungkup payudara itu, sebab mereka menganggap gadis-gadis yang suka keluyuran tanpa kutang sebagai kurang baik-baik. Padahal ada banyak penjelasan mengapa manusia tak harus pakai beha.

Inilah sebelas diantaranya :          

1.       Laki-laki

Jika Anda lelaki tentu saja Anda tak perlu-dan, hamper tak akan-mengenakan kutang. Tak ada orang yang senang memakai ransel terbalik jika tak perlu.



2.     Sekolah Putri Tarakanita- yang muridnya perempuan semua, rok seragamnya cukup tinggi, dan dikenal lebih bagak ketimbang anak-anak perempuan sekolah lain- saya mendengar gossip bahwa cewek-cewek Tar-Q itu “berani”. Mereka ke sekolah pakai rok mini, membawa botol minum, dan tidak pakai beha. Mereka memang membawa bekal makanan dan minuman, tetapi mereka no-bra. Betapa nakalnya!

Tentu saja. Yang dimaksud adalah Taman Kanak-kanak Tarakanita. Sebab, selain lelaki, bocah-bocah juga tidak mengenakan beha. Bukankah kita semua dilahirkan tanpa beha.



3.      Gadis jujur.

Berbeda dari anggapan nakal tentang Wanita Tuna Kutang, sebagian perempuan yang memilih tak mengenakan beha sesungguhnya adalah gadis jujur. Mereka justru tidak mengenakan kutang karena mereka tidak mau berbohong mengenai ukuran payudara mereka.


                Tahukah Anda, bahwa fungsi kutang adalah dua hal yang saling bertentangan? Yaitu, untuk menutupi sekaligus menonjolkan. Bahkan tujuan yang terakhir bias berlindung di balik tujuan yang pertama. Niat nakal berpura-pura tidak ada di balik niat santun-sederhana.


                Sebagian model bra menawarkan penampilan payudara secara ideal. Ada push up bra yang menggunakan kawat dan cungkup yang kuat agar kantung kelenjar susu yang lemas bias membusung diri. Payudara yang menggantung ke bawah pun bisa tampak membuncah ke atas. Ada pula beha yang bisa membuat dada tampak dua nomor lebih montok. Caranya dengan menambah berbagai sumpal. Sekadar busa yang kaku sampai sumpal kantong silicon yang menyesuaikan diri dengan suhu tubuh. Silicon hangat ini begitu lembut dan lentur sehingga, jika perempuan berbeha demikian menempelkan dadanya pada lelaki pada saat berdansa, atau saat naik ojek yang pengemudinya suka mengerem mendadak, dijamin yang terkena tempelen maut itu merasakan kelembutan susu alami. Bukan susu kaleng.


                Nah, dengan tersedianya begitu banyak teknologi tipu daya, perempuan yang memilih tidak memakai beha sesungguhnya adalah perempuan yang jujur.


Bersambung ke halaman berikut ini







11 Alasan Mengapa Anda TIdak Pakai Bra (Beha/Kutang) 2


4.    Wanita tradisional. Memang bukan gadis jujur saja yang bisa tak pakai kutang. Wanita yang setia pada nilai tradisi pun bisa tak berbeha. Misalnya, perempuan-perempuan Bali pada masa Covarrubias atau Antonio Blanco pertama kali bekunjung. Pada masa itu, pedesaan Bali dan Jawa, wanita biasa bertelanjang dada. Masyarakat biasa-biasa saja dengan susu yang membusung maupun menggantung. Mereka menerimanya sebagai keindahan yang wajar. Para pendatanglah yang cengar-cengir, tersipu-sipu, atau horny sendiri melihat itu. Sampai-sampai, penduduk menjadi jengah dan mulai menutup dadanya. Begitu pula suku-suku pedalaman, seperti di Papua atau Kalimantan, mereka tidak mengenal beha dan mereka baik-baik saja. Tetek yang dibiarkan terbuka tak pernah membikin kekacuan dunia.

5.    Perempuan pemberontak. Sebagian perempuan memilih tak pakai beha sebagai pemberontakan terhadap kapitalisme dan patriarki. Ini dimulai para feminis di barat dengan gerakan no bra oleh para aktivis Women’s Lib di tahun 70-an. Mereka beranggapan bahwa perempuan telah terlalu dikekang. Antara lain oleh beha dan korset. Beha dan korset membuat tubuh perempuan terbelenggu, secara fisik dan psikologis. Korset dan bra membuat perempuan dapat dan harus tampil dengan dada montok dan pinggang sempit. Belum lagi, industry beha diuntungkan dengan keinginan dan keharusan bertubuh gitar. Bayangkan keuntungan perusahaan kutang jika sepertiga dari lima milyar penduduk dunia ini memakai beha dan mereka ganti setiap hari dengan siklus tiga hari. Berarti, diperlukan sekitar 5 milyar kutang juga setiap tiga hari! Semakin perempuan mengekang teteknya, semakin untung perusahaan.

