Kamis, 29 Maret 2012

Dihargai Murah

"Saya sudah bekerja seharian penuh, kok cuma dibayar segini?"
"Bertahun-tahun saya mengabdi tapi status kok tetap karyawan kontrak ya?"

Tidak enak rasanya bila Anda tidak dihargai sesuai dengan kemampuan
dan usaha yang telah Anda keluarkan.
Ini banyak dirasakan oleh para bangsawan (bangsa karyawan)
dan pekerja paruh waktu honorer.

Fenomena ini terjadi karena semata-mata Anda tidak memiliki bargain power atau kekuatan menawar.
Anda berada di posisi yang membutuhkan pekerjaan.
Permintaan Anda lebih besar dibandingkan dengan peluang kerja.
Jadi dibayar berapa pun akan Anda terima.

Berarti Anda telah mengambil pilihan dengan terpaksa.

Terpaksa itu tidak enak.
Ada dua pilihan Anda :
Menerima kondisi Anda saat ini dan berusaha menikmatinya.
Sama halnya Anda pasrah dan bersyukur.
Selamat! Anda layak masuk surga. Orang yang selalu bersyukur, katanya, masuk surga.

Atau,
memposisikan diri Anda sebagai "barang laku" dengan harga tertentu yang tidak dijual murah.

Kalau ingin jadi barang laku, tidak ada cara lain selain memperbaiki kualitas Anda sehingga menjadi
"most wanted" dan
sekaligus memperbanyak sumber penghasilan Anda.
Sehingga ketika ada tawaran dengan harga murah, Anda masih punya cadangan tawaran yang lain
dan Anda tidak perlu menerima tawaran murah itu dengan terpaksa.
(LBP)

Salam anget





0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More