Senin, 28 Maret 2011

Kenapa Pasangan Saya Selingkuh??

Saya ingat kata Ibu saya,
"Anak-anak yang kenyang makan di rumah, ga akan jajan lagi saat main ke luar."
Itu terbukti-waktu saya kecil, sebelum main, saya selalu makan kenyang.
Sehingga sudah malas jajan, tidak seperti anak lain seumuran saya.

Dengan prinsip yang sama,
maka terjadilah pencurian,
maka terjadilah perselingkuhan.

Saat orang terpenuhi kebutuhannya, dia tidak akan mencuri.
Buat apa mencuri dengan segala resikonya, toh dia tidak kekurangan.

Saat orang terpenuhi kebutuhan biologisnya (ini mempunyai makna yang luas), dia tidak akan selingkuh.
Buat apa selingkuh dengan resiko putus atau cerai, toh secara lahir batin kebutuhannya terpenuhi oleh pasangan.

Anda tidak ingin pasangan Anda selingkuh?
Maka "kenyangkanlah" dia.
Penuhilah "kebutuhannya".

Kalau sudah "kenyang" tapi tetap selingkuh,
berarti itu telah menjadi kebiasaan buruk.
Dia tidak layak untuk Anda.

Perbaiki bila bisa.
Atau tinggalkan dia bila Anda tidak bisa memperbaikinya.(LBP)


Salam anget.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More