Nilai yang tak masuk akal serta akibatnya yang merugikan perempuan dilawan oleh beberapa feminis dengan gerakan no bra. Lepaskan behamu dan biarkan tubuhmu bebas (dan jangan menambah keuntungan kaum industry kutang)! Gerakan ini sempat menular, dalam bentukk sedikit berbeda, ke Bandung di tahun 70-an, dengan adanya Oreksas dan ATD : Organisasi Seks Bebas dan Anti Tjelana Dalam. Akibatnya, orang-orang dari luar Bandung membayangkan para mojang priangan yang terkenal berkulit kuning langsat naik becak tanpa celana dalam. Padahal, sayangnya, tak ada yang bisa membuktikan. Ide Oreksas dan ATD barangkali hanya sebatas wacana yang digembar-gemborkan majalah Aktuil pimpinan Remy Silado si penyair mbeling di tahun 70-an. Gerakan ATD ini bisa dibilang gagal dari segi marketing. Sebab tak ada merek lingerie yang mau beriklan di sana.

6.   Anggota kelompok nudis. Masyarakat nudis atau telanjang, yang terdapat di beberapa tempat di Eropa, juga merupakan masyarakat yang menantang modernism. Jadi, ada semangat pemberontakan juga di sana. Mereka beranggapan bahwa modernism telah begitu menjauhkan manusia dari alam, membuat manusia tidak wajar lagi. Contohnya ya itu tadi: peradaban malah membuat manusia tak bisa lagi jalan-jalan tanpa pakaian meskipun di musim panas, manusia tak lagi santai dan wajar dengan bagian-bagian tubuhnya. Bukankah mamalia lain tidak mengenakan pakaian dan tak pernah ada pemerkosaan dalam bangsa hewan! Kaum nudis ingin mengembalikan kewajaran itu. Sementara, orang-orang yang pikirannya penuh nafsu justru melihat kaum ini sebagai pengumbar aurat. Padahal, tujuan kaum nudis ini lumayan mulia juga.

7.     Cewek cuek. Salah satu alasan untuk tidak melakukan sesuatu adalah tidak peduli. Salah satu alasan untuk tidak memakai beha adalah tidak peduli. Cewek cuek bersikap peduli setan dengan nilai-nilai, dengan pandangan orang, dan dengan bentuk payudara. Mereka tak ingin tampak wah dengan menggunakan push up bra atau membuat lelaki tersipu-sipu dengan tidak mengenakan bra. Mereka semata-mata tidak peduli.

8.   Gadis baik-baik yang tak ingin mengecewakan calon pacar. Jika gadis jujur tidak ingin membohongi diri sendiri mengenai ukuran payudaranya, gadis baik-baik tidak ingin membohongi calon pacar.
      Ada satu pengalaman seorang kawan wanita. Pernah dia menikmati betul memakai beha dengan sumpal busa yang membuat payudaranya dua nomor lebih besar. Dia menikmati mata yang memandang perbandingan dada dan pinggang dengan cemburu (atau dia kira cemburu – barangkali sesungguhnya mereka sudah curiga). Sampai suatu kali dia bertemu dengan seorang lelaki dan saling tahu bahwa akan berkencan juga akhirnya. Begitulah, pada kesempatan makan malam pertama, dia telah meninggalkan busa beha itu, meskipun belum meninggalkan behanya – barangkali, karena berharap ada kesempatan kedua. Kesempatan kedua tak pernah ada. Karena mereka telah terlanjur bercinta di kesempatan pertama. Apapun, tujuannya baik-baik. Agar jangan pacarnya merasa membeli kucing dalam kutang.


11 Alasan Mengapa Anda TIdak Pakai Bra (Beha/Kutang) 3


9.   Tatkala tidur dan mandi. Tak dianjurkan oleh dokter dan pelatih yoga manapun untuk mengenakan beha di kala mandi dan tidur. Kutang yang tepat boleh digunakan selagi makan, melakukan beragam kegiatan, berolahraga bahkan bercinta.
      Jangan mengenakan beha dengan rangka kawat untuk olah raga. Sebaliknya, ada beha yang hanya terbuat dari rangka kawat dan tanpa cungkup penutup. Inilah beha untuk bercumbu, tetap menunjang buah dada sambil membiarkan ujungnya terbuka.

10. Yang juga tak memerlukan beha adalah inang-inang, bakul kulakan, atau perempuan pedagang grosir yang telah memiiki dompet yang aman. Pada masa lampau, perempuan pedagang bakulan begini menyimpan uang dalam kutang. Ini memang tempat yang paling aman. Sebab menjambretnya dijamin sesulit menjambret ikat pinggang. Sayangnya, kebiasaan ini tidak baik untuk kulit payudara. Sebab, uang tidak steril dan uang banyak berpindah tangan juga mengandung beragam kuman. Sebaiknya, jangan satukan fungsi dompet dengan kutang. Jika jatah belanja terbatas, pilihlah salah satu saja: dompet atau kutang. Maka demi sebuah dompet, Anda diperbolehkan tidak memiliki kutang.

