Tarot versi Gilded

maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.

Rider-Waite Tarot

The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards

A Night Watch

Rembrandt van Rijn

Seni Meracik minuman keras

Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail

Di Lorong Ku Menatap

Yang ini jelas foto profil saya to

Selasa, 26 Januari 2016

Sepisau Cinta

Sepisau cinta itu datang,
memarutkan lubang,
lalu pergi meninggalkan bekas,
luka yang tak sembuh lekas.

Sepisau cinta itu datang, lagi.
membangunkan kisah memori,
lalu terulang kuterjatuh,
dalam pelukan berpeluh.

Sepisau cinta, segaris janji.
Sebaris dusta, kuingin mati.
setelah kau pergi,
lagi.

Kalau saja hidup ini cuma mimpi,
tak usahlah berangkat tidur.

26 jan 2016
8.49
Pesawat lion air ke Singapura




Jumat, 15 Januari 2016

Kami Tidak Takut

Menonton film horor, banyak bermunculan adegan hantu,
saya takut.
Ada polisi razia, surat-surat saya tak lengkap, bisa ditilang,
saya takut.
Bos biasanya marah-marah kalau pekerjaan lewat dari dead line,
saya takut. 


Ketika ada suatu bahaya datang,
sistem pertahanan memberikan reaksi.
Alarm berbunyi, makin besar bahayanya,
makin kencang suaranya.
Itulah rasa takut.

Mempunyai rasa takut itu manusiawi.
Karena mampu membuat Anda terhindar dari bahaya.
Bila alarm terus berbunyi tanpa ada usaha mengatasi atau mengantisipasi, maka sia-sialah ketakutan tersebut.

Film horor kan hantunya bohongan,
saya tidak takut.
Surat-surat kendaraan saya lengkap kok, biar pun banyak polisi razia,
saya tidak takut.
Pekerjaan saya selesai tepat waktu, tidak ada alasan bos untuk marah,
saya tidak takut.

Saya tidak perlu takut lagi akan segala sesuatu,
selama saya benar dan melakukan hal benar.
Saya tidak takut.
Kami tidak takut.

Salam anget

‪#‎KamiTidakTakut‬


Pernikahan Perjuangan Seumur Hidup

Tidak ada yang bisa menjamin bahwa suatu pernikahan akan baik-baik saja.
Tidak ada orang yang layak membanggakan hidup rumah tangganya lebih baik dari orang lain.
Tidak ada suatu pasangan yang bisa mengklaim bahwa mereka mempunyai rumah tangga yang bahagia.

Suatu pernikahan baru teruji dan layak dijadikan "contoh" ketika salah satu atau kedua pasangan mati.
Bahkan suami istri yang dengan rekor ulang tahun pesta emas pun bisa bercerai.


Ada orang bilang masa rawan pernikahan di tahun pertama sampai tahun kelima.
Saya katakan,
masa rawan pernikahan adalah selama Anda hidup.
Maka bisa saya katakan,
membangun rumah tangga dan mempertahankannya,
adalah perjuangan seumur hidup.

Jika pasanganmu belum mati,
maka tak "layak" Anda menyebut rumah tanggamu baik-baik saja.

Ketika ada masalah besar datang,
lalu terselesaikan,
selamat...!!
badai telah berlalu.
Jangan kuatir,
setelah ini topan datang melanda,
masalah baru akan datang.

Jika pasanganmu belum mati,
maka seumur hidup akan selalu ada ujian masalah,
seumur hidup Anda harus berjuang mempertahankannya.

Selamat berjuang Sang Pasutri...

Salam anget


Kebenaran Hanya Milik Allah

Sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah.
Manusia itu tempatnya semua kesalahan.
Jadi tidak perlu juga merasa alirannya paling benar,
lalu menganggap aliran atau kepercayaan orang lain salah.

Yang penting :
- tidak melanggar hukum
- tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Selesai.

Maka damailah hidupmu di dunia.
Soal di akhirat, biarlah itu menjadi urusan Allah.

Jumat, 08 Januari 2016

Dibalik abang-abang gojek, ada anak yang tekun mengajari bapaknya pake smartphone.

Masih teringat sebuah quote yang muncul saat pertama kali gojek muncul, "Dibalik abang-abang gojek, ada anak yang tekun mengajari bapaknya pake smartphone."


Lha iya, tehnologi smartphone dengan berbagi fitur dan aplikasinya adalah tehnologi masa kini.
Yang menguasai ya tentu saja para orang muda dan orang "tempo dulu" yang mau belajar.
Jaman dulu saat para orang tua muda belum ada internet, smartphone dan tehnologi semaju sekarang.


Anda yang muda-muda mungkin pernah mengalami bagaimana repotnya mengajari ayah caranya sms.
Atau mengajari ibu chatting pake whatsapp,
menunjukan nenek caranya terima telpon dengan handphone.

Satu dua kali saya kesal,
ini orang tua kok gak ngerti-ngerti ya diajari.
"Yang itunya, Nek, dipencet dulu baru ngomong."
"Aduhhh, Mam, itu kan bisa di copy paste."
"Knapa sih, Pap, nda pintar-pintar."

Saya pintar?
Iya.
Saya menguasai tehnologi kekinian.
Sangat update sekali.
Padahal kepintaran itu datangnya karena orang tua menyekolahkan saya,
banting tulang mereka bekerja agar anaknya lebih pintar dari dirinya.

Saya pintar?
Iya.
Saya bisa lancar berjalan, berbicara, berkomunikasi, bertubuh bagus.
Padahal itu karena orang tua yang menjaga dan mendidik dari kecil.

Sambil menarik nafas,
berusaha sabar dan tersenyum,
saya bergumam,
"Terima kasih, Pap, saya bisa pintar karena Papa."
"Maturnuwun, Mam, saya bisa ngerti smartphone karena Mama belikan."
"Tengkyu, Nek, saya sehat karena Nenek jaga saya dari kecil."
sesi pelajaran tehnologi kekinian berlanjut,
tentunya dengan lebih sabar dan penuh senyum...

Sehebatnya Anda,
itu karena adanya peran serta orang-orang yang tidak sepintar Anda.
Tanpa mereka,
Anda mungkin bukan siapa-siapa.
(LBP)

Salam anget

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More