Porno dan Bugil 18+ Jangan diklik..!!

Selasa, 17 Mei 2016

Apa Yang Harus Anda Lakukan Bila Punya Hutang??

Kalau kita buat tingkatan dalam hubungan bersosialisasi,
maka akan ada level hubungan sebagai berikut :
1. Orang sangat dekat
Misalnya : saudara baik, keluarga, sahabat, teman yang diperacaya, pacar, mantan, suami, istri.
2. Orang dekat
Misalnya : teman nongkrong, teman sehoby, orang yang terhubung karena ikatan darah tapi jarang berinteraksi.
3. Sekedar kenal
Misalnya : Anda kenal dia, dia kenal Anda. Selesai
4. Orang asing
Yang pasti kalian tidak saling mengenal.

Mari kita sepakati bersama dulu,
bila Anda butuh uang, kepada siapa Anda akan meminjam?
Tentunya pada orang terdekat dong.
Orang di level 1,
seseorang yang dipercaya untuk tahu "aib" Anda soal kebutuhan akan uang.
Setuju?

Apakah mungkin meminjam pada orang yang tidak dekat
atau orang yang baru kenal
atau orang yang jarang berkomunikasi
di level 2, 3 atau bahkan 4?

Mungkin saja, dengan 2 alasan :
- tidak punya "seseorang yang dekat" di level 1.
- punya niat menipu.

Lalu bila ada orang yang meminjam uang,
kemudian menghilang,
tidak ada kabar,
lebih galak saat ditagih,
bohong,
pura-pura lupa,
(mari kita kesampingkan kasus tidak mampu membayar tapi tetap beritikad baik)
tidak mau bayar utangnya,
dan tindakan lain yang menyakiti si pemberi pinjaman,
maka orang macam ini berada dimana hati nuraninya?

Ketika ada orang yang meminjamkan uang kepada Anda,
artinya Anda berhutang 2 hal, yaitu uang dan budi.
Uang senilai dengan jumlah pinjaman.
Budi adalah sebegitu baiknya dia untuk percaya dan membantu dengan memberikan pinjaman.
Percayalah,
orang yang kabur dari hutangnya, saat ini dia sedang berkumpul/bersosialisasi dengan orang yang bukan sahabatnya di level 2 sampai 4,
dia tidak punya "TEMAN".
Kenapa? karena orang tersebut tidak sedang bermasalah meminjamkan uang sehingga tidak perlu dihindari.
Kalau pun, katanya, dia sedang bersama sahabat sejatinya, maka sang sahabat itu sejatinya adalah "calon korban" baru.

Seandainya,
Anda sedang didekati orang yang punya masalah hutang piutang dan menghilang dari kreditornya,
Anda bisa jadi orang level 1 nya yang akan menjadi "korban" berikutnya,
atau bisa saja Anda adalah orang level 2 atau 3 nya yang juga, mungkin, akan jadi "korban"nya atau hanya jadi teman killing time,
maka hati-hati.
Jauhi dia untuk keamanan Anda sekaligus memberinya pelajaran agar bertanggung jawab dan tidak menyia-nyiakan teman level 1 nya.

Seandainya,
Anda dimintai pinjaman untuk orang tersebut membayar pinjaman kepada orang lain demi pelunasan janjinya,
maka berilah dia pinjaman bila Anda mampu.
Karena sesungguhnya orang tersebut berintegritas, bertanggung jawab terhadap hutangnya.

Seandainya,
Anda dalam posisi punya hutang,
jatuh tempo dalam membayar tapi Anda tidak punya uang,
maka akuilah ketidakmampuan Anda pada kreditur,
dan minta tenggat tempo.
Bila ternyata kreditur Anda tidak bersedia memberi tenggat waktu,
maka pinjamlah dari orang lain lagi untuk melunasinya.
Gali lubang tutup lubang?
Betul.
Tapi ini jauh lebih baik daripada Anda kehilangan kepercayaan dan teman level 1 yang sangat berharga.

Jangan menghilang..!!!
Jangan pura-pura lupa...!!!
Jangan berbohong...!!
Jangan marah bila ditagih dan sok galak,
bila Anda lakukan itu, Anda tak lebih dari pecundang yang tak tahu diri,
karena sesungguhnya Anda berada di posisi lemah, kalah, dan bersalah,
Anda tidak punya hak untuk marah atau galak saat ditagih hutang...!!!!
Anda tersinggung dengan cara kreditur dalam menagih hutang?
Oke,
lunasi dulu hutang Anda,
baru setelah itu anda baru punya HAK untuk marah dan tersinggung.

Hutang adalah hutang.
Selamanya akan tetap hutang sebelum Anda melunasinya.
Bahkan sampai Anda berada di dunia lain,
hutang itu tetap ada selama sang kreditur tidak menganggapnya lunas.
Uang arisan yang belum Anda setor,
uang titipan untuk orang lain yang Anda "pakai dulu",
hak orang yang belum Anda bayar,
semua itu juga termasuk HUTANG.
Anda berhutang, kalau tidak mau disebut mencuri.


Salam bertanggung jawab
Salam tidak kabur
Salam anget


0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More