11. Ekshibisionis. Nah! Inilah alasan umum yang kerap dituduhkan pada Wanita Tuna Kutang. Tuduhan itu bukan mengada-ada. Tentu saja, sebagian perempuan yang tak memakai beha memang ingin memamerkan buah dadanya yang indah. Tak salah juga bukan? Lagi pula, buah dada tak bisa selamanya sombong. Buah dada akan lunglai di suatu hari nanti. Jadi , apa salahnya membiarkan dia menikmati udara segar selagi bisa?













Sumber : X Magazine

Minggu, 16 April 2017

Ini Cara agar Bisa Nyoblos meski Tak Terdaftar di DPT

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno menjamin bahwa warga Jakarta bisa tetap mencoblos pada pemungutan suara Pilkada DKI putaran kedua pada Rabu (19/4/2017), meski namanya tak tercantum pada daftar pemilih tetap (DPT).
Adapun persyaratannya, kata Sumarno, adalah warga yang namanya tak ada dalam DPT harus harus membawa e-KTP domisili Jakarta ke TPS. Warga ini akan dimasukan sebagai pemilih tambahan.
Jika belum memiliki e-KTP, lanjut Sumarno, bisa membawa surat keterangan (suket) yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).
Suket itu ditujukan kepada petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Selain itu, warga juga melampirkan alat verifikasi identitas diri selain e-KTP. Misalnya kartu keluarga, paspor atau surat izin mengemudi.
Sebagai penyelenggara, kata Sumarno, sudah menjadi tugas bagi KPU DKI memfasilitasi warga Jakarta untuk menggunakan hak pilih.

"Mereka punya hak dan KPU wajib memfasilitasi penggunaan hak pilihnya," kata Sumarno dalam diskusi bertajuk "Pilkada Sehat dan Demokratis" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/4/2017).
Sumarno menambahkan, warga tersebut dapat menggunakan hak pilihnya setelah warga yang terdaftar dalam DPT melakukan pencoblosan.
"Mereka nanti tetap bisa datang ke TPS pukul 12.00 WIB sampai 13.00 WIB," kata Sumarno.
(Baca: KPU DKI Pastikan Warga Tak Terdaftar di DPT Bisa Mencoblos)

Waktu pemungutan dan penghitungan suara pilkada DKI Jakarta dilaksanakan pada 19 April 2017.
Tiga hari sebelumnya, yakni 17-18 April diberlakukan masa tenang.
Dua pasangan calon yang bersaing pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, yakni pasangan calon nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat dan pasangan calon nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan- Sandiaga Uno.



Sumber : Kompas

Mengapa Tingkat Kepuasan terhadap Ahok-Djarot Tak Berbanding Lurus dengan Elektabilitas?

Survei yang dirilis Charta Politika menyebut bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pasangan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat tak berbanding lurus dengan elektabilitas atau tingkat keterpilihan pasangan petahana tersebut. 
Survei tersebut mengungkap, dari 782 responden, sebanyak 71,9 persen sangat puas dan cukup puas dengan kinerja Pemprov DKI Jakarta.
Sedangkan yang tidak puas hanya sebesar 26,2 persen, sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.
Angka kepuasan itu pun terus merangkak naik sejak November 2016 lalu.
(Baca: Survei Charta: Elektabilitas Ahok-Djarot 47,3 %, Anies Sandi 44,8 %)

"Program yang dinilai paling bermanfaat paling atas ada Kartu Jakarta Sehat (30,6 persen), lalu Kartu Jakarta Pintar (23,8) persen, dan pelayanan kelurahan (12,9 persen), menyusul di bawahnya Transjakarta, PTSP, dan penanganan banjir," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di kantornya, Sabtu (15/4/2017).

Namun demikian, angka tingkat kepuasan tak berbanding lurus dengan elektabilitas Ahok- Djarot.
Survei menunjukkan elektabilitas Ahok- Djarot sebesar 47,3 persen dan Anies-Sandi 44,8 persen, sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

"Di daerah-daerah lain, biasanya jika kepuasan tinggi elektabilitasnya tinggi juga, seperti Ridwan Kamil, Risma, elektabikitas hampir sama dengan kepuasan publiknya," kata Yunarto.
Yunarto mengatakan meski pemilih di DKI diklaim rasional, ada faktor emosional yang berperan besar dan tidak bisa dinafikkan.
Sebanyak 43,2 persen memang memilih berdasarkan rekam jejak dan 25,3 persen memilih karena program yang ditawarkan. Namun ada 25,4 persen responden yang memilih karena kepribadian kandidat.
Begitu pula dengan latar belakang agama. Sebanyak 46,3 persen responden berpendapat itu sangat penting dalam memilih gubernur dan wakil gubernur.
(Baca: LSI Denny JA: Tingkat Kepuasan terhadap Ahok-Djarot di Atas 70 Persen)

