Jumat, 02 Oktober 2015

Pulang Untuk Ibu


Kita tak pernah berpikir pulang. Sampai akhirnya luka di kaki mengingatkan,
sepatu yang harusnya kita pakai,
selalu Ibu simpan di rumah....


Kita tak pernah berpikir pulang.
Sampai akhirnya sakit menggerogoti tubuh,
nyamannya tempat tidur,
selalu Ibu yang merawat di rumah.....

Kita tak pernah berpikir pulang.
Sampai akhirnya tak tertahan lagi rindu ini,
rindu pada Ibu yang selalu ada di rumah......

Kita tak pernah berpikir pulang.
Sampai akhirnya ada rindu yg memanggil,
harumnya hidangan pengisi perut,
selalu Ibu siapakan di rumah....

Aku merasa letih, dan ingin cepat pulang....

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More