Jumat, 17 Desember 2010

Menularkan Kebahagiaan

Seorang pemuda berangkat kerja dipagi hari.
Memanggil angkot, dan naik, duduk di depan.
‘Selamat pagi Pak,’…katanya menyapa sang sopir angkot terlebih dulu…
‘Pagi yang cerah bukan?’ sambungnya sambil tersenyum,… lalu bersenandung kecil.
Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dengan senang hati, Ia melajukan mobilnya.

Sesampainya ditempat tujuan.. Pemuda itu membayar dengan selembar 10 ribuan, padahal ongkos biasanya hanya 5 ribu..
‘Kembaliannya buat bapak saja…selamat bekerja Pak..’ kata pemuda itu dengan senyum.
‘Terima kasih…’ jawab Pak sopir dengan penuh syukur…

‘Wah.. aku bisa sarapan dulu nih… Pikir sopir itu…
Dan ia pun menuju kesebuah warung.
‘Biasa Pak?’ tanya si mbok warung.
‘Iya biasa.. Nasi sayur… Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam’..jawab Pak sopir dengan tersenyum.
Dan, ketika membayar nasi , di tambahkannya seribu rupiah ‘Buat jajan anaknya si mbok,.. ‘begitu katanya.

Dengan tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat kesekolah dengan senyum lebih lebar.
Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini… Dan diberikannya pada temannya yang tidak punya bekal.

Begitulah…cerita bisa berlanjut..Bergulir… .seperti bola salju…
Pak sopir bisa lebih bahagia Hari itu…
Begitu juga keluarga si mbok…
Teman si anak…
Semua tertular kebahagiaan…

Kebahagiaan, seperti juga kesusahan, bisa menular kepada siapa saja disekitar Kita.
Kebahagiaan adalah sebuah pilihan…
Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini?
Bisa menerima itu adalah berkat…Tapi bisa memberi adalah anugrah…


Salam Anget

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah sudi mampir ke blog saya.
Silakan meninggalkan komentar Anda di bawah ini.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More