"Ada faktor primordial, faktor karakter Ahok yang menjadi beban, Anies-Sandi dipilih karena ramah dan santun dipilih, di sisi lain Ahok memiliki masalah agama tapi faktor kinerja dan kepuasan publik menguatkan Ahok, ini pertarungan sisi emosionalitas dan rasionalitas," kata Yunarto.
Data dihimpun dari tanggal 7 hingga 12 April 2017. Sebanyak 782 dari target 1.000 responden ini tersebar di lima wilayah DKI tanpa Kepulauan Seribu.
Survei yang diklaim dibiayai secara mandiri oleh Charta Politika ini, menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of errror kurang lebih 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber : Kompas

Asteroid besar akan melintas mendekati Bumi pada 19 April 2017

Apakah akan membahayakan Bumi?
Kalau kamu penggemar film dengan bertemakan bencana tentu sudah tidak asing lagi dengan judul film Armageddon dan Deep Impact. Yup, kedua film tersebut bercerita tentang asteroid yang hendak menghantam Bumi dan bisa menyebabkan 'kiamat kecil'.
Pernah merasa ketakutan akan hal itu? Baru-baru ini NASA merilis adanya sebuah asteroid besar yang ditemukan tiga tahun lalu akan melintas mendekati Bumi pada 19 April 2017 nanti.



Eits, kamu jangan ketakutan dulu ya. Asteroid tersebut sudah dipastikan tak akan menabrak Bumi. Saat melintas nanti, jaraknya sekitar 1,8 juta kilometer dari Bumi. Kejadian itu akan menjadi perjumpaan paling dekat antara asteroid dan Bumi dalam sedikitnya 400 tahun terakhir.
Dilansir brilio.net dari laman resmi NASA, Sabtu (15/4), Asteroid 2014 JO25 yang ditemukan pada Mei 2014 oleh astronom dari Catalina Sky Survey dalam proyek kerja sama NEO Observations Program NASA dan University of Arizona tersebut berdasarkan hasil pengukuran sementara ukurannya 650 meter.
Asteroid itu akan mendekati Bumi dari arah matahari dan akan bisa dilihat di langit malam menggunakan teleskop kecil, satu atau dua malam setelah 19 April sebelum dia dengan cepat menjauhi Bumi.

Sumber : Brilio

Begini jadinya kalau 12 tokoh dunia dijadikan karakter game online

Seniman asal Hong Kong yang bernama Tik Ka baru-baru ini membuat karakter game online dari para tokoh dunia terkemuka. Tak hanya itu, para karakter yang buat oleh Tik Ka tersebut seolah nyata dan menampilkan sisi lain dari para tokoh dunia tersebut.

Proyek dari Tik Ka ini disebut sebagai Super World Fighter. Ia membuat karakter ini dan kemudian mengunggahnya di akun Facebook-nya yaitu Tik Ka From East. Penasaran seperti apa? Intip yuk hasil karya dari Tik Ka yang dirangkum brilio.net dari rocketnews24.com, Sabtu (15/4).

1. Super World Fighter dari Taiwan nih..


2. Hayo ini siapa? Kamu bisa tebak nggak?


3. Ini sepertinya Donald Trump..


4. Kekar dan berotot gitu ya World Fighter-nya Rusia.


5. Kim Jong-un nya Korea Utara begini jadinya..


6. Kuba punya nih! Che Guevara!



7. Ratu Elizabeth dari Kerajaan Inggris.


8. China!


9. Teduh sekali melihat tokoh dari India ini ya..


10. Irak nih!


11. Nah kalau yang ini World Fighter dari Jepang nih..


12. Amerika punya nih! Kok kayak Obama ya?







    


Sumber: Brilio

Senin, 10 April 2017

Inilah Kursi Yang Paling Mahal

Saat menjelang mau tidur, yang menyenangkan buat saya adalah membaca linimasa di media sosial,
misalnya Facebook.
Ada berbagai postingan, entah itu positif dan negatif, semua saya baca.

Kalau yang negatif, sekedar saya baca, cukup tahu bahwa teman saya mempunyai cara pandang seperti itu.
Sedangkan yang positif saya like dan kadang saya komentari.
Postingan "pamer" sekalipun tetap saya anggap hal positif yang bisa membuat saya termotivasi untuk lebih baik lagi.
Pencapaian yang luar biasa dari teman-teman positif membuat saya berpikir,
mengapa saya belum menyamai pencapaian mereka?

