Tarot versi Gilded

maka blog ini diberi judul tarot & art. The Gilded Tarot is a digitally drawn and visually sumptous Rider-Waite style tarot from the talented Ciro Marchetti. The 78 card deck is available from Llewellyn as well as in a handmade edition.

Rider-Waite Tarot

The Rider-Waite Tarot is a classic Tarot deck, perhaps the most well-known in the Western world. It is often called the first modern Tarot deck, as the cards drawn by Pamela Colman-Smith and commissioned by Waite were the first to use detailed pictures on the minor arcana cards

A Night Watch

Rembrandt van Rijn

Seni Meracik minuman keras

Para Bartender wanita sedang beradu keahlian meramu koktail

Di Lorong Ku Menatap

Yang ini jelas foto profil saya to

Sabtu, 26 April 2014

Cek Nama Anda Apakah Sudah Terdaftar Atau Belum di E-KTP


Cek ketersediaan nama Anda, klik DI SINI











Jumat, 18 April 2014

Pemimpin Bukan Pelayan



"Pemimpin yang baik adalah melayani.."

Sebuah slogan "baik" klise yang selalu dibenarkan orang.
Dan ketika saya mengingkari slogan tersebut, maka akan banyak orang memposisikan diri berseberangan dengan saya serta mengkritik pengingkaran saya atas nama norma yang berlaku di masyarakat,
ajaran agama,
pencitraan,
ketakutan dianggap pemimpin diktator,
ketakutan dianggap tidak baik.
Atau ada yang memposisikan diri secara netral dan berkata,
"Ah...melayani itu punya makna yang luas dan bla...bla...bla..."

Secara kaidah bahasa, orang yang melayani adalah pelayan.
Orang yang memimpin disebut pemimpin.
Pemimpin yang sekaligus pelayan? Atau pemimpin yang melayani?
Itu inkonsisten, paradoks.
Pemimpin ya memimpin, sedangkan pelayan ya melayani.
Tidak perlu dicampur adukan atas nama apa pun.

Apa pun yang dilakukan pemimpin adalah dalam rangka keberhasilan tugasnya,
walau harus "turun" ke bawah dan berlaku sebagai pelayan yang "melayani" dan mengakomodir bawahannya,
pemimpin adalah tetap pemimpin.
Kadang orang membiaskan kondisi tersebut sebagai "melayani".

Pemimpin harus datang untuk memimpin,
sekaligus memberi teladan,
bukan berarti melayani. (LBP)

Salam anget

Inilah Rasanya Kejutan yang Tidak Mengejutkan


Pernahkah Anda mempersiapkan, memperjuangkan, berusaha mendapatkan,mengatur sesuatu,
dengan tujuan untuk diberikan pada seseorang?
Bisa itu untuk pasangan, anak, orang tua, teman terbaik Anda.
Dan ternyata seseorang tersebut tidak bergairah,
tidak excited,
tidak puas dengan kejutan atau pemberian Anda.

Pernahkah?
Bagaimana rasanya?
Kecewa ya? Sakit hati?
Merasa tidak dihargai?

Sesuatu yang Anda usahakan yang Anda anggap bernilai,
belum tentu dirasakan sama oleh orang lain.
Apa yang Anda anggap indah tidak selalu dianggap indah oleh orang lain.
Sesuatu yang buat Anda spesial,
bisa jadi dirasakan biasa saja oleh orang lain.

Pemberian Anda tidak "dihargai"?
Tidak apa-apa.
Anda boleh merasa kecewa.
Tapi tak perlu merajuk.
Dan katakanlah, bahwa Anda akan memberikan yang lebih baik dari yang sekarang,
nanti,
mungkin suatu saat.

Penghargaan mungkin sesuatu yang Anda idamkan.
Tapi percayalah, yang terpenting adalah bagaimana proses perjuangan Anda untuk menyenangkan,
untuk memberikan sesuatu yang spesial bagi orang yang Anda sayangi.

