Porno dan Bugil 18+ Jangan diklik..!!

Senin, 09 April 2012

"Celana Ibu" Puisi yang Dianggap Penghinaan?


CELANA IBU
Maria sangat sedih menyaksikan anaknya
mati di kayu salib tanpa celana
dan hanya berbalutkan sobekan jubah yang berlumuran darah

Ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit
dari mati, pagi-pagi sekali Maria datang
ke kubur anaknya itu, membawakan celana
yang dijahitnya sendiri dan meminta
Yesus untuk mencobanya

"Paskah?" tanya Maria
"Pas sekali, Bu," jawab Yesus gembira
Mengenakan celana buatan ibunya,
Yesus naik ke surga....
(Joko Pinurbo).
--------------------------------------

Puisi di atas karangan Joko Pinurbo. Tentang siapa dia bisa Anda tanyakan langsung ke Mbah Google. 
Saat saya sertakan puisi ini pada ucapan paska, saya banyak mendapat kritikan dari kawan-kawan yang beragama Kristen. Mereka  menganggap puisi ini sebagai bahan hinaan.
Puisi di atas kalau dibaca oleh golongan orang Kristen akar rumput, mereka akan berpikir itu suatu penghinaan.
Ah, hina menghina itu kan tinggal dari sudut pandang mana orang melihat.
Monggo, terserah bagaimana orang memandang. Yang penting bahwa saya tidak punya tendensi sama sekali untuk menghina, tapi justru sebenarnya ingin berbagi pengalaman reflektif saya tentang puisi ini.

Cobalah berpragmatis dan berapresiasi, maka ada makna yang sangat dalam pada puisi tersebut.

1. Betapa cintanya seorang ibu pada anaknya.
Digambarkan dengan Maria yang sedih melihat kondisi Yesus yang memelas, tidak punya celana. Maka dibuatkanlah celana untuk anaknya tercinta, buah tangannya sendiri.

2. Betapa bersukacitanya Yesus saat menerima pemberian ibunya. Bahkan seolah-olah, Yesus menunda kenaikannya ke surga demi menunggu kehadiran Maria ibunya.

3. Keadaan Yesus yang buruk, mati di salib tidak membuat Maria meninggalkan anaknya. Ia tetap mencintai Yesus apa adanya.

4. Salah satu hal yang menghalangi Yesus untuk naik ke surga, menurut puisi di atas, adalah : bertemu ibunya. Setelah bertemu, maka Yesus naik ke surga.
Apa pun yang dilakukan seorang anak, tdak akan lebih bahagia bila tanpa restu ibunya.

Pertama kali saya baca puisi ini beberapa tahun lalu, saya terharu. Wajah ibu saya langsung muncul.
Saya selalu melupakannya. Tapi di saat susah dan sakit, dialah tempat saya mengaduh dan mengeluh.
Dan ibu saya dengan tangan terbuka memeluk dan merawat saya.
--------------------------------------
Kata "Paskah?" kata itu sama artinya dengan kalimat "Pas atau tidak?"
Sama sekali tidak ada hubungannya dengan perayaan kebangkitan Yesus yang disebut Paska (tanpa huruh H di belakangnya).
Paskah dan Paska tentu saja berbeda.

Seperti halnya banyak kata dalam bahasa Indonesia, istilah paskah adalah sebuah serapan kata dari bahasa lain. Berikut ini saya mencoba menampilkan beberapa istilah Paska dalam berbagai bahasa adalah sebagai berikut:

Negara Istilah
Inggris Easter
Jerman Ostern
Yunani Pascha
Spanyol Pascua
Italia Pasqua
Perancis Pâques
Portugis Páscoa
Belanda Pasen
Denmark Paaske

Kata ”Paska” berasal dari kata Ibrani pesakh, kata kerja yang artinya “melewatkan” dengan makna “menyelamatkan”.
Pesakh adalah sebuah perayaan keagamaan dalam sejarah Israel dimana mereka mengenang peristiwa lepasnya mereka dari perbudakan. Dalam hari raya tersebut umat Israel akan melakukan sebuah tradisi yang penuh makna. Salah satunya adalah memakan roti tidak beragi.

Tradisi yang lainnya adalah penyembelihan hewan kurban yang mengingatkan mereka bahwa Allah melewati rumah-rumah yang berlaburan darah. Pengorbanan hewan kurban inilah yang sangat dekat dengan makna kata pesakh.

Perhatikan, bahwa huruf ”h” bergandengan erat dengan huruf ”k”. Oleh karena itu, terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia yang lebih tepat adalah paskha.
Dalam aturan penyerapan ke dalam Bahasa Indonesia, penulisan kata disesuaikan dengan bunyi kata itu saat dilafalkan, sehingga kata ”paskha” menjadi ”Paska”.

Lalu, mengapa huruf ”h” muncul dalam kata ”Paskah”? Barangkali hal itu dikarenakan lidah kita sebagai orang Indonesia yang suka menambahkan huruf “h” pada kata-kata yang diakhiri huruf vokal “a”, misalnya: Eropah, sepedah. Lagipula, kata-kata seperti “Paska”, “eropa”, dan “sepeda” jika dilafalkan seolah-olah mengandung huruf “h” pada akhirnya.

Kita dapat juga membandingkan argumentasi tersebut dengan istilah Paskah dalam tabel di atas. Di situ, kita akan melihat bahwa kata pesakh diterjemahkan sebagai Pascha, Pascua, Pasqua, Pâques, Páscoa, dan Paaske. 

Salam anget.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More