Saya mungkin melihat hasil akhir, tapi tidak mengetahui bahwa untuk mencapai prestasi demikian dilalui dengan berdarah-darah dan banyak pengorbanan.
Satu hal yang saya yakini bahwa hambatan untuk maju adalah belum mengambil keputusan baik.
Keputusan baik dimulai dari hal yang kecil,

keputusan untuk keluar dari zona nyaman.

Orang bijak berkata, kursi paling mahal adalah kursi yang ada di depan TV.
Karena di kursi itu orang bisa menghabiskan waktu berjam-jam menonton TV,
sedangkan di luar sana orang bisa menghasilkan jutaan rupiah dengan usahanya.

Kursi yang paling mahal adalah kursi empuk di kantor Anda.
Karena kursi itu membuat Anda betah bekerja di tempat itu dengan gaji "cukup" dan segan untuk melamar pekerjaan lain dengan potensi gaji lebih tinggi.

Kursi yang paling mahal adalah kursi yang membuat Anda merasa cukup puas dengan pencapaian Anda
dan menutup mata bahwa di luar sana ada banyak kesempatan besar menanti.

Yang membuat kita begerak adalah impian,
impian untuk lebih baik dari sekarang.
Pilihannya adalah tetap duduk di kursi mahal dan tetap merasa nyaman dan aman atau,
mau bangun dari kursi, bereksplorasi, dan berjuang meraih impian.
Pilihan di tangan Anda.

Salam anget



Minggu, 26 Februari 2017

Bagaimana Caranya Punya Pacar Secantik Megan Fox?

Seandainya bisa memilih, seandainya boleh memilih,
maka Anda pasti akan pilih yang paling bagus.
Inginnya pacar yang ganteng, baik, setia, pengertian, wangi.
Maunya istri yang cantik, seksi, pintar, jago masak.
Cocoknya kerja jadi bos, banyak duit, rumah bagus, kendaraan mentereng.

Coba lihat ke diri sendiri.
Pacar cantik sih, tapi bawel dan banyak maunya, tapi masih saja pacaran sama dia.
Suami jelek, buncit, jarang mandi, tukang selingkuh,
tapi kok masih bertahan.
Pekerjaan berat, gaji pas-pasan, berangkat subuh, pulang baru maghrib,
tapi sampai sekarang tetap bekerja di tempat yang sama.

Kenapa bisa gitu?
Salah pilih atau memang kepepet karena tidak ada pilihan lain?
Alasannya cuma Anda yang tahu.

Setiap pilihan selalu mengandung resiko.
Tidak ada pilihan yang sempurna,
yang ada adalah pilihan yang "agak mendingan" diantara yang buruk.

Sebenarnya saya ingin punya pacar seperti Megan Fox. Tapi apa daya, cuma dia yang bisa saya dapat.
Sebenarnya saya ingin punya suami seperti Aston Kuthcer. Tapi apa boleh buat, yang mau melamar saya cuma dia.
Sebenarnya saya melamar kerja ke PT. X di Sudirman. Tapi saya hanya diterima kerja di PT. Z yang kantornya cuma bisa sewa ruko.

Salah pilih atau kepepet?

Kita selalu terjebak pada keadaan yang tidak memuaskan.
Dalam hati mungkin Anda berpikir begini,
"Harusnya gue layak untuk dapat yang lebih baik."
Yakin Anda layak?

Saya ingin punya pacar cantik, maka saya harus menggantengkan diri dengan rajin merawat tubuh sehingga yang cantik melirik saya.
Saya ingin punya suami setia, maka saya harus menyenangkannya supaya tidak sempat melirik perempuan lain.
Saya mau pekerjaan bonafit itu, maka saya harus meninggikan kemampuan saya sehingga bisa diterima di sana.

Apa yang Anda dapat sekarang, sebesar yang Anda layak untuk terima.
Trust me..!!

Mau yang lebih bagus?
Naikan level Anda,
layakan diri,
perbesar potensi dan kesempatan,
supaya saat yang bagus dan besar itu datang, Anda layak dan siap untuk menerimanya.

Salam anget

***
Terinspirasi oleh Andreas Patria Krisna yang buncit, jarang mandi, tapi baik hati dan tidak sombong 😆😆

Rabu, 22 Februari 2017

Bagaimana mendidik anak supaya tidak nakal?

Masih teringat kenangan masa kecil saya.
Ada banyak aturan-aturan yang diterapkan orang tua ke saya.
Beberapa aturan pokok yang sejalan dengan norma, saya ikuti.
Misalnya, aturan feodal bila dengan orang yang lebih tua harus menghormati,
bilang permisi kalau mau lewat,
duduk tidak boleh lebih tinggi atau minimal sama tinggi,
tidak boleh bohong,
jangan jajan sembarangan, dll.