Just do it..
Hanya lakukan,
Hanya cintai,
Hanya berikan,
Tanpa perlu ada tendensi mendapatkan timbal balik,
meskipun itu hanya "penghargaan".

Saat hati Anda dipenuhi rasa untuk mencintai,
untuk memberi,
maka tak ada ruang dalam hati Anda untuk kecewa atau minta timbal balik,
meskipun itu sekedar "penghargaan".
(LBP)

Salam anget


Senin, 14 April 2014

Video Tutorial Penggunaan Google Glass

Video tutorial penggunaan google glass :



Tutorial Menggunakan Google Glass yang Super Canggih

Kacamata pintar Google Glass mengusung konsep baru dengan meletakkan "layar" persis di depan mata pengguna.

Perangkat ini pun tidak dilengkapi dengan keyboard atau touchscreen sehingga menimbulkan banyak pertanyaan soal bagaimana cara mengendalikannya.

Nah, untuk menjawab rasa penasaran tersebut, Google telah merilis video resmi yang berisi penjelasan singkat mengenai cara memakai Google Glass.

Sebagaimana dikutip dari PhoneArena, video berdurasi sekitar satu menit itu menunjukkan skema interface "homescreen" sederhana yang ditampilkan Google Glass. Layar utama homescreen berisi tampilan jam.

Layar berikutnya yang terdapat di sebelah kiri homescreen utama berisi "cards" dengan tema waktu yang akan datang, seperti misalnya jadwal pertemuan.

Lalu di sebelah kanan homescreen utaama terdapat cards bertema kegiatan yang sudah dilakukan, seperti pesan-pesan dan sharing dari teman-teman pengguna.

Diterangkan juga cara navigasi menggunakan bagian "frame" sebelah kiri kacamata yang bertindak sebagai touchpad, juga cara melakukan beberapa aktivitas ringan seperti berbagi foto dengan teman.

Untuk penjelasan selengkapnya, silakan simak video dengan cara KLIK DI SINI.


Sumber :
http://tekno.kompas.com/read/2013/05/03/16373431/beginilah.cara.mengendalikan.google.glass

Media Sosial, Apa yang Anda Dapat?

Beberapa media sosial memiliki fungsi kebiasaannya bagi para penggunanya.

Twitter tempat banyak orang mengeluhkan hidupnya. Kadang-kadang ungkapan kekesalan muncul dan dibagikan pada orang lain.
Path dengan jumlah teman terbatas adalah tempat orang mati-matian menunjukan betapa indah hidupnya, banyak hal indah dituliskan dan difotokan.
Instagram sangat diminati untuk yang merasa cantik atau "berlebih" sehingga dapat memamerkan apa pun yang dimilikinya lewat foto.
Foursquare sangat cocok untuk yang hobi jalan-jalan dan memamerkan keberadaan Anda di banyak tempat.
Facebook..?
Kebetulah facebook memiliki semua fitur itu....

Media sosial bagian dari pencitraan.
Mungkin Anda tidak setuju, tapi itulah yang terjadi.
Apa yang termuat di media sosial, itulah apa yang Anda ingin orang lain lihat tentang Anda.
Media sosial bagaikan buku harian yang dikemas sedemikian rupa agar hidup Anda ternikmati oleh orang lain.

Apa yang Anda muat/tulis/cek in pada akun Anda, sepenuhnya hak Anda.
Hal baik atau buruk sah saja.
Ada sesuatu yang terlupakan.
Ketika Anda membagikan kekesalan, kebencian, makian, emosi, hal buruk,
alam bawah sadar Anda mencatat itu.
Bila Anda terus mengulang-ulangnya, maka Anda akan menjadi seburuk yang Anda tulis.

