Porno dan Bugil 18+ Jangan diklik..!!

Sabtu, 25 Februari 2012

Conspiracy Theory Di Balik Si Unyil 2


Film seri boneka ini menceritakan tentang seorang anak Sekolah Dasar [yang lalu akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya bisa mencapai posisi Sekolah Menegah Pertama] bernama Unyil dan petualangannya bersama teman-temannya. Kata "Unyil" berasal dari "mungil" yang berarti "kecil".

Si Unyil telah menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari budaya populer di Indonesia, dan banyak orang tidak dapat melupakan berbagai unsur seri ini, mulai dari lagu temanya yang dimulai dengan kata-kata "Hom-pim-pah alaiyum gambreng!" sampai tokoh-tokoh seperti Pak Raden dan Pak Ogah dan kalimat seperti "Cepek dulu dong!"

Desa
Si Unyil berlatar sebuah desa antah berantah bernama Suka Maju. Hijau dan penuh dengan pepohonan [bahkan punya hutan lindung!], desa Suka Maju adalah sebuah proyek desa ideal, desa percontohan pemerintah sebagai sponsor utama si Unyil.
Dikepalai oleh Pak Lurah [berkacamata, kumis tipis, dengan dagu runcing seruncing-runcingny a], desa Suka Maju  juga menunjukkan wawasan bhinneka tunggal ika. Ada Pak Raden yang Jawa feodal, Bu Bariah yang Maduro-Suroboyo, Bang Togar dari Medan, Meilani dan keluarganya yang Tionghoa. Sedemikian lengkapnya desa Suka Maju, bahkan banci pengamen dan orang gila pun turut diusung masuk!

Si Unyil memang dimaksudkan sebagai program pendidikan [sekaligus hiburan] bagi anak-anak agar kelak menjadi warga negara yang baik. Di episode-episode awal, Si Unyil tampil membosankan sebab karakter yang ada masihlah lurus bersih. Barulah episode-episode selanjutnya tokoh Pak Raden [bernama lengkap Raden Mas Singomenggolo Jalmowono] yang pelit-feodal- temperamental, Pak Ogah, Pak Ableh, [keduanya pengangguran sekaligus pemalas tak ketulungan] dihadirkan. Lalu berentetan karakter Penjahat [pelaku kriminal sejati, botak dan menyeramkan, dengan alis menyatu melengkung keatas], Bibi Cerewet, Bu Bariah, Engkong, dan beberapa karakter numpang lewat [semisal Joni alias Jontor, keponakan Bibi cerewet dari Jakarta, yang selalu hadir berkacamata hitam dengan walkman di telinga...].

Di bagian  anak-anak yang menjadi fokus serial ini, selain Unyil sebagai tokoh utama, berbagai karakter kuat juga turut hadir. Ada Ucrit, Usrok yang penakut tapi jika berkelahi tak pernah mundur.  Keduanya berada dalam geng yang sama dengan Unyil. Di geng lain, geng yang kerap berantem dengan geng Unyil, ada Endut, Cuplis, Pesek [alias Kendar]. Di bagian anak perempuan, trio Menik-Siti-Meylani menjadi pelengkap. Di beberapa episode sempat muncul Tini, keponakan Pak Raden, yang kerap menjadi korban feodalisme si Paman.Si Paman alias Pak Raden bersikeras memanggil Tini dengan Tinneke [nama yang berbau Belanda], sementara yang bersangkutan lebih senang dengan Tini.
---
Si Unyil tak lepas dari berbagai misi. Sedemikian kuatnya misi pemerintah  bahkan beberapa episode memilih program pemerintah sebagai judul. ABRI Masuk Desa, Operasi Bersih, Buta Aksara, Hardiknas, Cinta Lingkungan, Buta Senja adalah segelintir dari program pemerintah yang diseret masuk ke dalam serial si Unyil dan menjadi judul episode. Dan karenanya pula, beragam jargon seumpama Aku Anak Sehat, Gotong Royong, Kerja Bakti, Toleransi dan Tenggang Rasa, menjadi jargon yang kerap berlalu lalang dalam percakapan. Apa boleh buat. Inilah produk Orde Baru.
Meski terlalu kerap bertabur misi, pada banyak episode Unyil tetap tampil cemerlang, menggelitik, membumi, kaya karakter yang akhirnya menjadi hit nasional. Beragam istilah semisal hayyaaa [Engkong], cepek dulu dong, hajar Bleh! [Pak Ogah], jak rujak [Bu Bariah], memble [Pak Ableh], ngantor di poskamling, proyek [Pak Ableh dan Pak Ogah], Air kendi [Pak Raden, suguhan untuk anak-anak yang bertamu ke rumah Pak Raden mengingat Pak Raden terlampau pelit],  encok kumat [Pak Raden, jurus menghindar kerja bakti], di mmannaa annakkuuh…di mmaannaa istrikuuh [Orang gila].

Si Unyil pun kerap tampil musikal. Jika masih ingat, Unyil dan kawan-kawan punya band bernama Band Dekil [bayangkan, sebuah desa dengan band lengkap untuk anak-anak SD!]. Setiap perayaan [17 agustus atau Sumpah Pemuda], band Dekil kerap tampil di hadapan Pak Lurah, Ibu guru, dan petinggi-petinggi desa lainnya. Lagu hit Aku Anak Sehat bahkan sukses akibat dukungan Unyil dan kawan-kawan.

Baca juga yang lebih seru : Conspiracy Theory di Balik Si Unyil 1


2 komentar:

jossssssssssssssssss..lanjutkan..

kenangan di masa kecil
nonton bareng di rumah p mantan lurah
(pemilik tv satu2nya)
edukatif di banding sinetron sekarang

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More