Disamping itu, banyak aturan yang saya langgar, karena menurut saya tidak relevan.
Misalnya,
selama sekolah tidak boleh pacaran,
pulang sekolah harus langsung pulang,
bergaul hanya dengan anak-anak baik (baik menurut kacamata orang tua),
tidak boleh ikut kegiatan yang tidak berhubungan dengan pelajaran sekolah, dll.

Orang-orang seangkatan saya, sedikit di atas atau di bawah, 
kebanyakan sudah beranak.
Saya melihat bagaimana mereka dengan ketat memberikan peraturan-peraturan yang menurut saya terlalu mengekang.
Alasannya sangat mulia, demi melindungi anak dari hal buruk.
Tapi mereka lupa, bahwa kami dulu adalah para pelanggar cilik yang kadang, bahkan sering tidak mematuhi aturan dan kalau perlu berbohong pada orang tua.

Lalu, lihatlah, bahwa saya, kami, kita, saat ini baik-baik saja. Hidup baik, pekerjaan baik, sosialisasi baik (dalam tataran norma pada umumnya), mampu survive.
Ternyata kelakuan kita sebagai pelanggar cilik memberikan banyak kontribusi pada kehidupan saat ini.
Semua akibat baik dan buruk dari "melanggar" memberikan kita pengalaman dan ilmu yang banyak berguna.

Para orang tua, kebanyakan, selalu memberikan standar tinggi pada anaknya melebihi dengan standar yang pernah diterimanya dulu.
Mereka lupa bahwa anak pun punya kehendak bebas dan pada waktu tertentu bisa membedakan mana yang baik dan buruk.
Akibatnya, ternyata Anda bisa lebih kolot dibanding orang tua dulu.

Apa yang baik menurut Anda tidak selalu sesuai pada anak.
Apa yang buruk menurut Anda juga belum tentu buruk untuk anak.
Perlakukan anak-anak sebagaimana Anda ingin diperlakukan ketika Anda kecil.

Salam anget.

**
Jadi inget, waktu kecil makan chiki diomelin sama mami, dibilang mecin, bikin bodo.
Eh sekarang saya beli banyak dong, makan sepuasnya di depan mami.

Hhahahahaha

Senin, 20 Februari 2017

Careful what you wish for

"Gini bro, mendingan kita siapin stok lebih. Takutnya nanti kurang."
Jawab saya,
"Lho...jangan takut,
ga boleh takut, kita harus berani."
Krik...krik...krik

Ada satu joke yang sering saya lontarkan ke kawan.
Jokenya ya seperti di atas tadi.
Buat yang terlalu serius, dia akan bengong, lalu mengulang penjelasannya dengan maksud supaya saya paham.
Buat yang humoris, dia akan tertawa, lalu membalasnya dengan joke juga.
Beberapa kawan yang sering saya celutuki demikian, mereka tertawa lalu biasanya sigap dan mengganti kalimatnya,
"Gini bro, mendingan kita siapin stok lebih.
Beraninya nanti kurang."

Kalimat-kalimat sejenis sering kita temui. Saat Anda berkata "tidak ada uang", 
biasanya para orang-orang tua atau kawan Anda menegur agar mengganti kalimatnya menjadi "belum ada uang".

Tidak ada berarti memang tidak ada. Sedangkan belum ada bermakna bahwa sekarang sedang tidak ada tapi nantinya semoga akan ada uang.

Kata-kata yang Anda ucapkan pada sesuatu, diri sendiri atau orang lain, tanpa Anda sadari bisa menjadi mantra, doa atau sumpah yang bila dikehendaki-Nya akan terjadi.

Mantra atau doa yang berkasiat, bersifat repetitif, diulang-ulang, berpotensi untuk terjadi.
Bahkan beberapa kepercayaan menerapkan dan menyarankan mantra/doa repetitif yang mungkin kita kenal dengan menggunakan media tasbih atau alat hitung pengulangan.

Begitu dahsyatnya "kesaktian" kata-kata Anda.
Apa yang kita ucapkan begitu saktinya sehingga berpotensi terkabul.
Maka ucapkanlah hanya kata-kata positif.

Jangan takut, jangan kuatir, jangan bodoh, jangan...bla...bla...bla...

Saran saya pada Anda begini,
"Gini bro, mendingan kita siapin stok lebih.
Beraninya nanti kurang."


Salam anget


Careful what you wish for..!!

Selasa, 14 Februari 2017

Pilih Agus atau Ahok atau Anis?

Ketegangan antar pendukung paslon terasa begitu kuat sejak pilpres lalu di medsos.
Masing-masing pendukung paslon begitu fanatik.
Ini pun terasa sampai ke pilkada tahun ini.
Sering saya baca status teman-teman yang saling menghujat, 
bersekutu,
dan malahan saling unfriend memutuskan silaturahmi.

