Senin, 08 Agustus 2011

Hadiah itu Bernama Pujian

"Kamu cantik..."
"Masakanmu enak"
"Tulisanmu bagus.."

Berbagai pujian menyenangkan untuk didengar,
lebih enak mendengar pujian daripada cacian.
Sebagian besar jawaban orang adalah,
"Ah, nggak kok, biasa aja.."
sambil tersenyum malu.

Pujian bisa membuat Anda lupa diri, merasa sudah sempurna,
merasa paling hebat,
merasa sombong.

Perlukah hati-hati dengan pujian?
Tidak perlu!
Nikmati semua pujian yang Anda terima, apapun motifnya.
Anggap diri Anda layak mendapatkannya,
layak untuk sombong,
layak untuk merasa hebat.
Itu hadiah atas prestasi Anda.

Terima pujian itu,
pacu diri Anda untuk berkarya lebih lagi,
memperbaiki diri,
sehingga makin layak Anda untuk dipuji,
makin banyak pujian yang Anda dapat.

Hal yang sama Anda lakukan juga bila mendapat kritikan.
Kritikan sama dengan pujian yang tertunda diucapkan,
di waktu mendatang pastikan pujian itu tidak lagi tertunda.

Bila datang pujian atau kritikan, ucapkanlah dengan tersenyum,
"Terima kasih atas pujian/kritikannya, saya akan berusaha lebih baik lagi."
Dan karya berikutnya,
harus lebih baik dari yang sekarang.
(LBP)

Salam anget.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More