Kamis, 06 Desember 2012

Menjadi Pahlawan....Kesiangan

Dia datang pada saya sambil menangis, seorang wanita kawan lama saya yang sudah bersuami,
dengan membawa cerita perlakuan kasar suaminya.
Saya sebagai sahabat lamanya sejak kecil, tentu saja tidak terima.
Hampir saja saya, menjadi pahlawan, menelpon suaminya untuk melabrak.
Tapi dia melarang, ini urusanku dengan suamiku,
begitu katanya.

Oke, saat ini saya diam saja. Tapi besok saya akan datang ke kantor suaminya dan memperingatkannya agar tidak berlaku kasar lagi pada sahabat saya,
atau....saya akan bertindak.
(entah tindakan apa).

Besok siangnya, saya datang ke kantor si suami dengan membawa "berlembar-lembar tuntutan".
Pokoknya, saya harus "membebaskan" kawan saya dari "siksa" suaminya.

Tapi alangkah terkejutnya saya, ketika mendobrak masuk ruangannya,
si suami dan istrinya, sahabat saya, sedang tertawa-tawa mesra.
Terkejut mereka melihat kedatangan saya.
Muka saya langsung berubah, bete sebetenya.
Hampir saja saya jadi pahlawan kesiangan......
--------------------------
Care, perhatian dengan orang lain, berempati, itu bagus.
Tapi tetap ada batas seberapa jauh Anda perlu untuk menceburkan diri,
ikut campur dalam urusan pribadi orang lain.
Ada kalanya orang hanya perlu didengarkan masalahnya
tanpa perlu Anda beri solusi atau bahkan ikut campur di dalamnya.
Berikan makanan HANYA pada mereka yang benar-benar kelaparan, bukannya pada yang sedang mengeluh lapar.
(LBP)

Salam anget.


0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More