Anda mungkin netral, tidak peduli dengan dinamika politik.
Baiklah, tidak ada masalah dengan itu.
Tapi bila Anda pendukung/pembenci salah satu paslon,
rasanya panas kalau melihat status teman menjelekan paslon Anda.
Tidak tahan, lalu berkomentar, bertengkar, dan berujung unfriend.
"Ini orang kok bebal banget sih, ga ngerti2 juga kalo paslon gw itu bener. Punya hati nurani ga sih?
Bisa mikir ga sih?"
Itu yang timbul di benak Anda.

Para pembenci biasanya akan menghasilkan pembenci juga di pihak lain.
Para pendukung, dengan semua argumennya,
juga pasti mempunyai lawan pendukung di pihak lain.
Anda pasti merasa benar dan mereka salah.
Begitu pula sebaliknya.

Pernahkah Anda mencoba membaca dengan serius status teman para pembenci?
Baca dengan hati, lojik, dingin.
Mungkin Anda yang salah dan mereka yang benar.
Kalau masih panas bacanya, 
tinggalkan sejenak, lalu baca lain waktu.
Begitu terus menerus.
Barangkali suatu ketika Anda akan sadar, bahwa paslon pilihan Anda kurang tepat.
Atau malahan semakin yakin pada paslon yang Anda dukung.

Tidak perlu unfriend dan memutuskan silaturahmi dengan orang yang bersebarangan.
Jadikan introspeksi, bahwa paslon dukungan Anda bukan dewa yang tanpa cela.
Dan persiapkan mental menerima bila paslon Anda kalah, bukan bila menang.
Karena kemenangan paslon tidak perlu mental apa pun dari Anda.

**
Paslon itu mirip gebetan.
Kamu sibuk bahas paslon
tapi paslon ga pernah bahas kamu.

Kamu sibuk bahas gebetan
tapi gebet... ah sudahlah..!!

Salam anget


Senin, 06 Februari 2017

Seberapa Besar Batas Kemampuan Tubuh Manusia?

Manusia memiliki batas kemampuan. Tapi seberapa besar atau jauh batas itu?
Anda tidak akan pernah tahu bila tidak mencobanya.
Suatu kali kita bisa menyerah atas ketidakmampuan  dalam menghadapi atau menyelesaikan sesuatu.

Benarkah tidak mampu?
Inikah batas kekuatan Anda?
Sampai di sini usaha maksimal yang dilakukan?
Atau ternyata ini hanya perasaan Anda saja dan merupakan hasil kekurangpercayaan diri?

Tubuh itu mengikuti pikiran.
Anda adalah apa yang Anda pikirkan.
Keluhan dan rasa pesimis membatasi diri Anda untuk maju.

Iya, Anda punya masalah dan beban hidup.
Masih kuat untuk menghadapinya?
Atau cukup sampai di sini perjuangan Anda.

Target hidup yang tidak mungkin tercapai.
Penghasilan yang Anda rasakan selalu kurang.
Beban masalah yang begitu berat sehingga Anda tidak mampu mengangkatnya.
Ketidakpastian masa depan.
Percayalah, perjuangan Anda belum maksimal.
Anda belum mengeksplorasi kemampuan.

Sugesti yang paling baik datangnya dari sendiri.
Katakanlah, saya mampu lebih dari ini,
saya bisa menghadapinya,
saya kuat,
lalu lakukan perjuangan terbaik Anda.
Dan lihatlah, bahwa pencapaian Anda akan di luar perkiraan.

Salam anget.

**
Potongan video ini menginspirasi saya, dan semoga juga membuat Anda terinspirasi untuk melakukan usaha terbaik dalam hidup.

video


Senin, 23 Januari 2017

Penyebab Terjadinya Disintegrasi

Pada setiap orang menempel identitas lebih dari satu.
Ada yang karena bawaan,
ada yang karena takdir,
ada yang karena pilihan.
Saya pribadi, berusaha, untuk tidak mempermasalahkan identitas yang menempel pada orang lain selama itu tidak mengganggu.
Kadang-kadang identitas itu tampak mata,
sebagian lagi tidak.

Orang yang pincang, tahu bahwa kakinya berbeda, dan itu terlihat.
Orang yang terlahir sebagai orang afrika, tahu bahwa dirinya hitam.
Anak yang berangking buncit di kelas,
tahu bahwa dia tidak sepandai teman-teman di kelas.

Tidak ada masalah dengan perbedaan.
Dia tahu dirinya berbeda, orang lain pun tahu bahwa mereka berbeda.
Sekali lagi tidak ada yang salah dengan itu.

Tapi....
Semua akan menjadi masalah ketika hal berbeda tersebut dipakai sebagai ujaran bermakna peyoratif.
Saya tahu bahwa saya tidak pintar,
tapi akan tidak enak bila orang memanggil saya "bodoh".