Sebaliknya saat Anda membagikan hal baik, kata-kata indah, foto-foto pamer, dan segala kecantikan/kelebihan Anda, bahkan mungkin yang bersifat tipuan sekalipun,
secara tidak sadar Anda telah mensugesti diri sendiri untuk menjadi, setidaknya, sama baik dengan apa yang Anda tulis.

Buat saya lebih suka melihat suatu sharing yang indah di media sosial, meskipun itu semu, tapi setidaknya ada hal baik yang membuat saya "iri" dan terpacu untuk lebih baik.
Daripada sharing yang pahit/curhat makian yang tidak membuat saya belajar apa pun darinya.
(LBP)

Salam anget


Minggu, 06 April 2014

Golput Itu Bohong....!!!

"Nyalakanlah satu cahaya harapan! Daripada mengutuk kegelapan"

Kalimat ini saya baca kemaren saat antri di counter layanan kantor pajak. Saya pikir kalimat ini sangat cocok untuk teman teman saya yg berniat golput dalam pemilu nanti. Daripada mengutuk kegelapan politik Indonesia lebih anda berbuat. Golput juga BOHONG DOANK karena surat suara anda sesungguhnya bisa disulap oleh oknum Oknum di TPS, mereka mencoblos surat suara yang nganggur milik anda dengan cara cara khusus tanpa sepengetahuan khalayak.

Untuk mencegah praktek praktek kotor ini, lebih baik anda tetap datang ke TPS. Dan musnahkan surat suara anda dengan mencoblos di beberapa foto calon.

Taukah anda, bahwa saya juga mual dan eneg liat foto foto caleg2 yg ada. Tapi saya sudah tau kecurangan saat Pemilu bahwa kalo saya tidak datang maka surat suara saya akan "diolah" oleh oknum di TPS. Mereka akan mencoblos surat suara milik saya dengan berbagai cara. Ini cara pertama mereka.

Cara kedua:
Saksi dari partai yg kalah, mereka akan ngeluyur pergi dengan lunglai dari TPS dimana ia bertugas. Atau malah lebih fatal lagi, karena kalah lalu mereka "menjual" suara tuan yg telah membayarnya sebagai saksi di TPS tsb dengan imbalan satu dua sen rupiah pada pesaing yang masih megap megap butuh sedikit lagi suara utk meraih kursi legislatif.

Cara ketiga:
Mereka memanfaatkan moment saat kotak suara dalam perjalanan dari TPS ke kecamatan maka oknum oknum PPS bisa bermain dengan leluasa.

Singkat kata bagi yg Golput, saran saya tetaplah datang ke TPS, ambil surat suara anda dan musnahkan dengan mencoblos di banyak foto caleg atau dengan memcontreng di banyak foto caleg sebagai tanda protes utk hanguskan suara anda.

Jika anda tak lakukan hal ini sangat mungkin terjadi bahwa suara anda akan sah karena dipakai secara curang oleh orang orang tertentu...

anda pikir anda Golput, padahal anda MEMBIARKAN dan meminta orang lain mencobloskan surat suara anda. Kebanyakan anda menjadi Golput karena anda GAK PERCAYA dengan Caleg dan Pemerintah yang ada.

Seiring dengan banyaknya dukungan pada Jokowi maka anda harus membantu PDIP dulu memenangkan Pilleg min menang 20% kursi DPR atau 25 persen suara, barulah kemudian Jokowi bisa dicalonkan PDIP.

Golput adalah Hak anda, tapi HANGUSKAN surat suara anda dengan datang ke TPS, coblos di banyak foto calon. Atau jika anda sepakat dengan Jokowi Presiden 2014, datanglah ke TPS dan coblos logo PDIP paling atas saja jika memang anda udah terlalu eneg dan mual melihat daftar foto Caleg Dapil Akhirat tsb.

Jika anda bener bener mencintai negeri ini, Jangan biarkan Mafia Pemilu mengontrol bangsa ini. Mari kawal Pemilu agar bersih sekuat tenaga kita….

Oleh :
 

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More