Rabu, 13 November 2013

Kenikmatan Hidup

Hidup paling nikmat itu adalah saat semua kebutuhan Anda terpenuhi.

Yang Anda butuhkan, bisa Anda dapatkan.
Kalau sudah begitu, rasanya setiap tarikan nafas membawa gairah kepuasan tiada tara.

Tapi masalahnya hidup tak se-simple itu.
Tidak semua kebutuhan mampu Anda penuhi.
Semakin besar penghasilan Anda, maka akan mucul kebutuhan-kebutuhan baru yang tadinya tidak ada.
Apakah ini berarti Anda tidak bisa menikmati hidup?
Tidak bisa merasakan betapa nikmatnya sampai meresap ke pori-pori?

Down grade.
Kemampuan manusia ada batasnya, demikian pula dengan penghasilannya.
Idealnya adalah memaksimalkan pedapatan agar kebutuhan makin terpenuhi.
Tapi ada satu titik, di situlah kemampuan dan kesempatan Anda dihargai dengan bandrol tertentu yang tidak mungkin atau belum saatnya ter-upgrade.

Kalau belum mampu, ya jangan maksa.
Semakin dipaksakan untuk mendapat lebih, semakin tidak sempat Anda menikmati hidup.
Syukuri saja apa yang Anda mampu dapatkan,
tidak perlu bernafsu mendapat lebih.
Down grade kebutuhan dan keinginan Anda,
sesuaikan dengan pendapatan.
Ini bukan mengajak Anda untuk menjadi fatalis dan tak berpengharapan.
Ini hanya menggeser paradigma Anda bagaimana menyesuaikan antara kemampuan dan keinginan.

Bila tarikan nafas Anda mulai terasa segar,
bila bibir Anda selalu tergambar senyum,
bila hidup Anda begitu nikmat,
artinya penyeimbangan neraca hidup Anda sudah mulai PAS.
Tidak ada nafsu yang berlebihan lagi,
tidak ada keinginan diluar kemampuan lagi.
Semuanya sudah dalam posisi dan takaran yang PAS.
(LBP)

Salam anget

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More