Anda punya kaki pincang, senang kalau setiap kali orang panggil Anda pincang?
Tanyalah ke orang negro, nyamankah mereka dipanggil "niger"?
Iya...saya tahu tidak bisa masuk ke sebuah klub elite karena saya miskin, semua orang tahu itu,
dan jadi tidak nyaman ketika mereka, orang-orang kaya itu, meskipun dengan cara manis dan sopan,
selalu mengulang-ulang kalimat yang sama,
"Maaf ya, kami ga berniat menghina, tapi kamu ga bisa masuk klub kami karena kamu miskin.
Maaf ya..."

Disintegrasi terjadi bukan karena perbedaan.
Perpecahan diawali dan akhirnya menghancurkan karena ujaran-ujaran peyoratif yang dipolitisir dan terus diulang-ulang.
Pincang, negro, cina lu, dasar miskin, orang tolol, kafir, jangan gaul sama orang jawa, komunis kau, dasar jelek, hitam kau....!!

Salam anget.

Bagaimana Cara Melawan Hoax?

Waktu kecil, saya punya teman orang Minang, pelitnya minta ampun.
Beberapa waktu, karena dia, saya berpikir bahwa semua orang minang itu pelit.
Eh, ternyata, makin besar dan makin banyak pergaulan, banyak orang Minang yang saya kenal itu dermawan.

Kebiasaan manusia suka menjeneralisasi dan memberikan stigma buruk pada suatu kelompok karena perbuatan salah satu "anggota" kelompok tersebut.
Ini biasa disebut oknum.

Tidak ada cara lain untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut selain dimulai dari diri kita sendiri untuk bersikap adil pada orang lain.

Ketika ada suatu tindakan buruk seseorang,
percayalah,
dia tidak mewakili label yang dibawanya.

Pada diri kita melekat berbagai label, mulai dari suku, agama, ras, golongan, daerah, kelompok tongkrongan, kelompok hobi, kelompok komunitas, yang kita merupakan bagian darinya.

Satu hal buruk yang kita lakukan ke orang lain, bisa berimbas munculnya stigma buruk pada label yang kita bawa.
Maka,
berpikir sebelum berbuat,
pertimbangkan sebelum memposting tulisan.

Saya lebih salut pada orang yang tidak membawa-bawa label pada tindakannya.
Artinya, yang dilakukannya dipertanggungjawabkan pribadi dan tidak menimpakan akibatnya secara kolektif pada label yang terbawa didirinya.

Salam anget

Ciri-ciri Musibah itu Adalah Azab

Ada banyak alasan yang membuat Anda suka atau benci pada orang lain.
Kadang alasan itu malah dicari-cari.
Pokoknya kalau tidak suka ya tidak suka, titik.

Iyalah,
itu hak Anda untuk suka atau tidak.
Yang penting tidak merugikan orang lain.

Yang menjadi buruk adalah inisiatif penghakiman pada orang lain,
kemudian meletakan cocoklogi atas peristiwa yang menimpa orang tersebut.

Suatu ketika tetangga sebelah rumahnya kemalingan.
Bila Anda suka dengannya,
maka Anda bilang itu cobaan dari Tuhan atas umatnya.
Bila Anda benci dengannya,
maka Anda, mungkin, bilang itu azab dari Tuhan atas kesalahan dan dosanya.

Siapa saya, Anda, kita?
Manusia tempatnya semua salah dan kekurangan,
kok berani-beraninya memberikan penghakiman atas peristiwa buruk yang menimpa orang lain.

Saya yakin seyakinnya,
semua peristiwa buruk yang dialami orang lain,
tidak ada hubungannya dengan saya.
Peristiwa buruk tersebut suatu ketika akan saya alami juga,
dalam bentuk sama atau berbeda versi,
dan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Anda.

Apa pun hal buruk atau baik yang terjadi pada saya, kita, biarlah Sang Kuasa yang menentukan dan menghakimi.
Hal buruk tetaplah buruk yang harus menjadi pijakan untuk bangkit lagi.
Hal baik tetaplah baik yang memang sudah waktunya kita dapatkan.

Hidup itu seperti arisan.
Tiap bulan dikocok.
Bisa jadi bulan ini saya yang untung, bulan depan giliran Anda.
Atau bisa jadi Anda sial sekarang, tapi jangan kuatir, giliran saya pasti datang.

Salam anget.

Aku Lebih Suka Kopi Pahit

Aku lebih suka kopi pahit,
karena hidupku sudah terlalu manis.

Tidak masalah bila aku harus tidur dalam cahaya temaram,
karena masa depanku begitu cerah.

Aku tidak masalah berada dalam gelap,
karena masa laluku sangat terang.

Masakan paling enak adalah yang pedas,
karena tiap udara yang kuhirup selalu nikmat.

Dan aku tidak takut akan hari esok,
karena tiap saat dalam hidupku adalah indah.

Salam anget

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More